x Viralterkini

Indonesia Hadapi Singapura di Laga Hidup Mati, John Herdman: Kami Terluka dan Lapar Kemenangan

waktu baca 6 menit
Kamis, 6 Agu 2026 19:01 25 M Ary K

Viralterkini.id, SINGAPURA – Timnas Indonesia akan menghadapi Singapura dalam pertandingan terakhir Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026. Duel di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026) malam WIB, menjadi laga hidup mati bagi Skuad Garuda dalam perebutan tiket menuju babak semifinal.

Indonesia saat ini menempati posisi ketiga klasemen sementara Grup A dengan enam poin. Pasukan John Herdman mencatatkan dua kemenangan atas Kamboja dan Timor Leste serta menelan satu kekalahan dari Vietnam.

Kondisi tersebut membuat Indonesia wajib mendapatkan hasil maksimal dalam laga terakhir. Meski menghadapi tekanan besar, Herdman meminta para pemain tetap tenang dan fokus menjalankan rencana permainan.

Pelatih asal Inggris itu menyadari Singapura bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Selain bermain di hadapan pendukung sendiri, The Lions dinilai memiliki organisasi permainan dan mental kolektif yang kuat.

“Kami datang ke laga tandang dengan atmosfer yang pasti tidak mudah. Kami menghadapi tim yang sangat terorganisasi dan sudah menunjukkan sepanjang turnamen bahwa mereka sulit dikalahkan. Mereka tidak banyak kebobolan dan memiliki mental kolektif yang sangat baik,” ujar Herdman dalam konferensi pers menjelang pertandingan.

Namun, Herdman menegaskan timnya memiliki kualitas dan motivasi untuk menghadapi tantangan tersebut. Kombinasi pemain berpengalaman dan pemain muda menjadi modal Indonesia untuk mengejar kemenangan.

“Kami juga tahu siapa kami. Kami adalah tim yang kuat. Kami memiliki pemain-pemain berpengalaman serta pemain muda yang lapar akan kesuksesan,” katanya.

“Sepak bola hidup untuk momen-momen seperti ini. Sangat menyenangkan memasuki pertandingan ketika semuanya dipertaruhkan. Ini akan menjadi ujian yang sangat bagus bagi kami,” lanjutnya.

Penyelesaian Akhir Menjadi Perhatian

Indonesia mengawali turnamen dengan kemenangan meyakinkan atas Kamboja. Namun, produktivitas gol Skuad Garuda kemudian menurun dalam pertandingan berikutnya, termasuk ketika menghadapi Timor Leste yang bermain dengan 10 pemain.

Herdman mengakui ketepatan penyelesaian akhir di sekitar kotak penalti menjadi salah satu aspek yang perlu diperbaiki. Kendati demikian, ia tidak ingin memberikan tekanan berlebihan kepada para pemain.

“Salah satu area yang perlu kami tingkatkan adalah ketepatan penyelesaian akhir di sekitar kotak penalti. Namun, semakin besar perhatian diberikan pada masalah itu, semakin besar pula tekanan yang dirasakan pemain untuk mencetak gol,” ucap Herdman.

“Kami harus menjaga keseimbangan agar mereka tetap bermain bebas. Bagi kami, yang terpenting adalah proses,” tambahnya.

Herdman juga menilai pertandingan melawan Vietnam memberikan sejumlah pelajaran penting, khususnya dalam transisi bertahan. Namun, ia menegaskan Singapura mempunyai karakteristik permainan yang berbeda.

“Vietnam bukan Singapura. Singapura adalah tim yang sangat berbeda. Setiap pertandingan memiliki karakteristiknya masing-masing dan para pemain memahami betapa pentingnya laga ini,” tuturnya.

Waspadai Permainan Proaktif Singapura

Herdman tidak sepenuhnya sepakat dengan anggapan bahwa Singapura akan tampil bertahan. Berdasarkan hasil analisisnya, tim asuhan Gavin Lee tersebut justru mampu memainkan sepak bola proaktif dengan pola serangan yang menarik.

Menurutnya, sejumlah lawan Indonesia sebelumnya terpaksa bermain lebih defensif karena Skuad Garuda mampu menguasai permainan dan memberikan tekanan.

“Timor Leste, Vietnam, dan Kamboja bermain bertahan melawan kami karena kami memaksa mereka melakukannya. Itulah gaya bermain kami. Kami ingin menguasai permainan, menguasai bola, dan memaksa lawan bertahan di wilayahnya sendiri,” kata Herdman.

“Namun, Singapura sebenarnya merupakan tim yang cukup positif dan proaktif. Mereka memiliki beberapa pola permainan orang ketiga yang sangat menarik. Gavin telah melakukan pekerjaan yang bagus dan mereka memainkan sepak bola yang baik,” lanjutnya.

Meski memuji kualitas calon lawannya, Herdman mengirimkan peringatan tegas kepada tuan rumah.

“Besok mereka akan menghadapi Indonesia yang sedang terluka dan sangat lapar akan kemenangan,” ujarnya.

Marc Klok: Kami Datang dengan Misi Jelas

Gelandang Timnas Indonesia, Marc Klok, memastikan kondisi mental para pemain telah kembali pulih setelah kekalahan dari Vietnam. Hasil negatif tersebut dijadikan motivasi untuk bangkit dalam pertandingan penentuan.

“Kami datang ke Singapura dengan misi yang sangat jelas. Kami memulai turnamen ini dengan kepercayaan diri tinggi. Beberapa hari lalu kami mendapat pukulan, tetapi itu merupakan bagian dari kehidupan dan sepak bola,” ujar Klok.

Menurutnya, kualitas sebuah tim akan terlihat ketika menghadapi kesulitan. Para pemain pun telah bertekad memberikan kemampuan terbaik untuk membawa Indonesia melaju ke semifinal.

“Identitas sejati sebuah tim terlihat dari kemampuannya untuk bangkit ketika menghadapi kesulitan. Ketika semuanya berjalan sesuai rencana, sangat mudah untuk percaya diri dan menerima pujian. Namun, saat menghadapi keraguan atau masa sulit, di situlah kualitas tim dan pemimpin sejati akan terlihat,” katanya.

Klok menegaskan seluruh pemain percaya terhadap rencana yang disiapkan tim pelatih. Kebersamaan yang terbentuk di dalam tim juga menjadi kekuatan penting menjelang laga krusial tersebut.

“Kami percaya penuh terhadap rencana pelatih. Semua pemain mendukungnya dan kami bersatu seperti sebuah keluarga. Sekarang menjadi tugas kami untuk menunjukkan kepercayaan diri itu di lapangan,” ucapnya.

“Kami akan memberikan segalanya, bukan hanya untuk kelompok pemain dan staf pelatih, tetapi juga untuk lebih dari 280 juta rakyat Indonesia yang mendukung kami. Itulah yang pantas mereka dapatkan,” tambah Klok.

Misi Mengakhiri Penantian Gelar

Indonesia tercatat telah enam kali mencapai final Piala AFF, tetapi belum pernah mengangkat trofi. Herdman tidak menampik adanya keinginan besar untuk menjadi pelatih pertama yang membawa Indonesia menjuarai turnamen sepak bola Asia Tenggara tersebut.

Namun, ia menegaskan turnamen ini juga menjadi bagian dari proses pembangunan tim menuju Piala Asia 2027 dan target jangka panjang lolos ke Piala Dunia 2030.

“Semua kompetisi tersebut menjadi bagian dari proses membangun pemahaman tentang sepak bola turnamen. Sepak bola turnamen sangat berbeda dibandingkan hanya memainkan laga persahabatan FIFA,” kata Herdman.

Selama sekitar 33 hari bersama, Herdman menyebut timnya telah berusaha membangun persaudaraan, identitas taktik, dan kebersamaan. Piala AFF 2026 juga menjadi kesempatan untuk menguji kualitas para pemain yang berkompetisi di dalam negeri.

“Saya datang untuk memberikan kesempatan kepada seluruh pemain domestik Indonesia agar memperjuangkan tempat menuju Piala Asia dan Piala Dunia 2030. Saya ingin melihat kemampuan mereka sebagai pemain, pemimpin, maupun sebagai sebuah kolektif,” ujarnya.

“Namun, jauh di dalam hati, tentu ada keinginan menjadi orang pertama yang mengangkat trofi untuk negara ini. Semangat, motivasi, dan energi untuk menjadi pelopor adalah alasan kami bangun setiap pagi,” lanjut Herdman.

Tenang, tetapi Tetap Membara

Menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi, Herdman meminta pemain menjaga ketenangan tanpa kehilangan semangat bertanding. Menurutnya, ketenangan berarti tetap fokus menjalankan tugas dan percaya terhadap kekuatan kolektif.

“Tetap tenang berarti tetap fokus pada tugas yang harus dijalankan. Namun, kami juga harus bermain dengan penuh semangat. Tidak ada keraguan mengenai hal itu,” katanya.

Herdman menyebut kekalahan dari Vietnam telah menyalakan tekad para pemain untuk membuktikan kemampuan mereka. Komitmen menjalankan rencana bersama diyakini menjadi salah satu kunci untuk mendapatkan hasil maksimal.

“Ini adalah tim yang sedang terluka dan ingin membuktikan sesuatu, pertama kepada diri sendiri, kemudian kepada semua orang. Api semangat di dalam tim sudah menyala,” tegasnya.

“Kami tahu mengapa kami berada di sini. Jika gagal, rasa sakitnya akan sangat besar karena kesempatan seperti ini mungkin tidak datang lagi. Karena itu, besok kami tidak akan main-main,” pungkas Herdman. (ma)

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini