Ilustrasi EPA U-19 Championship. Foto : Viralterkini.id/MAK Viralterkini.id, Bekasi — Harapan besar masyarakat Sumatera Selatan kini tertuju kepada Sumsel United U19 yang akan tampil di partai final Elite Pro Academy (EPA) Championship U19 menghadapi Persiku Kudus U19. Laga puncak tersebut dijadwalkan berlangsung di Lapangan Akademi Garudayaksa, Bekasi, Sabtu (16/5/2026).
Pertemuan dua tim muda penuh kejutan ini diprediksi berlangsung sengit. Baik Sumsel United maupun Persiku Kudus sama-sama menunjukkan performa impresif sejak fase grup hingga babak delapan besar.
Sumsel United U19 yang dijuluki “Laskar Juaro Muda” melangkah ke final melalui perjalanan yang tidak mudah. Anak asuh Ardi Hernando harus bersaing ketat menghadapi sejumlah tim kuat seperti PSS Sleman U19, PSPS Pekanbaru U19, dan Persiraja Banda Aceh U19 sejak fase grup.
Performa konsisten kembali mereka tunjukkan di babak delapan besar. Sumsel United sukses menumbangkan tuan rumah Garudayaksa FC U19 dan FC Bekasi City U19, serta mencuri hasil imbang saat menghadapi Kendal Tornado FC U19.
Keberhasilan menembus final menjadi kabar menggembirakan bagi perkembangan sepak bola usia muda di Sumatera Selatan. Direktur Utama PT Cahaya Sumsel Utama, Erick Yuniman, mengaku bangga dengan pencapaian tim yang mayoritas diperkuat pemain lokal.
“Keberhasilan melaju ke final menjadi bukti nyata bahwa pembinaan pemain lokal yang dilakukan klub berjalan sesuai visi besar manajemen. Di tim U19 ini, hampir 95 persen pemain merupakan putra asli daerah yang diseleksi dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan,” ujar Erick.
Menurut Erick, tim hanya menambahkan beberapa pemain dari skuad senior sesuai regulasi kompetisi untuk memperkuat kedalaman tim.
Menjelang laga final, pelatih Ardi Hernando meminta para pemain tampil lepas tanpa tekanan. Meski mengakui kualitas lawan, ia ingin anak asuhnya tetap percaya diri dan menunjukkan karakter permainan terbaik mereka.
Senada dengan sang pelatih, Erick Yuniman menilai status non-unggulan justru menjadi motivasi tambahan bagi timnya untuk terus memberikan kejutan.
“Sepak bola bukan sekadar hitungan di atas kertas. Sejak awal kita tidak diunggulkan, tetapi kerja keras membuat tim ini mencapai final. Semoga para pemain bisa bermain tanpa beban dan memberikan hasil terbaik,” katanya.
Di sisi lain, Persiku Kudus U19 datang ke final dengan modal performa yang tak kalah meyakinkan. Tim berjuluk “Macan Muria Muda” tampil dominan sepanjang kompetisi EPA Championship U19 musim ini.
Pada fase Grup B, Persiku Kudus U19 berhasil keluar sebagai pemuncak klasemen dengan catatan delapan kemenangan dan satu hasil imbang. Mereka sukses mengalahkan sejumlah tim kuat seperti Persela Lamongan U19, FC Bekasi City U19, PS Barito Putera U19, dan Persipal FC U19.
Dominasi tersebut berlanjut di babak delapan besar. Bergabung di Grup Y, Persiku Kudus U19 kembali tampil solid dengan meraih dua kemenangan penting atas Persipura Jayapura U19 dan PSS Sleman U19 untuk memastikan status juara grup.
Meski sempat kalah 1-3 dari Adhyaksa FC U19 pada laga terakhir yang sudah tidak menentukan, Persiku tetap menjaga mentalitas dan konsistensi permainan mereka.
Pelatih Persiku Kudus U19, Yulian Syahreva, mengapresiasi perjuangan seluruh elemen tim yang dinilainya berperan besar membawa Persiku ke partai final.
“Alhamdulillah, ini semua adalah hasil kerja keras dari pemain, pelatih, ofisial, serta manajemen. Yang utama, ini semua atas kehendak dan pertolongan Allah SWT,” ujar Yulian.
Menjelang pertandingan penentuan, Yulian berharap anak asuhnya mampu mempertahankan fokus dan menampilkan permainan terbaik demi membawa trofi juara ke Kabupaten Kudus.
“Semoga kami bisa menyelesaikan perjuangan ini sampai akhir dan finis sesuai harapan kita semua,” pungkasnya.
Final EPA Championship U19 antara Sumsel United U19 dan Persiku Kudus U19 dipastikan menjadi panggung pembuktian bagi dua tim muda yang sama-sama mengandalkan kerja keras, disiplin, dan semangat pembinaan pemain daerah dalam menembus level kompetisi nasional. (ma)

