Pertandingan seru antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di ajang FIFA ASEAN CUP 2026 yang digelar di GBK Senayan Jakarta, Senin (28/09). Foto : Viralterkini.id/MAK Viralterkini.id, Jakarta – Timnas Indonesia harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026) malam. Meski gagal meraih kemenangan, perjuangan skuad Garuda yang bermain dengan 10 pemain mendapat apresiasi dari pelatih John Herdman dan kiper Maarten Paes.
Tambahan satu angka membuat Indonesia mengoleksi empat poin dan menempati peringkat kedua klasemen sementara. Malaysia tetap berada di puncak dengan jumlah poin yang sama, tetapi unggul selisih gol.
Persaingan kedua tim pun masih terbuka menuju pertandingan ketiga. Indonesia akan menghadapi Bangladesh, sementara Malaysia dijadwalkan berhadapan dengan Singapura.
John Herdman membuka keterangannya dengan menyampaikan terima kasih kepada suporter yang memenuhi stadion. Ia secara khusus menyoroti energi dari tribune pada 20 menit terakhir pertandingan.

“Maksud saya, melihat stadion yang penuh dan mendengar serta merasakan energi mereka dalam 20 menit terakhir pertandingan, itu sungguh luar biasa,” ujar Herdman.
“Itu adalah X-factor yang nyata bagi negara ini, bagi para pemain kami,” lanjutnya.
Menurut Herdman, dukungan tersebut memperkuat kebersamaan yang sedang dibangun di dalam tim. Para pemain tidak hanya berjuang untuk satu sama lain, tetapi juga merasakan dorongan dari para pendukung.
“Kami sedang membangun persaudaraan di dalam tim ini. Mereka akan berjuang satu sama lain, berjuang untuk tujuan yang sama. Namun ketika Anda memiliki basis suporter seperti ini, kami berjuang bersama. Dan itulah yang terjadi malam ini,” katanya.
Herdman mengaku bangga terhadap usaha seluruh pemain. Baginya, komitmen untuk mengerahkan kemampuan hingga pertandingan berakhir menjadi hal penting dari penampilan Indonesia.
“Saya sangat bangga kepada mereka, benar-benar bangga kepada mereka, satu per satu. Mereka memberikan segalanya malam ini,” tegasnya.
Maarten Paes menyampaikan penilaian serupa. Ia menyebut dukungan suporter sangat dibutuhkan ketika Indonesia harus melanjutkan pertandingan dengan jumlah pemain lebih sedikit.
“Tentu saja, ketika Anda bermain dengan 10 pemain, kami membutuhkan suporter untuk menjadi pemain ke-11, dan saya pikir mereka melakukan itu,” ujar Paes.
Situasi tersebut membuat Indonesia harus lebih banyak bertahan. Namun, Paes melihat para pemain menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga gawang tetap aman.
Ia mencontohkan momen tendangan sudut terakhir, ketika seluruh pemain berusaha menghalau ancaman lawan.
“Kalau Anda melihat tendangan sudut terakhir, semua orang berusaha memblok bola. Mendapatkan clean sheet sangat penting,” katanya.
Paes juga menyoroti catatan pertahanan Indonesia. Menurutnya, skuad Garuda membukukan lima pertandingan tanpa kebobolan dalam enam laga terakhir.
“Saya pikir secara defensif, dalam enam pertandingan terakhir, kami mencatat lima clean sheet. Itu menunjukkan banyak hal tentang tim kami. Jadi, saya sangat bangga dengan hal itu,” ucapnya.
Meski mengapresiasi perjuangan tim, Herdman tetap mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki. Fokus evaluasinya adalah kemampuan Indonesia membangun serangan ketika bermain dengan 10 pemain.
Ia menilai Indonesia memulai pertandingan dengan baik dalam 15 hingga 20 menit pertama. Menghadapi Malaysia yang disebutnya terorganisasi dan memiliki pemain berkualitas, skuad Garuda mampu meredam sejumlah ancaman.
Herdman secara khusus memuji kontribusi Hübner dan Dean James dalam mengatasi kekuatan Malaysia dari sisi kiri.
Indonesia juga mampu menciptakan peluang ketika jumlah pemain masih seimbang. Herdman menyebut adanya bola yang mengenai tiang serta gol yang dianulir sebagai bagian dari momen menyerang timnya.
“Kami memiliki beberapa momen bagus. Kami mengenai tiang, kami memiliki gol yang dianulir, dan sebagainya,” tuturnya.
Namun, setelah kekurangan pemain, Indonesia menghadapi tantangan untuk tetap memberikan tekanan. Kondisi fisik yang terkuras turut memengaruhi pilihan permainan.
“Jadi, menurut saya, satu-satunya yang perlu diperbaiki adalah sedikit penyesuaian pada aspek menyerang ketika bermain dengan 10 pemain,” jelas Herdman.
Herdman menegaskan bahwa hasil imbang membuat Indonesia tetap berada dalam persaingan. Pertandingan melawan Bangladesh kini menjadi kesempatan berikutnya untuk memperjuangkan posisi di klasemen.
Sementara itu, ia menilai Singapura akan menjadi tantangan lebih berat bagi Malaysia pada laga terakhir.
“Kami bersemangat untuk pertandingan itu. Semuanya masih terbuka,” ujar Herdman.
Ia pun berharap suporter kembali hadir dan memberikan energi yang sama pada pertandingan ketiga.
“Setidaknya para suporter memiliki pertandingan ketiga yang bisa mereka nantikan dan datang untuk mendukung kami. Kami membutuhkan dukungan itu lagi,” katanya.
Paes juga menegaskan tekad tim untuk tampil maksimal pada pertandingan berikutnya.
“Semuanya masih harus diperjuangkan di pertandingan ketiga. Jadi, ya, mari kita berikan semuanya untuk pertandingan tersebut,” pungkasnya. (ma)
5 Poin Penting:
- Indonesia dan Malaysia bermain imbang 0-0. Kedua tim mengoleksi empat poin, tetapi Malaysia berada di puncak klasemen karena unggul selisih gol.
- Herdman bangga dengan perjuangan pemain. Ia mengapresiasi usaha skuad Garuda dan menyebut dukungan suporter sebagai faktor penting, terutama pada 20 menit terakhir.
- Paes menyebut suporter sebagai pemain ke-11. Dukungan dari tribune membantu Indonesia menghadapi situasi sulit ketika bermain dengan 10 orang.
- Pertahanan solid, serangan tetap perlu dievaluasi. Paes menyebut Indonesia mencatat lima clean sheet dalam enam laga terakhir, sementara Herdman ingin memperbaiki serangan saat kekurangan pemain.
- Persaingan berlanjut ke pertandingan ketiga. Indonesia akan menghadapi Bangladesh, sedangkan Malaysia melawan Singapura. Herdman kembali meminta dukungan penuh suporter.