x Viralterkini

Pameran World Press Photo 2026: Lewat Foto Jurnalistik, Teguhkan Kekuatan Kebebasan Pers

waktu baca 3 menit
Sabtu, 26 Sep 2026 06:39 15 M Ary K

Viralterkini.id, JAKARTA — Pameran bergengsi World Press Photo 2026 resmi dibuka pada Jumat, 25 September 2026 di Erasmus Huis, Jakarta, membawa puluhan karya fotografi pemenang kontes ke-69 yang memotret realitas dunia — mulai dari konflik, krisis, perlawanan, hingga ketahanan hidup dan tradisi yang tersembunyi. Pameran akan berlangsung hingga 24 Oktober 2026.

Dipilih dari 57.376 karya yang dikirimkan oleh 3.747 fotografer dari 141 negara, sebanyak 42 karya terbaik kini dipajang. Tidak sekadar pameran seni, ajang ini menjadi pernyataan kuat tentang kebebasan berekspresi dan kebebasan pers — nilai yang terus diperjuangkan World Press Photo sejak didirikan di Belanda pada 1955.

Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, menyatakan kebanggaan mendukung ajang ini sebagai sarana memperdalam pemahaman dan mendorong dialog lewat jurnalistik visual. Sementara itu, Kurator World Press Photo Mariana Rettore Baptista menegaskan bahwa banyak foto diambil para fotografer dengan mempertaruhkan nyawa, sehingga setiap gambar adalah panggilan untuk menjaga kebebasan pers.

Dalam pidato kunci, Pemimpin Redaksi IDN Times Uni Lubis mengingatkan tantangan nyata yang dihadapi profesi jurnalis, termasuk gelombang pemutusan hubungan kerja di industri media Indonesia dan terkikisnya fondasi ekonomi reportase. “Masyarakat yang tidak berinvestasi dalam foto jurnalistik independen, suatu hari nanti akan mendapati dirinya tidak lagi memiliki saksi,” ujarnya.

Karya Photo of the Year 2026 jatuh pada Separated by ICE karya Carol Guzy, yang merekam perpisahan menyayat hati sebuah keluarga di Amerika Serikat. Tahun ini juga menonjolkan keragaman cerita: 31 dari 42 pemenang mengambil foto di wilayah asal mereka, berkat sistem penilaian regional yang mulai berlaku sejak 2021. Ketua juri global Kira Pollack menekankan bahwa kini giliran masyarakat untuk menyimak rekaman fakta yang telah disusun para fotografer.

Erasmus Huis, yang tahun ini merayakan ulang tahun ke-55, menjadi tuan rumah ajang tersebut sebagai pusat pertukaran budaya yang inklusif antara Belanda dan Indonesia. (ma)

5 Poin Penting

  1. Waktu dan Tempat Pameran — Dibuka 25 September 2026 dan berlangsung hingga 24 Oktober 2026 di Erasmus Huis, Jakarta; ajang ini diselenggarakan bersamaan dengan perayaan ulang tahun ke-55 Erasmus Huis sebagai pusat kebudayaan Belanda–Indonesia.
  2. Cakupan dan Seleksi Karya — 42 karya pemenang dipilih dari 57.376 karya yang dikirimkan oleh 3.747 fotografer dari 141 negara, menampilkan tema konflik, krisis, perlawanan, resiliensi, hingga tradisi yang sering terabaikan.
  3. Misi dan Nilai Inti — Pameran bukan hanya menampilkan karya fotografi, melainkan memperjuangkan kebebasan pers dan kebebasan berekspresi; banyak foto diambil para fotografer dengan risiko nyawa demi menyampaikan kebenaran.
  4. Tantangan Profesi Jurnalis — Di Indonesia, industri media mengalami gelombang pemutusan hubungan kerja dan penurunan dukungan ekonomi bagi reportase independen; masyarakat diingatkan bahwa tanpa investasi pada jurnalisme, akan hilang pula saksi atas realitas kehidupan.
  5. Penghargaan Utama & Keragaman Cerita — Foto Separated by ICE karya Carol Guzy dinobatkan sebagai Photo of the Year 2026; 31 dari 42 pemenang berasal dari wilayah tempat mereka memotret, menunjukkan keberhasilan sistem penilaian regional dalam memperkaya perspektif global.

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini