x Viralterkini

Sosok Subhan Somola, PNS Pemda Halteng di Balik Suksesnya Tambak Garam Pertama Maluku Utara

waktu baca 3 menit
Kamis, 13 Agu 2026 01:27 74 Red

Viralterkini.id, GEBE — Desa Umiyal di Pulau Yoi, Kecamatan Pulau Gebe, mencatatkan sejarah baru sebagai wilayah pelopor tambak garam pertama di Provinsi Maluku Utara. Keberhasilan produksi garam yang dikelola oleh Kelompok Demplot Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat hingga organisasi kepemudaan setempat pada Kamis (13/8/2026).

Selama lebih dari 45 tahun, Pulau Gebe lebih dikenal sebagai ikon industri ekstraktif di Maluku Utara. Kehadiran tambak garam di Desa Umiyal dinilai sebagai terobosan ekonomi bernilai strategis bagi kemandirian pangan dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Perwakilan Himpunan Pelajar Mahasiswa Pulau Gebe, Muna Muhammad, menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari peran penting Subhan Somola, atau yang akrab disapa Bang Uban. Sosok Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari Pemda Halmahera Tengah tersebut dinilai menjadi penggerak utama di balik pendampingan masyarakat.

Subhan Somola, PNS Pemda Halteng penggagas dan pendamping berbagai inovasi pemberdayaan masyarakat di Pulau Yoi. (Foto: ist)

“Beliau adalah sosok pemberdaya yang penuh dedikasi. Tanpa kenal lelah, Bang Uban terus mendampingi Kepala Desa Umiyal, Buhari Gasim, beserta warga Pulau Yoi untuk mewujudkan berbagai gagasan kemajuan desa,” ujar Muna.

Apresiasi senada disampaikan oleh Naryo, tokoh pemuda asal Pulau Yoi. Menurutnya, kehadiran Subhan memberikan dampak nyata terhadap cara pandang warga lokal dalam mengelola potensi alam desa.

“Tanpa kehadiran Pak Uban, kami tidak akan memproduksi garam seperti saat ini. Gaya kerjanya berbeda dengan stigma birokrat pada umumnya—beliau turun langsung dan bekerja nyata di lapangan,” kata Naryo.

Kepala Desa Umiyal Buhari Gasim bersama pendamping Program TEKAD dan warga menunjukkkan hasil panen garam di depan rumah tunnel produksi, Pulau Yoi, Halmahera Tengah. (Foto: ist)

Naryo menambahkan bahwa Subhan dikenal interaktif, terbuka, serta konsisten mendorong generasi muda untuk berinovasi. Selain tambak garam, Subhan juga terlibat dalam mendorong berbagai inisiatif pemberdayaan lain di wilayah Halmahera Tengah, seperti modernisasi kemasan Sagu Lempeng Umera hingga pengembangan destinasi wisata Kolam Pemandian Wafasyoi di Sanafi.

Dihubungi secara terpisah, Subhan Somola memuji kualitas hasil panen warga yang ia sebut sebagai “Emas Putih Pulau Yoi”. Menurutnya, kondisi geografis Pulau Yoi memberikan keunggulan tersendiri bagi produksi garam lokal.

“Emas Putih Pulau Yoi itu bernama ‘Garam Umiyal’. Air lautnya yang jernih, bening, dan bersih dikumpulkan warga menjadi kristal-kristal garam super putih yang mempesona,” tutur Subhan.

Deretan wadah berisi kristal garam super putih hasil produksi masyarakat Desa Umiyal. Garam lokal ini memanfaatkan kejernihan air laut kawasan Pulau Yoi. (Foto: ist)

Ia menilai, langkah inovatif ini menjadi bukti daya tahan dan kemandirian warga pesisir di tengah pesatnya industri tambang di wilayah Halmahera Tengah.

“Di tengah kebisingan dan hiruk-pikuk industri ekstraktif Maluku Utara, khususnya Halmahera Tengah, mereka yang terjauh dan terluar justru mampu memandirikan ekonomi lokalnya dengan menyulap air laut ini menjadi pundi-pundi rupiah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Subhan Somola menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras kolektif antara pemerintah desa, masyarakat, dan pemuda setempat.

“Apa yang tercapai di Desa Umiyal adalah bukti bahwa potensi pesisir kita sangat besar jika dikelola dengan kolaborasi. Saya hanya menjalankan peran pendampingan, namun kunci utamanya ada pada komitmen Pak Kades dan semangat teman-teman pemuda di Pulau Yoi,” ungkap Subhan.

Ia berharap program pendampingan berbasis lapangan ini terus diperkuat untuk mendorong lahirnya berbagai inovasi ekonomi baru di wilayah kepulauan Halmahera Tengah dan Maluku Utara secara berkelanjutan. (Dano)

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini