x Viralterkini

Saat GBK Bersiap untuk ASEAN Cup, Persija Harus “Berkandang” di Bali Tanpa Penonton

waktu baca 3 menit
Rabu, 16 Sep 2026 10:05 17 M Ary K

Viralterkini.id, Jakarta Status tuan rumah tidak selalu berarti bermain di kota sendiri. Situasi itulah yang harus dihadapi Persija Jakarta saat menjamu Java United. Pertandingan tersebut harus bergeser ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, dan berlangsung tanpa penonton.

Kondisi ini muncul karena Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) tidak dapat digunakan sehubungan dengan persiapan FIFA ASEAN Cup 2026. Sementara itu, upaya mendapatkan stadion alternatif di Jakarta dan wilayah sekitarnya belum membuahkan hasil yang memungkinkan.

Dalam keterangan pada Rabu malam dengan ketua panpel Persija, Albinus Lauren bahwa pemindahan venue, Stadion Kapten I Wayan Dipta disebut menjadi satu-satunya pilihan yang tersedia setelah berbagai alternatif di sekitar Jakarta diupayakan.

Bagi Persija, keputusan ini membawa dua konsekuensi sekaligus yakni harus bermain jauh dari Jakarta dan menjalani pertandingan tanpa dukungan langsung suporter di tribun.

GBK Membutuhkan Waktu Pemulihan

Berdasarkan informasi yang disampaikan, SUGBK ditetapkan sebagai tuan rumah pertandingan Grup A dan Grup B Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026 yang diikuti delapan negara.

Indonesia berada di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Sementara itu, Grup B dihuni Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan.

Erick Thohir menjelaskan bahwa penggunaan stadion perlu dihentikan sementara setelah pertandingan Persija melawan Persib untuk memberikan kesempatan bagi rumput lapangan menjalani pemulihan.

“Nanti setelah pertandingan Persija melawan Persib sudah tidak boleh dipakai lagi untuk sepuluh hari kalau tidak salah,” ujar Erick.

“Supaya rumputnya bisa recovery, dan kondisi SUGBK bagus,” tuturnya.

Tanpa Penonton karena Bertepatan dengan Pilkades

Pemilihan Stadion Kapten I Wayan Dipta juga melalui komunikasi dengan pemangku kepentingan sepak bola di Bali, termasuk pihak kepolisian, untuk memastikan keamanan dan kelayakan pertandingan.

Dari koordinasi tersebut, laga Persija melawan Java United dapat dilaksanakan dengan ketentuan tanpa penonton. Alasannya, pada tanggal yang sama terdapat agenda Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Gianyar yang turut membutuhkan perhatian dan pengamanan.

Dengan demikian, penggunaan stadion di Bali memberikan kepastian tempat pertandingan, tetapi belum memungkinkan kehadiran suporter.

Ketua Panpel Persija, Albinus Laurent saat pengecekan keamanan tiket suporter dan tempat penitipan barang dalam pertandingan Persija vs Persib, Sabtu (12/09). Foto : Viralterkini.id/MAK

Pengingat Pentingnya Koordinasi Jadwal dan Stadion

Keterangan mengenai pemindahan venue tersebut juga menekankan pentingnya komunikasi antarpemangku kepentingan. Kebutuhan penyelenggaraan turnamen internasional dihormati, sementara keberlangsungan kompetisi nasional tetap perlu mendapat ruang yang seimbang.

Dengan mempertimbangkan rentang waktu yang tersedia, koordinasi dinilai masih dapat diperkuat agar kebutuhan kedua agenda dapat berjalan beriringan.

Bermain jauh dari kota asal tanpa penonton memang bukan kondisi ideal bagi Persija maupun pendukungnya. Namun, pemindahan pertandingan ke Gianyar disebut sebagai pilihan paling realistis untuk menjaga kepastian laga, keamanan, dan kepatuhan terhadap ketentuan penyelenggaraan.

“Persija tetap harus bertanding. Kompetisi harus berjalan. Dan kepentingan sepakbola Indonesia harus tetap menjadi prioritas bersama,” ungkap Albinus Laurent yang dikenal Kak Oyen. (ma)

5 Poin Penting

  1. Persija menjamu Java United di Bali. Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi venue setelah upaya mencari stadion alternatif di Jakarta dan sekitarnya belum membuahkan hasil.
  2. GBK disiapkan untuk FIFA ASEAN Cup 2026. Stadion membutuhkan masa pemulihan rumput setelah pertandingan Persija melawan Persib.
  3. Pertandingan berlangsung tanpa penonton. Ketentuan ini berkaitan dengan agenda Pilkades serentak di Gianyar pada tanggal yang sama, yang juga membutuhkan pengamanan.
  4. Pemilihan venue melalui koordinasi. Komunikasi dilakukan dengan pemangku kepentingan sepak bola di Bali, termasuk kepolisian, untuk memastikan kelayakan dan keamanan laga.
  5. Koordinasi agenda sepak bola perlu diperkuat. Kebutuhan turnamen internasional dan kompetisi nasional diharapkan dapat dikelola secara seimbang.

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini