x Pulau Seribu Asri

Ojol Viral Sulis Terima Bantuan Motor dan Dana Pendidikan

waktu baca 4 menit
Kamis, 25 Jun 2026 08:04 65 Iskandar S.E

Viralterkini.id, JAKARTA – Sulis Agung Wibowo, pengemudi ojek online (ojol) yang videonya viral saat memohon kepada petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Timur agar sepeda motornya tidak diderek, kini menerima berbagai bantuan dari masyarakat dan sejumlah tokoh.

Sebelumnya, motor milik Sulis diamankan petugas saat operasi penertiban parkir liar di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (17/6/2026). Saat itu, Sulis meninggalkan kendaraannya untuk mengambil pesanan makanan pelanggan.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, Sulis tampak menangis dan memohon agar motornya tidak dibawa menggunakan mobil derek karena kendaraan tersebut menjadi sumber nafkah keluarganya.

“Pak, tolong pak, saya butuh uang pak. Anak saya sekolah, saya butuh makan. Tolong rumah saya di Bekasi, bang tolong. Belum penglaris sama sekali dari pagi jam 6. Saya keluar baru ini, Pak,” ujar Sulis dalam video yang viral.

Meski Sulis telah memohon, petugas tetap menjalankan prosedur penertiban karena sepeda motor tersebut sudah berada di atas mobil derek.

Beberapa hari kemudian, Dishub mengembalikan motor milik Sulis. Ia pun mengakui kesalahannya karena memarkir kendaraan di lokasi yang dilarang.

Banjir Bantuan dari Berbagai Pihak

Viralnya video tersebut mengundang simpati publik. Sejumlah tokoh, pengusaha, hingga lembaga sosial memberikan bantuan untuk meringankan beban ekonomi Sulis.

Pengacara Hotman Paris bersama rekannya, Calvin, memberikan bantuan berupa satu unit sepeda motor baru yang dibeli secara tunai agar Sulis dapat kembali bekerja sebagai pengemudi ojol.

“Ada satu apresiasi yang sangat besar, mungkin Bapak Hotman dan Pak Calvin. Saya dibelikan satu unit sepeda motor secara tunai,” kata Sulis dalam wawancara bersama Tribunnews On Focus.

Tak hanya itu, pengusaha Putra Siregar juga memberikan bantuan berupa telepon genggam yang nantinya akan digunakan anak Sulis untuk mendukung kegiatan belajar.

“Dari Putra Siregar memberikan bantuan satu unit handphone yang nanti bisa dipakai anak saya sekolah,” ujarnya.

Selain bantuan tersebut, Sulis mengaku menerima santunan pendidikan, bantuan tunai, hingga dukungan dari sejumlah YouTuber, komunitas sosial, dan pelaku usaha.

“Uang untuk pendidikan anak, terus dari kalangan YouTuber, orang-orang yang bersimpati juga banyak memberi bantuan. Yang paling besar mungkin dari LHS Charity. Kemudian keluarga besar pemilik Pisang Goreng Bu Nanik juga langsung membantu,” tuturnya.

Menanggung Empat Anak yang Masih Sekolah

Sulis mengungkapkan bantuan yang diterimanya sangat berarti bagi keluarganya. Saat ini ia menjadi tulang punggung keluarga dengan empat anak yang seluruhnya masih mengenyam pendidikan.

Anak sulungnya duduk di bangku kelas 2 SMP, anak kedua kelas 6 SD, anak ketiga kelas 3 SD, sedangkan anak bungsunya baru memasuki kelas 1 SD.

Sementara itu, sang istri yang sehari-hari menjadi ibu rumah tangga juga sesekali bekerja serabutan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

“Ibu rumah tangga dan kadang-kadang bekerja serabutan untuk bantu-bantu sedikitnya buat dapur,” ujar Sulis.

Sudinhub Jakarta Timur Sampaikan Permohonan Maaf

Menindaklanjuti perhatian publik terhadap peristiwa tersebut, jajaran Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur mendatangi kediaman Sulis pada Minggu (20/6/2026). Selain mengembalikan sepeda motor, pihak Sudinhub juga menyampaikan permohonan maaf.

Perwakilan Sudinhub menyebut insiden tersebut menjadi bahan evaluasi agar penegakan aturan di lapangan tetap berjalan dengan pendekatan yang lebih humanis.

“Ini menjadi pembelajaran buat kami. Ke depan akan kami perbaiki bagaimana melakukan penegakan hukum. Namun, kami juga berharap teman-teman tetap tertib berlalu lintas dan mematuhi rambu-rambu yang sudah ada,” ujar perwakilan Sudinhub.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada Sulis dan keluarganya.

“Kami dengan tulus dan ikhlas menyampaikan permohonan maaf kepada Bapak Sulis dan keluarga. Mudah-mudahan ini menjadi hal yang baik ke depan.”

Sementara itu, Sulis mengakui dirinya memang melakukan pelanggaran dengan memarkir kendaraan di lokasi yang tidak semestinya.

“Memang saya juga minta maaf kalau saya salah. Ini menjadi teguran buat saya juga karena memang enggak boleh parkir sembarangan,” ucapnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penegakan aturan lalu lintas perlu dilakukan secara tegas dengan tetap mengedepankan sisi kemanusiaan. Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk mematuhi aturan parkir demi menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas.(***)

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri