BRI Super League 2026/2027 resmi diluncurkan di Studio Lantai 8, SCTV Tower, Jakarta, Selasa (1/9/2026). Foto : Viralterkini.id/Denny Pohan Viralterkini.id, Jakarta – BRI Super League 2026/2027 resmi diluncurkan di Studio Lantai 8, SCTV Tower, Jakarta, Selasa (1/9/2026). Peluncuran ini menandai dimulainya babak baru kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia yang dijadwalkan melakukan kick-off pada 4 September 2026.
Acara tersebut dihadiri Ketua Umum PSSI Erick Thohir, President Director I.League Ferry Paulus, Direktur Utama BRI, serta jajaran direksi EMTEK.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara PSSI, I.League, BRI, dan EMTEK dalam menghadirkan kompetisi sepak bola profesional yang berkualitas, sehat, bersih, dan memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Erick Thohir menegaskan sepak bola Indonesia tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja. Seluruh pemangku kepentingan, mulai dari federasi, operator liga, klub, sponsor, media, pelatih hingga pemain, harus bergerak dalam satu arah.

“Kita ini negara sepak bola. Artinya, kita tidak mungkin membangun sepak bola secara sendiri-sendiri. Seluruh stakeholder harus menjadi satu,” ujar Erick.
Erick memberikan perhatian khusus terhadap integritas kompetisi. Menurutnya, peningkatan nilai komersial dan jumlah penonton harus berjalan beriringan dengan pertandingan yang bersih serta berkualitas.
“Liganya harus bersih dengan terus meningkatkan kualitas wasit,” tegasnya.
Erick menyebut tingkat akurasi keputusan wasit di kompetisi kasta tertinggi mengalami peningkatan dari 89,3 persen menjadi 90,7 persen. Kehadiran teknologi Video Assistant Referee (VAR) juga dinilai memberikan kontribusi terhadap perbaikan kualitas pertandingan.
Peningkatan lebih besar disebut terjadi di Liga 2. Tingkat akurasi wasit yang sebelumnya berada di angka 75 persen kini diklaim mencapai 92,1 persen.
Menurut Erick, integritas pertandingan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan penonton. Ia mengingatkan seluruh pihak agar mewaspadai praktik pengaturan skor, terutama menjelang akhir musim ketika posisi sejumlah klub sudah relatif aman.
“Kalau ada match fixing di ujung musim, saya tangkap. Ini penting karena dampaknya sekarang sudah luar biasa,” katanya.
BRI Super League tidak hanya menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga dinilai mampu menggerakkan perekonomian nasional. Erick menyebut dampak ekonomi yang dihasilkan kompetisi sepak bola profesional Indonesia hampir mencapai Rp10,4 triliun.
Dampak tersebut berasal dari berbagai aktivitas, mulai dari penjualan tiket, industri penyiaran, sponsor, perputaran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga pendapatan pemain dan klub.
Erick juga memaparkan peningkatan nilai komersialisasi liga. Pada musim 2023/2024, pendapatan liga tercatat sekitar Rp519 miliar. Angka itu meningkat menjadi Rp658 miliar pada musim 2024/2025 dan Rp709 miliar pada musim 2025/2026.
Memasuki musim 2026/2027, pendapatan liga disebut meningkat menjadi sekitar Rp855 miliar.
Pendapatan klub juga menunjukkan pertumbuhan secara bertahap, dari Rp7,5 miliar, kemudian Rp12 miliar, Rp19 miliar, hingga mencapai Rp27 miliar.
“Olahraga bukan biaya, tetapi investasi. Investasi yang menghasilkan pendapatan untuk banyak pihak,” ujar Erick.
Selain persoalan komersial dan integritas, Erick menekankan pentingnya pemerataan kekuatan antarklub. PSSI dan I.League tidak ingin kompetisi Indonesia hanya bergantung pada satu atau dua klub besar.
Ia menilai semakin banyak klub yang sehat, semakin kompetitif pula jalannya liga. Kondisi tersebut diyakini dapat meningkatkan kualitas permainan dan menarik lebih banyak penonton.
“Kita jangan terus terjebak dengan glamornya klub yang akhirnya bangkrut. Sudah banyak cerita dalam sepak bola Indonesia mengenai klub yang bangkrut,” tuturnya.
Karena itu, proses club licensing tidak hanya menilai prestasi di lapangan, tetapi juga mencakup kondisi keuangan, pengelolaan suporter, organisasi, dan kesehatan klub secara keseluruhan.
“Makin banyak klub yang sehat, liga semakin kompetitif dan penontonnya juga semakin banyak,” kata Erick.
Ia turut meminta klub dan pelatih selalu menampilkan komposisi pemain terbaik dalam setiap pertandingan, termasuk menjelang akhir musim. Hal tersebut diperlukan untuk menjaga kualitas permainan sekaligus menarik minat penonton.
President Director I.League Ferry Paulus menyebut peluncuran BRI Super League 2026/2027 sebagai momen bersejarah. Musim ini menjadi tahun keenam kerja sama antara operator liga dan BRI.
Menurut Ferry, kolaborasi tersebut dimulai pada 2021 ketika sepak bola Indonesia menghadapi masa sulit akibat pandemi COVID-19.
“Ketika kami datang pada 2021 pasca-COVID, itu merupakan tahun pertama kerja sama liga dengan BRI. Tahun tersebut sangat berat bagi sepak bola Indonesia,” ujar Ferry.
Seiring berjalannya waktu, kompetisi Indonesia perlahan bangkit. Ferry mengatakan posisi liga Indonesia di kawasan Asia Tenggara meningkat dari peringkat kelima menjadi peringkat kedua, kemudian berhasil menempati peringkat pertama.
“Hari ini, syukur alhamdulillah, kita berada di peringkat pertama Asia Tenggara,” ungkapnya.
Namun, pencapaian tersebut belum menjadi tujuan akhir. I.League menargetkan kompetisi Indonesia dapat masuk dalam jajaran 10 liga terbaik di Asia.
Ferry menyebut liga Indonesia saat ini berada di peringkat ke-20 Asia. Posisi tersebut mengalami perbaikan setelah sebelumnya berada di luar peringkat 30 seusai Tragedi Kanjuruhan.
Liga Indonesia sempat menempati peringkat ke-15 pada paruh musim lalu. Namun, posisi tersebut kembali turun setelah Persib Bandung dan Dewa United gagal melaju lebih jauh dalam kompetisi antarklub Asia.
“Mudah-mudahan tahun depan kita bisa mendekati peringkat ke-10 Asia. Memang diperlukan kerja keras, terutama dari teman-teman pelatih yang hadir hari ini,” katanya.
Ferry berharap kerja sama dengan BRI dan EMTEK sebagai mitra penyiaran dapat membuat industri sepak bola nasional terus tumbuh. Perkembangan liga pada akhirnya juga diharapkan mampu melahirkan pemain berkualitas untuk tim nasional Indonesia.
“Kami percaya dengan kerja sama ini, sepak bola Indonesia akan semakin baik. Pada akhirnya, tim nasional menjadi kebanggaan dan mampu meraih prestasi yang sangat baik,” pungkas Ferry. (ma)
5 Poin Penting
- BRI Super League 2026/2027 resmi diluncurkan di SCTV Tower, Jakarta, dan dijadwalkan memulai pertandingan pada 4 September 2026.
- Erick Thohir menegaskan kompetisi harus bersih serta meminta seluruh pihak mewaspadai praktik pengaturan skor, khususnya menjelang akhir musim.
- Akurasi keputusan wasit mengalami peningkatan, yakni menjadi 90,7 persen di kompetisi kasta tertinggi dan 92,1 persen di Liga 2, didukung penggunaan VAR.
- Pendapatan liga musim 2026/2027 diproyeksikan mencapai Rp855 miliar, sedangkan dampak ekonominya disebut hampir menyentuh Rp10,4 triliun.
- I.League menyebut kompetisi Indonesia berada di peringkat pertama Asia Tenggara dan ke-20 Asia, dengan target mendekati 10 besar Asia pada tahun berikutnya.