x Viralterkini

Persija U-18 Finis Keempat di Seoul, Sang Kapten: Tak Pernah Takut Siapa pun Lawannya!

waktu baca 3 menit
Senin, 21 Sep 2026 19:30 9 M Ary K

Viralterkini.id — Persija U-18 membawa pulang pelajaran penting setelah finis di peringkat keempat Hechi Cup U-18 2026 di Seoul, Korea Selatan. Menghadapi permainan cepat dan agresif, skuad muda Macan Kemayoran mendapat ujian mental sekaligus bahan evaluasi menjelang EPA ONE 2026–2027.

Di bawah arahan pelatih Ramdani Lestaluhu, turnamen internasional tersebut menjadi kesempatan untuk mengukur perkembangan pemain. Persija U-18 juga merasakan langsung tuntutan permainan saat menghadapi tim-tim dari Korea Selatan dan Jepang.

Ramdani mengakui, sejumlah pemain sempat terkejut dengan tempo pertandingan dan agresivitas lawan. Persoalan mental pun membuat mereka belum mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Cuaca tidak menjadi kendala berarti karena Korea Selatan belum memasuki musim dingin. Justru kecepatan permainan, transisi, pengambilan keputusan, dan kondisi fisik menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera dibenahi.

Meski demikian, Ramdani melihat perkembangan positif selama turnamen berlangsung. Para pemain mulai lebih percaya diri dan berani menghadapi tekanan lawan.

“Dari sisi kepercayaan diri terlihat lebih baik, komunikasi saat transisi baik positif maupun negatif mulai terjalin, dan pemain juga sudah berani menguasai bola dalam tekanan pressing lawan yang tinggi,” tutur Ramdani.

Pelajaran serupa dirasakan kapten sekaligus gelandang bertahan Persija U-18, Muhammad Fauzan. Ia menilai pengalaman di Seoul menunjukkan betapa pentingnya mental bertanding saat menghadapi lawan dengan intensitas tinggi.

Fauzan mengakui timnya masih perlu meningkatkan intensitas permainan dan kecepatan pergerakan tanpa bola. Namun, ia menekankan bahwa keberanian dan tekad pantang menyerah harus menjadi dasar permainan, baik ketika bertahan maupun menyerang.

“Hal yang kami pelajari dari kekalahan-kekalahan kemarin adalah kami harus memiliki mental bertanding yang kuat, tidak mau kalah, dan tak pernah takut sama siapa pun lawannya,” ujar Fauzan.

Usai turnamen, Fauzan dan rekan-rekannya berkomitmen terus mengevaluasi diri. Disiplin, kerja keras, serta kebiasaan positif yang dipelajari di Korea Selatan akan diterapkan dalam latihan dan pertandingan berikutnya.

Dengan bekal tersebut, Persija U-18 menatap EPA ONE 2026–2027 yang dijadwalkan mulai bergulir pada awal Oktober 2026. Tantangannya kini adalah mengubah pengalaman internasional menjadi peningkatan nyata di lapangan.

Sosok Muhammad Fauzan, Kapten Persija U-18 yang Menyerukan Mental Tanpa Takut

Muhammad Fauzan merupakan kapten sekaligus gelandang bertahan Persija U-18. Ia menjadi bagian dari skuad muda Macan Kemayoran yang menuntaskan Hechi Cup U-18 2026 di Seoul, Korea Selatan, dengan menempati peringkat keempat.

Bagi Fauzan, menghadapi tim-tim dengan permainan cepat dan intensitas tinggi memberikan pelajaran penting tentang keberanian. Ia menyadari bahwa timnya masih perlu membenahi intensitas permainan serta pergerakan tanpa bola.

Kapten Persija U-18, Muhammad Fauzan,Foto : Persija

Sebagai kapten, Fauzan menekankan pentingnya memiliki mental pantang menyerah dan tidak gentar menghadapi lawan. Pesan itu menjadi bekal bagi dirinya dan rekan-rekannya untuk terus memperbaiki performa.

Menjelang EPA ONE 2026–2027, Fauzan berkomitmen menerapkan disiplin, kerja keras, dan kebiasaan positif dari pengalaman di Korea Selatan dalam rutinitas bersama Persija U-18. (ma)

5 poin penting:

  1. Finis di peringkat keempat. Persija U-18 merampungkan Hechi Cup U-18 2026 di Seoul di bawah arahan Ramdani Lestaluhu.
  2. Tempo tinggi menguji mental pemain. Permainan cepat dan agresif tim Korea Selatan serta Jepang sempat membuat pemain Persija U-18 terkejut.
  3. Empat aspek menjadi evaluasi utama. Ramdani menyoroti tempo permainan, transisi, pengambilan keputusan, dan kondisi fisik.
  4. Ada perkembangan positif. Kepercayaan diri, komunikasi saat transisi, dan keberanian menguasai bola di bawah tekanan mulai meningkat.
  5. Fauzan menyerukan mental tanpa takut. Sang kapten menekankan keberanian, disiplin, dan kerja keras sebagai bekal menghadapi EPA ONE 2026–2027.

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini