x Viralterkini

Hari Nur Jadi Penyelamat PSIS Menit ke-90, Widodo: Saya Tidak Memiliki Pemain Cadangan!

waktu baca 4 menit
Senin, 21 Sep 2026 00:24 18 M Ary K

Viralterkini.id, Bekasi – Semen Padang FC sudah berada di ambang kemenangan, tetapi Hari Nur Yulianto mengubah akhir cerita. Golnya pada menit ke-90 menyelamatkan PSIS Semarang dari kekalahan sekaligus memaksa pertandingan berakhir imbang 1-1.

Duel Pegadaian Championship 2026–2027 tersebut berlangsung di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, Minggu (20/9). Semen Padang unggul lebih dahulu melalui Igor Cukovic pada menit kesembilan, sebelum PSIS membalas pada pengujung waktu normal.

Bagi PSIS, satu poin dari pertandingan tandang ini menjadi buah perjuangan hingga akhir. Pelatih Widodo C Putro mengakui timnya mengincar kemenangan, tetapi tetap mensyukuri hasil yang didapat.

“Target kami datang ke sini tentu ingin mendapatkan poin. Target yang paling tinggi adalah meraih tiga poin. Namun, kami hanya mendapatkan satu poin dan tentu tetap kami syukuri,” ujar Widodo seusai pertandingan.

Widodo menilai kedua tim menyuguhkan permainan atraktif dan saling menyerang. Namun, PSIS sempat kesulitan menemukan ritme pada babak pertama karena masih beradaptasi dengan situasi pertandingan.

“Setelah memasuki babak kedua, kami mulai bisa memainkan permainan kami,” katanya.

Perbaikan permainan tersebut akhirnya membuahkan gol Hari Nur. PSIS berhasil menggagalkan kemenangan tuan rumah sekaligus membawa pulang satu poin dari Bekasi.

Hari Nur menyebut hasil itu tidak lepas dari kerja keras seluruh pemain yang terus berusaha hingga pertandingan berakhir.

“Kalau dari saya pribadi, alhamdulillah, dalam laga tandang kali ini kami bisa mendapatkan poin. Walaupun sebenarnya kami tetap menginginkan tiga poin, kami tetap bersyukur bisa meraih poin di sini,” ujarnya.

“Semua pemain bekerja keras sampai akhir pertandingan.”

Pernyataan menarik disampaikan Widodo ketika ditanya mengenai kontribusi pemain pengganti dalam mencetak gol. Ia menegaskan bahwa setiap pemain memiliki kedudukan penting dalam tim, terlepas dari kapan mereka dimainkan.

“Jadi, 32 pemain yang kami miliki sebenarnya semuanya merupakan pemain inti. Tinggal kapan mereka diturunkan, apakah pada babak pertama atau babak kedua,” tegasnya.

“Istilahnya, saya tidak memiliki pemain cadangan. Siapa pun yang siap diturunkan harus memberikan penampilan maksimal, baik sejak babak pertama maupun ketika masuk pada babak kedua.”

Menurut Widodo, para pemain tetap menunjukkan konsistensi dan kontribusi tinggi. Semangat tersebut menjadi modal PSIS untuk terus mengejar ketertinggalan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada penjaga gawang Semen Padang yang beberapa kali menggagalkan peluang timnya. Widodo menilai penampilan kiper lawan menjadi salah satu alasan PSIS kesulitan mengubah kesempatan menjadi gol.

“Terkait banyaknya peluang, memang penjaga gawang lawan tampil cukup bagus dan beberapa kali mampu menggagalkan peluang kami. Karena itu, meskipun kami memiliki banyak peluang, tidak semuanya berbuah gol,” jelasnya.

Pertandingan yang beberapa kali terhenti akibat pelanggaran turut menjadi perhatian. Widodo menilai ada benturan keras yang berpotensi mencederai pemain, tetapi ia tidak menyimpulkan apakah pelanggaran tersebut dilakukan dengan sengaja.

Di tengah situasi itu, ia memuji keteguhan para pemainnya dalam menjaga perjuangan hingga akhir laga.

“Namun, bagaimanapun, mentalitas pemain kami sangat luar biasa. Mereka tetap berjuang keras sampai akhir pertandingan,” ucapnya.

Bagi Hari Nur, pertandingan ini juga membawa kebahagiaan tersendiri setelah kembali memperkuat PSIS. Ia mengaku senang dapat kembali ke Semarang setelah beberapa tahun meninggalkannya.

“Bagi saya pribadi, alhamdulillah, akhirnya saya bisa kembali bermain setelah beberapa tahun meninggalkan Semarang. Sekarang saya bisa kembali lagi ke Semarang dan tentu merasa sangat senang,” tuturnya.

Hari Nur turut berterima kasih kepada suporter yang datang langsung memberikan dukungan. Apresiasi serupa disampaikan Widodo kepada pendukung PSIS yang menempuh perjalanan jauh dari Semarang ke Bekasi.

Meski mampu terhindar dari kekalahan, Widodo tetap menyimpan catatan untuk pertandingan berikutnya. Ia ingin PSIS lebih siap sejak awal agar tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk menemukan permainan terbaik.

“Saya berharap ke depan para pemain sudah siap sejak menit awal,” katanya. (ma)

5 Poin Penting:

  1. Hari Nur menyelamatkan PSIS pada menit ke-90. Golnya menyamakan skor menjadi 1-1 setelah Semen Padang unggul lewat Igor Cukovic pada menit kesembilan.
  2. Widodo menegaskan semua pemain sama pentingnya. Ia menyebut 32 pemain PSIS sebagai pemain inti yang harus siap memberikan kontribusi kapan pun diturunkan.
  3. PSIS bangkit setelah sempat canggung. Widodo menilai timnya masih beradaptasi pada babak pertama, lalu mulai menemukan permainan pada babak kedua.
  4. Mentalitas dan kerja keras menjadi kunci. Widodo dan Hari Nur sama-sama menyoroti perjuangan pemain hingga akhir untuk membawa pulang poin.
  5. Kembali ke PSIS membahagiakan Hari Nur. Ia senang kembali memperkuat tim asal Semarang dan mengapresiasi suporter yang hadir di Bekasi.

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini