x Viralterkini

Persija Kembali Dihantui Masalah Kandang, Laga Kontra Java United Jadi Sorotan

waktu baca 3 menit
Senin, 14 Sep 2026 20:06 116 M Ary K

Viralterkini.id, Jakarta – Persija Jakarta kembali menghadapi persoalan kepastian stadion menjelang laga kandang. Di tengah momentum positif Macan Kemayoran, rencana menjamu Java United FC pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, menghadapi kendala.

Pertandingan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026. Dalam jadwal yang ditampilkan di situs I.League saat pengecekan, GBK masih tercantum sebagai lokasi pertandingan dengan status TBC atau menunggu konfirmasi.

Namun, penggunaan GBK menjadi persoalan karena stadion tersebut dipersiapkan untuk penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026. GBK bersama Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung masuk dalam agenda turnamen di Indonesia pada 25 September hingga 5 Oktober 2026.

Situasi ini kembali memunculkan pertanyaan tentang kepastian kandang Persija. Jakarta International Stadium (JIS), yang diharapkan menjadi pilihan, juga disebut dalam bahan yang diterima memiliki agenda konser.

Pengamat sepak bola Haris Pardede, yang dikenal sebagai Bung Harpa, menyayangkan ketidakpastian tersebut. Dalam komentarnya pada Minggu, 13 September 2026, ia menyebut venue pertandingan Persija melawan Java United belum mendapatkan kepastian.

“Untuk ke depannya, kalau saya sih berharap kesiapan tuan rumah dalam memilih stadion itu lebih konsisten, lebih baik lagi,” ujar Bung Harpa.

Menurutnya, atmosfer GBK ketika Persija mengalahkan Persib Bandung 2–1 menjadi modal berharga. Dukungan suporter yang meramaikan stadion dinilai dapat membantu menjaga semangat tim yang sedang membangun momentum.

Karena itu, kemungkinan harus berpindah stadion menjadi hal yang disayangkan. Persija berpotensi kehilangan kesempatan melanjutkan suasana kandang yang sebelumnya terasa kuat.

Meski demikian, Bung Harpa melihat peluang bagi Persija untuk menggunakan stadion alternatif dengan kapasitas lebih kecil. Ia memperkirakan animo pertandingan menghadapi Java United tidak sebesar ketika Macan Kemayoran menjamu Persib.

Perkiraan tersebut, menurutnya, dapat menjadi pertimbangan dalam mencari venue yang sesuai. Namun, untuk jangka panjang, kepastian stadion tetap diperlukan agar persiapan pertandingan kandang lebih konsisten.

Persoalan ini juga mengundang kritik dari Irland. Ia mempertanyakan realisasi komitmen pemerintah daerah dalam memberikan prioritas penggunaan JIS kepada Persija.

Irland sebagai suporter kawakan Jakmania buka suara atas kekecewaan terhadap gagasan menjadikan JIS sebagai kandang maupun lokasi museum Persija apabila kepastian penggunaannya untuk pertandingan belum terjamin.

Keprihatinan serupa disampaikan pencinta sepak bola, Ari Tasmin. Ia menilai klub dengan sejarah panjang dan kontribusi besar terhadap sepak bola nasional seperti Persija semestinya memiliki kepastian saat menggelar pertandingan kandang.

“Sebagai pencinta sepak bola, ikut sedih dan prihatin dengan keadaan Persija saat ini yang sering jadi tim musafir justru pada saat lagi kandang,” ujar Ari.

Ari dan Irland turut meminta Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, merealisasikan komitmen untuk memprioritaskan Persija dalam penggunaan JIS. Menurutnya, dukungan terhadap ambisi prestasi klub perlu disertai kepastian fasilitas pertandingan.

Berbagai komentar tersebut memperlihatkan besarnya harapan agar persoalan kandang Persija mendapatkan penyelesaian yang berkelanjutan. Koordinasi antara klub, pengelola stadion, operator kompetisi, dan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memperjelas penggunaan venue.

Dalam bahan yang diterima, belum terdapat keterangan resmi mengenai stadion pengganti maupun tanggapan pengelola JIS dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas kritik tersebut. Kepastian venue laga melawan Java United masih perlu merujuk pada pengumuman resmi pihak terkait. (ma)

5 Poin Penting

  1. Venue Persija vs Java United menjadi sorotan. Laga pekan ketiga dijadwalkan pada Sabtu, 19 September 2026, sementara kepastian penggunaan GBK masih menjadi persoalan.
  2. GBK dipersiapkan untuk FIFA ASEAN Cup 2026. Agenda internasional tersebut menjadikan langkah cepat Persija cari alternatif kandang pengganti bagi rencana pertandingan kandang Persija di Senayan.
  3. Bung Harpa menyoroti momentum tim. Ia menyayangkan potensi kehilangan atmosfer GBK setelah kemenangan atas Persib, tetapi melihat stadion lebih kecil sebagai opsi yang dapat dipertimbangkan.
  4. Prioritas penggunaan JIS dipertanyakan. Irland dan Ari Tasmin meminta kejelasan serta realisasi komitmen agar Persija memperoleh kepastian kandang.
  5. Pengumuman resmi stadion pengganti masih diperlukan. Kepastian venue dan koordinasi antarpihak dibutuhkan untuk mendukung persiapan tim serta suporter.

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini