x Viralterkini

Dawa Minuman Rempah Tumbuh dari Satu Gerobak, Kini Punya 350 Outlet di Indonesia

waktu baca 4 menit
Kamis, 17 Sep 2026 17:26 26 Mohammad Ary K

Viralterkini.id, Jakarta – Minuman rempah yang selama ini identik dengan minuman tradisional dan kerap dikonsumsi saat tubuh kurang sehat, mulai dikembangkan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat melalui Dawa Minuman Rempah.

Marketing Dawa Minuman Rempah, Andri Juwadi, mengatakan usaha tersebut mulai dirintis bertepatan dengan masa pandemi Covid-19 yang pada awalnya Dawa belum membuka kemitraan dan memilih memasarkan produknya sendiri.

“Awalnya kita belum pasarkan untuk yang lain. Kita coba promosi sendiri, jualan sendiri. Mulai dari satu gerobak, kemudian dua gerobak dengan konsep yang masih sederhana,” ujar Andri yang diwawancara saat pembukaan JITEX 2026, Kamis (17/09).

Seiring perkembangan usaha, konsep Dawa mulai disusun secara lebih matang. Menurut Andri, pengembangan minuman rempah didorong oleh potensi Indonesia yang memiliki kekayaan rempah sejak dahulu.

Ia menilai rempah tidak semestinya hanya dipandang sebagai bahan minuman tradisional, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Indonesia ini kaya akan rempah. Dari dulu, dari zaman sejarah sampai penjajahan, kita kaya akan itu. Tapi belum banyak yang mengangkatnya,” katanya.

Nama Dawa sendiri memiliki makna yang menjadi bagian dari filosofi usaha. Dalam bahasa Arab, Dawa berarti obat, sementara dalam bahasa Jawa dimaknai sebagai rumah panjang. Filosofi tersebut kemudian diterjemahkan sebagai keinginan membangun usaha yang dapat bertahan dalam jangka panjang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Usaha ini ingin jangka panjang, ingin terus berkibar dan memberikan banyak manfaat. Bukan hanya untuk orang yang sakit, tetapi juga untuk orang sehat, karena ini adalah minuman sehat,” ujar Andri.

Saat ini, Dawa memiliki sekitar 13 pilihan menu berbasis rempah dan bahan pendukung lainnya. Di antaranya varian kunyit, temulawak, kencur, sirup, rempah, susu, gula aren, madu, serta racikan jahe. Dawa juga menyediakan sejumlah menu kopi dan minuman lainnya.

Andri mengatakan pengembangan produk diarahkan agar minuman rempah dapat diterima oleh berbagai kalangan, bukan hanya konsumen yang sedang membutuhkan minuman untuk menunjang kondisi tubuh.

Mulai Dibuka untuk Kemitraan

Setelah beberapa tahun menjalankan usaha secara mandiri, Dawa mulai membuka peluang kemitraan pada 2025. Langkah tersebut menjadi salah satu faktor yang mempercepat ekspansi outlet ke berbagai daerah.

Hingga 2026, Dawa mencatat sekitar 350 outlet telah beroperasi di berbagai wilayah Indonesia. Sementara total mitra yang telah terdaftar disebut mendekati 500, dengan sebagian masih dalam tahap pencarian lokasi, kontrak, pelunasan, hingga persiapan pembukaan outlet.

Jaringan Dawa telah tersebar mulai dari Sumatera, Jabodetabek, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua. Sejumlah wilayah yang disebut telah memiliki outlet antara lain Medan, Belitung, Jambi, Lampung, Bekasi, Bandung, Semarang, Malang, Surabaya, Tegal, Banyuwangi, Samarinda dan Manado.

Dawa juga tengah memperluas jaringan ke Makassar dan sejumlah wilayah lainnya.

Berbeda dengan konsep waralaba yang cenderung memiliki standar operasional sangat terpusat, Dawa memilih menggunakan istilah kemitraan.

“Kalau franchise mungkin apa yang ditentukan pusat harus itu. Kalau kemitraan, kita masih bisa dua arah, saling mengisi apa yang kurang dan saling melengkapi. Itu yang membuat kita cepat tumbuh,” jelas Andri.

Dawa menawarkan dua model kemitraan, yakni kemitraan mandiri dan autopilot.

Pada model mandiri, mitra menjalankan sendiri operasional outlet setelah mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari Dawa. Mitra menyiapkan lokasi serta karyawan, kemudian mendapatkan training dan workshop.

Sementara melalui sistem autopilot, mitra yang tidak ingin terlibat langsung dalam operasional dapat menyerahkan pengelolaan kepada manajemen Dawa.

“Kalau ada yang bilang saya tidak mau pusing, tidak mau ribet, ingin dijalankan pihak manajemen, ada sistem autopilot,” kata Andri.

Mengusung Konsep Angkringan

Pertumbuhan Dawa juga tidak lepas dari konsep outlet yang dibuat lebih dekat dengan masyarakat. Dawa memilih konsep angkringan minuman, bukan mengandalkan outlet dengan biaya tinggi seperti gerai di pusat perbelanjaan.

Menurut Andri, konsep tersebut memungkinkan Dawa menjangkau masyarakat secara lebih luas sekaligus menjaga biaya operasional agar tetap terjangkau.

“Kita konsepnya dengan angkringan, angkringan minuman. Kita lebih mendekat ke masyarakat. Kita tidak mengambil konsep high tech untuk mall, tetapi konsep yang ringan,” ujarnya.

Konsep tersebut juga menjadi bagian dari visi Dawa untuk ikut mendorong konsumsi minuman berbasis rempah di tengah masyarakat Indonesia.

“Visi kita ingin menyehatkan Indonesia,” katanya.

Mulai Merambah Malaysia

Ekspansi Dawa tidak berhenti di pasar domestik. Saat ini, Andri menyebut sudah terdapat tiga mitra di Malaysia, yakni satu di Sabah dan dua di wilayah Semenanjung Malaysia.

Kehadiran di Malaysia menjadi salah satu pijakan awal bagi Dawa untuk menguji kemampuan bisnis di pasar internasional.

Andri mengatakan perusahaan membuka peluang ekspansi lebih jauh ke sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Thailand, Vietnam dan Myanmar.

“Ini mudah-mudahan menjadi spirit bahwa kita tidak hanya jago di kandang untuk Indonesia. Kita juga bisa ke luar negeri,” ujarnya.

Meski demikian, ekspansi internasional akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan perusahaan, termasuk pembenahan sistem dan operasional di belakang layar.

“Ini berproses. Kita juga sambil mengukur diri dengan kemampuan, menyiapkan perusahaan, sambil berjalan dan memperbaiki semuanya,” kata Andri. (ma)

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini