x Viralterkini

JITEX 2026 Bidik Rp14 Triliun, Jakarta Buka Pintu Investasi Global dan UMKM Naik Kelas

waktu baca 3 menit
Kamis, 17 Sep 2026 17:43 30 Mohammad Ary K

Viralterkini.id, Jakarta – Jakarta memperkuat langkah menuju kota global melalui Jakarta International Investment, Trade, Tourism, and SMEs Expo (JITEX) 2026. Menghadirkan 275 stan dari berbagai sektor usaha, ajang ini membidik potensi transaksi dan investasi sekitar Rp14 triliun sekaligus membuka peluang bagi UMKM untuk menembus pasar internasional.

Berlangsung pada 16–19 September 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, JITEX 2026 resmi dibuka oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, pada Kamis (17/9/2026). Pembukaan berlangsung di Main Stage JITEX 2026, Junior Ballroom JIEXPO Convention Centre.

Mengusung tema “Ignite the Economy”, pameran ini mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, pembeli, investor, dan mitra internasional untuk memperluas kerja sama perdagangan, investasi, serta pariwisata menjelang perayaan 500 tahun Jakarta.

Penyelenggaraannya merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas PPKUKM dengan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO).

Target Rp14 Triliun, Digelar Tanpa APBN dan APBD

Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah, mengatakan JITEX 2026 digelar dengan semangat gotong royong tanpa menggunakan APBN maupun APBD.

“Target dari JITEX ini adalah sebagai forum yang melibatkan turis, perdagangan, dan investasi, terutama dalam menyambut Jakarta 500 tahun. Kami ingin mendukung Jakarta sebagai kota pusat perdagangan, budaya, dan pariwisata. Ini adalah acara nol APBN/APBD, kami bekerja sama secara gotong royong,” ujar Budihardjo.

Menurutnya, target potensi transaksi dan investasi tahun ini meningkat sekitar 5–10 persen dibandingkan angka tahun sebelumnya sebesar Rp12,9 triliun, sehingga diarahkan mencapai sekitar Rp14 triliun.

Peluang investasi tersebut mencakup pengolahan makanan, pergudangan, kawasan industri, hingga infrastruktur air. Budihardjo menyebut minat investasi terbesar berasal dari China, Hong Kong, dan Singapura.

Melalui skema business-to-business (B2B) dan business-to-consumer (B2C), JITEX diharapkan mendorong kesepakatan bisnis, alih teknologi, serta perluasan pemasaran produk lokal.

Pariwisata Jadi Penghubung Peluang Bisnis

Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa, mengapresiasi penyelenggaraan JITEX 2026. Ia menilai pariwisata memiliki peran strategis dalam menghubungkan perdagangan, investasi, ekonomi kreatif, dan UMKM.

“Pariwisata merupakan ekosistem yang menghubungkan berbagai sektor, mulai dari transportasi, akomodasi, kuliner, hingga ekonomi kreatif dan UMKM,” ujar Ni Luh Puspa.

Ia menekankan bahwa kelengkapan konektivitas Jakarta menjadi modal untuk memperkuat posisinya sebagai pusat perjalanan bisnis dan wisata, penyelenggaraan MICE, hingga fesyen.

Investasi Bertemu Kreativitas

JITEX 2026 juga diselenggarakan beriringan dengan Festival Kekayaan Intelektual (FKI) Jakarta 2026. Sinergi ini menempatkan pengembangan pasar dan pelindungan karya kreatif sebagai bagian penting dari pertumbuhan ekonomi kota.

Rano Karno menyampaikan bahwa ekonomi Jakarta tumbuh 5,52 persen secara tahunan pada triwulan II 2026, dengan perdagangan sebagai salah satu penopangnya.

Ia menilai kolaborasi JITEX dan FKI dapat memperluas manfaat ekonomi dari kreativitas masyarakat.

“Satu karya dapat memiliki perjalanan panjang, sebuah buku dapat menjadi film, melahirkan musik, dan berkembang menjadi peluang ekonomi lain,” kata Rano.

Selama empat hari, JITEX menghadirkan pameran UMKM, pertemuan bisnis melalui business matching P3DN, serta forum bisnis internasional. Rangkaian tersebut diharapkan membuka jalan bagi produk lokal untuk mendapatkan mitra, memperluas pasar, dan menjadi bagian dari rantai perdagangan global. (ma)

5 Poin Penting:

  1. Target sekitar Rp14 triliun. JITEX 2026 membidik potensi transaksi dan investasi naik 5–10 persen dari angka tahun sebelumnya sebesar Rp12,9 triliun.
  2. Berlangsung 16–19 September 2026. Pameran digelar di JIEXPO Kemayoran dan resmi dibuka Rano Karno pada 17 September.
  3. Tanpa APBN maupun APBD. Menurut penyelenggara, acara terlaksana melalui kolaborasi gotong royong.
  4. 275 stan membuka peluang bisnis. Pameran mempertemukan pelaku usaha dan UMKM dengan pembeli serta investor melalui kegiatan B2B, B2C, dan forum internasional.
  5. Menuju 500 tahun Jakarta. JITEX bersinergi dengan Festival Kekayaan Intelektual untuk mendorong investasi, memperluas pasar, dan mendukung pelindungan karya kreatif.

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini