Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. Foto : KPK Viralterkini.id, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami skema aliran dugaan suap dalam proyek pembangunan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Dalam pengusutan terbaru, KPK menelusuri dugaan aliran uang dari Bupati Pati, Sudewo (SDW), yang disebut mengalir melalui sejumlah perantara hingga ke pejabat di lingkungan Kementerian Perhubungan.
Pendalaman dilakukan melalui pemeriksaan sejumlah saksi. Pada Rabu (13/5/2026), penyidik KPK memeriksa saksi bernama Bambang Irawan Daeng Irate Jamal (BBG).
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan pemeriksaan Bambang difokuskan pada dugaan pemberian uang dari Sudewo kepada Robby Kurniawan (RB).
“Hari ini dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan kepada saksi Saudara BBG. Pemeriksaan kali ini fokus terkait dugaan pemberian uang dari Saudara SDW kepada Saudara RB yang sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan,” kata Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, dikutip Kamis (14/5/2026).
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Bambang diketahui merupakan staf Robby Kurniawan. Dalam konstruksi perkara yang didalami penyidik, Sudewo diduga menyerahkan uang kepada Bambang untuk kemudian diteruskan kepada Robby.
KPK menduga setelah menerima uang tersebut, Robby Kurniawan mengalirkannya kepada sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Perhubungan yang membawahi DJKA, termasuk kepada pihak yang diduga terkait dengan mantan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.
“Dari Saudara RB ini, diduga uang yang mengalir dari pihak SDW ini cross ke pihak-pihak di Kementerian Perhubungan yang membawahi DJKA terkait pelaksanaan proyek-proyek pembangunan jalur kereta, di antaranya pembangunan jalur kereta di wilayah Jawa Timur,” ujar Budi.
Pada masa kepemimpinan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Robby Kurniawan diketahui menjabat sebagai staf ahli menteri bidang logistik dan multimoda.
KPK menegaskan penelusuran dugaan aliran suap tersebut tidak berhenti pada sosok Robby Kurniawan. Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya aliran dana lanjutan kepada pihak lain di lingkungan Kemenhub.
“Nanti akan kita dalami lagi apakah hanya berhenti di RB atau masih berlanjut,” tutur Budi.
Kasus dugaan suap di lingkungan DJKA sendiri bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 11 April 2023 di Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah DJKA Kementerian Perhubungan. Saat ini, institusi tersebut telah berganti nama menjadi BTP Kelas I Semarang.
Dari OTT tersebut, KPK menetapkan 10 orang tersangka yang diduga terlibat dalam praktik korupsi proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur rel kereta api di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.
Sejumlah proyek yang masuk dalam konstruksi perkara antara lain proyek pembangunan jalur kereta api ganda Solo Balapan–Kadipiro–Kalioso, proyek pembangunan jalur kereta api di Makassar, Sulawesi Selatan, empat proyek konstruksi jalur kereta api dan dua proyek supervisi di Lampegan, Cianjur, Jawa Barat, hingga proyek perbaikan perlintasan sebidang Jawa–Sumatera.
KPK memastikan penyidikan perkara masih terus berkembang seiring pendalaman terhadap aliran dana dan keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus tersebut. (ma)