x Viralterkini

EDRR Indonesia 2026 Dibuka, Pratikno: Jangan Sampai Teknologi Canggih Berhenti di Ruang Kendali

waktu baca 4 menit
Rabu, 12 Agu 2026 22:04 12 Denny Pohan

ViralTerkini.id , JAKARTA – Ancaman bencana yang terus berulang menuntut Indonesia tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga memastikan setiap peringatan dapat segera berubah menjadi tindakan penyelamatan.

Pesan itu mengemuka saat Emergency Disaster Reduction & Rescue (EDRR) Expo Indonesia 2026 resmi dibuka di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, .

Pameran yang berlangsung hingga 14 Agustus 2026 ini menghadirkan lebih dari 80 perusahaan dari dalam dan luar negeri. Mereka menampilkan teknologi mitigasi bencana, peralatan penyelamatan, sistem keselamatan, hingga solusi penanganan keadaan darurat.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno yang membuka pameran tersebut menegaskan, tantangan terbesar bukan sekadar memiliki sistem peringatan dini, melainkan memastikan informasi yang diterima segera direspons.

“Bangsa Indonesia hidup berdampingan dengan bencana, di mana terdapat hampir 5.000 bencana setiap tahunnya,” kata Pratikno.

Menurutnya, teknologi peringatan dini tidak akan banyak berarti jika informasi berhenti di pusat kendali tanpa diikuti langkah konkret di lapangan.

“Peringatan dini hanya akan bermakna jika diikuti dengan aksi dini. Jangan sampai teknologi canggih hanya berhenti di ruang kendali, informasi harus menjadi aksi yang menyelamatkan warga,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam pembukaan EDRR Indonesia 2026. Pemerintah melihat penguatan kesiapsiagaan sebagai persoalan yang tidak hanya berkaitan dengan perangkat teknologi, tetapi juga menyangkut kecepatan pengambilan keputusan dan kesiapan seluruh unsur penanggulangan bencana.

Pratikno juga membawa agenda yang lebih besar. Indonesia didorong untuk tidak selamanya menjadi pengguna teknologi kebencanaan yang dikembangkan negara lain.

Pemerintah menargetkan Indonesia dapat berkembang menjadi pusat keunggulan teknologi kebencanaan dunia.

“Target kita jelas: Indonesia menjadi Center of Excellence teknologi kebencanaan dunia, bukan hanya laboratorium bencana apalagi supermarket bencana,” tegas Pratikno.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mendorong kerja sama dengan mitra internasional melalui alih teknologi, riset bersama, dan investasi langsung.

EDRR Indonesia 2026 pun diarahkan bukan hanya sebagai ruang transaksi bisnis, tetapi menjadi titik temu antara kebutuhan penanggulangan bencana Indonesia dengan perkembangan teknologi global.

“Jadikan EDRR 2026 ini bukan sekadar pameran, tetapi ruang kolaborasi, inovasi, dan pembelajaran dengan tujuan akhir menyelamatkan kehidupan,” kata Pratikno.

Pembukaan EDRR Indonesia 2026 turut dihadiri Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kepala BNPB Suharyanto, serta sejumlah pejabat dari pemerintah, TNI, Polri dan lembaga terkait.

Dukungan juga datang dari berbagai kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Perindustrian, Kementerian Kesehatan, BMKG, BNPB, BRIN, BPBD DKI Jakarta, Basarnas, TNI, Polri, serta Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Perguruan tinggi dan organisasi kemanusiaan juga dilibatkan, termasuk Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Universitas Budi Luhur, LSPR Institute of Communication and Business, MER-C, OCHA, World Humanitarian Day, dan Yayasan Adaptasi Bencana Indonesia.

Vice President Shanghai International Exhibition (Group) Co. Ltd (SIEC)–CPIT Shanghai, Fiona Bai, menilai penguatan ketahanan bencana membutuhkan kerja sama lintas negara.

“Melalui EDRR Indonesia 2026, kami berharap dapat membangun jembatan kerja sama yang efisien dan berkelanjutan guna mendorong pertukaran teknologi, interkoneksi tingkat tinggi, dan integrasi industri,” ujar Fiona.

Menurut dia, pengalaman dan teknologi dari berbagai negara dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas tanggap darurat Indonesia sekaligus kawasan Asia Tenggara.

Selama tiga hari penyelenggaraan, EDRR Indonesia 2026 juga menggelar berbagai forum dan program yang membahas kesiapsiagaan, keselamatan kerja, medis darurat, pemadam kebakaran, keselamatan industri, hingga respons bencana.

Sedikitnya 10 program strategis disiapkan, mulai dari S&D Global Safety and Development Conference, Seminar Kesiapsiagaan Keselamatan Kerja (iSafety), Forum Aksi Merespons Peringatan Dini (AMPD), G60 Medical Industry Cooperation, hingga forum Smart Firefighting & Industrial Safety.

Ada pula Forum Sinergi Darurat Maritim dan Kepulauan, Forum World Humanitarian Day, Business Matching, penandatanganan kerja sama bilateral, serta pelatihan dan simulasi manajemen bencana melalui CPR Workshop.

CEO Seven Event Andy Wismarsyah mengatakan rangkaian kegiatan tersebut ditujukan untuk mempertemukan pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan penanganan bencana di lapangan.

“EDRR Indonesia 2026 tidak hanya hadir untuk memamerkan inovasi dan teknologi maju, tetapi juga menyelenggarakan 10 program strategis sebagai ruang untuk berbagi pengetahuan, memperkuat kapasitas, mendorong inovasi, serta membangun jejaring kolaborasi,” ujar Andy.

Bagi Indonesia, keberadaan teknologi kebencanaan pada akhirnya bukan hanya soal kecanggihan perangkat. Ukuran keberhasilannya terletak pada seberapa cepat informasi diterima, keputusan diambil, dan pertolongan diberikan ketika bencana benar-benar terjadi.

EDRR Indonesia 2026 menjadi salah satu forum yang mempertemukan kepentingan tersebut. Tantangannya kini adalah memastikan teknologi yang dipamerkan tidak berhenti di ruang pameran, tetapi benar-benar hadir sebagai solusi ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.(DP)

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini