x Viralterkini

BFGoodrich Andalkan Produksi Lokal Hadapi Persaingan Ban, Dua Karakter On-Road Disiapkan

waktu baca 4 menit
Jumat, 25 Sep 2026 07:50 14 Denny Pohan

Viralterkini.id, CIKARANG — Persaingan pasar ban kendaraan di Indonesia semakin beragam, seiring hadirnya produk lokal maupun impor dengan pilihan harga dan karakter yang semakin luas. Di tengah kondisi tersebut, BFGoodrich memperkuat pijakannya melalui produksi lokal sekaligus memperluas pilihan di segmen On-Road lewat Advantage Touring dan g-Force Phenom.

Kedua produk tersebut diproduksi di fasilitas PT Multistrada Arah Sarana di Cikarang, Jawa Barat. Pabrik yang menjadi bagian dari Grup Michelin sejak 2019 itu tidak hanya memasok kebutuhan pasar Indonesia, tetapi juga melayani pasar ekspor.

Strategi produksi lokal menjadi salah satu modal BFGoodrich untuk mempertahankan daya saing sekaligus memastikan produk yang ditawarkan tetap sesuai dengan karakter penggunaan kendaraan di Indonesia.

“BFGoodrich On-Road diproduksi di Indonesia dengan fasilitas dan standar yang juga digunakan untuk melayani pasar ekspor. Melalui Advantage Touring dan g-Force Phenom, kami menghadirkan pilihan untuk kebutuhan berkendara yang berbeda, namun tetap dengan fokus yang sama pada kualitas, durability, dan rasa percaya diri saat berkendara,” ujar Customer Engineering Support BFGoodrich, Alfons Abikaryono.

Alih-alih menawarkan satu karakter untuk seluruh konsumen, BFGoodrich membagi pendekatan kedua produknya berdasarkan kebutuhan berkendara.

Advantage Touring menyasar penggunaan harian dengan penekanan pada kenyamanan dan daya tahan. Sementara g-Force Phenom membawa karakter lebih sporty, dengan respons kemudi yang lebih presisi serta grip untuk kondisi jalan kering maupun basah.

Perbedaan karakter tersebut menjadi penting di tengah pasar yang semakin terfragmentasi. Konsumen tidak lagi hanya mempertimbangkan ukuran dan harga ban, tetapi juga mencari kesesuaian antara karakter ban dengan pola penggunaan kendaraannya.

Kondisi jalan Indonesia yang beragam juga menjadi salah satu pertimbangan. BFGoodrich mengandalkan konstruksi sidewall yang robust untuk mendukung ketangguhan, sekaligus memperhatikan aspek kenyamanan melalui tingkat kebisingan yang lebih rendah.

Perubahan komposisi kendaraan di Indonesia turut membuka tantangan baru, terutama dengan semakin banyaknya kendaraan listrik. Alfons mengatakan pemilihan ban untuk kendaraan listrik membutuhkan perhatian lebih terhadap sejumlah parameter.

“Bobot kendaraan yang lebih berat karena komponen baterai dan karakter torsi yang instan memengaruhi tingkat keausan ban,” kata Alfons.

Karena itu, pengguna kendaraan listrik perlu memperhatikan ketahanan telapak ban serta kesesuaian load index dan speed index dengan spesifikasi kendaraan.

Dari sisi penggunaan, karakter Advantage Touring juga dirasakan Gofar Hilman yang menggunakannya selama sekitar enam bulan untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari.

“Setelah sekitar enam bulan menggunakan BFGoodrich Advantage Touring untuk daily driving, yang paling terasa buat saya adalah kenyamanannya. Dipakai untuk berbagai aktivitas sehari-hari tetap nyaman dan senyap, tapi handling-nya juga tetap memberikan rasa percaya diri saat berkendara,” ujar Gofar.

Sementara g-Force Phenom diarahkan kepada konsumen yang mencari pengalaman berkendara lebih responsif. Produk ini mengedepankan karakter sporty untuk pengguna yang tidak sekadar membutuhkan ban sebagai komponen pendukung mobilitas, tetapi juga memperhatikan respons kendaraan dan kontrol kemudi.

Head of Marketing BFGoodrich, Samuel Hasibuan, mengatakan produksi di Indonesia memiliki peran lebih luas dibanding sekadar mendekatkan manufaktur dengan konsumen.

“Produksi di Indonesia bukan hanya tentang kedekatan dengan pasar, tetapi juga memastikan bahwa konsumen Indonesia mendapatkan produk berkualitas yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dan karakter berkendara,” ujar Samuel.

BFGoodrich memiliki sejarah lebih dari 150 tahun dan menjadi bagian dari Michelin Group sejak 1990. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari fondasi pengembangan produknya, termasuk lini On-Road yang diproduksi di Indonesia.

Selain mengandalkan produksi lokal, BFGoodrich juga memperbarui layanan purna jual. Garansi produk selama enam tahun kini dihitung sejak tanggal pembelian, dengan tetap mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku.

Perusahaan juga mengingatkan bahwa kode produksi pada ban menunjukkan waktu ban diproduksi dan bukan otomatis menjadi batas kedaluwarsa. Kondisi fisik, penyimpanan, penggunaan, serta pemeriksaan ban menjadi faktor yang perlu diperhatikan untuk menentukan kelayakan penggunaannya.

Dengan Advantage Touring dan g-Force Phenom, BFGoodrich memilih pendekatan diferensiasi untuk menghadapi pasar ban yang semakin kompetitif. Produksi lokal menjadi fondasi manufaktur, sementara perbedaan karakter produk digunakan untuk menjangkau kebutuhan pengendara yang semakin spesifik.(DP)

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini