x Viralterkini

Erick Thohir Tegaskan PSSI Tak Pernah Nomorduakan Sepak Bola Putri

waktu baca 2 menit
Selasa, 11 Agu 2026 12:18 21 Denny Pohan

Viralterkini.id, Jakarta – Liga Putri Indonesia dipastikan kembali bergulir tahun ini. Kompetisi sepak bola putri tersebut dijadwalkan memulai pertandingan perdana atau kick-off pada Oktober 2026 dengan diikuti sedikitnya enam klub.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan komitmennya untuk membangun sepak bola putri Indonesia secara menyeluruh dan berkelanjutan, mulai dari pembinaan usia dini, kompetisi liga hingga penguatan tim nasional.

Menurut Erick, perkembangan timnas putri tidak dapat dipisahkan dari keberadaan kompetisi dan pembentukan basis pemain atau talent pool yang kuat.

“Tidak mungkin membangun tim nasional tanpa membangun kompetisi grassroots. Liga ini juga tidak mungkin berjalan apabila tidak ada pembangunan talent pool, sehingga jumlah pemainnya cukup untuk mendukung profesionalisme klub-klub peserta,” kata Erick.

PSSI, lanjutnya, telah menjalankan pembinaan secara berjenjang melalui kompetisi kelompok umur U-8, U-10, U-12, U-15 hingga U-18. Piala Soeratin juga terus diputar sebagai salah satu bagian dari pembinaan pemain muda.

Erick menyayangkan upaya pembinaan tersebut kerap dilihat secara terpisah. Padahal, seluruh program itu merupakan bagian dari pembangunan ekosistem sepak bola nasional dalam jangka panjang.

“Sepak bola Indonesia sudah bangkit, bukan karena kerja individu, melainkan kerja kita semua. Ada PSSI, operator liga, klub, pemain serta komitmen dari para pemangku kepentingan sepak bola di dalam maupun luar negeri,” ujarnya.

Keseriusan tersebut juga terlihat dari perkembangan prestasi timnas putri Indonesia. Setelah mencatatkan gelar juara secara berturut-turut di divisi kedua, Indonesia kini bersiap menghadapi persaingan yang lebih kuat dengan sejumlah negara seperti Malaysia, Filipina dan Singapura.

PSSI turut melakukan studi pembanding dengan negara-negara yang telah mengembangkan kompetisi sepak bola putri, seperti Arab Saudi, Yordania dan Hong Kong.

Erick memastikan PSSI tidak pernah menempatkan sepak bola putri sebagai prioritas kedua. Pengembangan tim nasional, pembinaan usia dini dan kompetisi terus dilakukan secara berkesinambungan hingga akhirnya Liga Putri dapat kembali digulirkan.

“Kami tidak pernah berubah. PSSI tidak pernah menomorduakan sepak bola wanita. Kami terus membangun tim nasional dan grassroots secara kontinu, yang akhirnya membuat liga ini bisa mulai berjalan,” tegasnya.

Namun, Erick tidak ingin penyelenggaraan Liga Putri hanya menjadi program sesaat atau sebatas pencitraan. Karena itu, persiapan dilakukan secara mendalam dengan meminta komitmen jangka panjang dari klub-klub peserta.

“Jangan sampai liga ini dilahirkan hanya untuk pencitraan, kemudian berhenti di tengah jalan. Klub-klub sudah bersepakat untuk berkomitmen selama lima tahun dan operator liga juga siap memberikan dukungan,” katanya.

Setelah fondasi kompetisi terbentuk, tantangan berikutnya adalah mengembangkan aspek komersialisasi. Dukungan komersial dibutuhkan agar klub memiliki kemampuan untuk terus berkembang dan menjaga keberlangsungan Liga Putri Indonesia dalam jangka panjang. (dp)

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini