x Pulau Seribu Asri

Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Dihadiri hingga 43 Juta Orang

waktu baca 4 menit
Sabtu, 11 Jul 2026 10:55 10 M Ary K

Viralterkini.id, TEHERAN – Rangkaian pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, diklaim menjadi salah satu prosesi penghormatan terakhir terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah modern.

Fars News Agency menyebut sekitar 41 juta hingga 43 juta orang mengikuti rangkaian pemakaman dan penghormatan yang berlangsung selama enam hari di Iran dan Irak. Fars merupakan media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC. Klaim jumlah peserta tersebut belum dikonfirmasi secara independen.

Prosesi penghormatan diselenggarakan di lima kota yang memiliki arti penting bagi masyarakat Syiah, yakni Teheran, Qom dan Mashhad di Iran, serta Najaf dan Karbala di Irak.

Media internasional mengonfirmasi adanya kerumunan besar dalam rangkaian prosesi tersebut. Namun, Reuters dan Associated Press menggambarkan kehadiran di Najaf dan Karbala dalam skala ribuan orang, tanpa mengonfirmasi angka puluhan juta yang dilaporkan media Iran.

Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS dan Israel

Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan militer Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut menghantam kompleks kediamannya di Teheran dan menewaskan sejumlah anggota keluarganya.

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa korban lainnya meliputi putri, menantu laki-laki, menantu perempuan, dan cucu Khamenei. Salah satu korban merupakan cucunya yang masih berusia 14 bulan.

Putra Khamenei, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, dilaporkan terluka dalam serangan yang sama. Ia kemudian dipilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru pada 8 Maret 2026.

Mojtaba Khamenei tidak terlihat dalam sejumlah rangkaian pemakaman ayahnya. Ketidakhadiran tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kondisi kesehatan dan perannya dalam pemerintahan Iran. Reuters melaporkan bahwa ia masih menjalankan pengambilan keputusan dari lokasi yang dirahasiakan karena pertimbangan kesehatan dan keamanan.

Prosesi Pemakaman Berlangsung di Lima Kota

Rangkaian penghormatan dimulai di Teheran dengan upacara yang dipusatkan di Grand Mosalla. Ribuan pelayat, pejabat pemerintah, tokoh agama, dan perwakilan negara lain menghadiri prosesi tersebut.

Setelah rangkaian di Teheran, jenazah dibawa menuju Qom, salah satu pusat pendidikan dan kegiatan keagamaan Syiah terbesar di Iran. Prosesi kemudian berlanjut menuju Najaf dan Karbala di Irak.

Najaf memiliki nilai penting karena menjadi lokasi makam Imam Ali, sedangkan Karbala dikenal sebagai tempat wafat dan dimakamkannya Imam Hussein. Kedua kota tersebut menjadi tujuan utama ziarah bagi umat Islam Syiah dari berbagai negara.

Reuters melaporkan ribuan pelayat memenuhi jalan-jalan Najaf saat peti jenazah Khamenei dibawa melintasi kota tersebut. Sejumlah pejabat Iran dan Irak juga menghadiri upacara penyambutan.

Setelah rangkaian penghormatan di Irak selesai, jenazah dibawa kembali ke Iran. Prosesi berakhir di Mashhad, tempat Khamenei dimakamkan di kompleks Makam Suci Imam Reza pada 9 Juli 2026. Rangkaian enam hari tersebut sebelumnya telah dijadwalkan melintasi Teheran, Qom, Najaf, Karbala, dan Mashhad.

Fars Klaim 41–43 Juta Orang Mengikuti Prosesi

Menurut Fars News Agency, perkiraan 41–43 juta peserta diperoleh melalui penggabungan sejumlah sumber data.

Perhitungan itu disebut mencakup manifest penumpang transportasi umum, analisis kepadatan massa, pengukuran luas area prosesi, serta pelacakan jumlah perangkat telepon seluler yang aktif di sejumlah lokasi utama.

Area yang dianalisis diklaim mencakup jalur prosesi di Teheran, kawasan Grand Mosalla, rute menuju Masjid Jamkaran dan makam suci di Qom, serta jalur dari bandara menuju Makam Suci Imam Reza di Mashhad.

Fars juga menyebut data dari Irak turut dimasukkan dalam kalkulasi keseluruhan. Berdasarkan perhitungan tersebut, media itu menyatakan prosesi Ali Khamenei melampaui berbagai pertemuan massal lain yang pernah tercatat.

Meski demikian, angka tersebut harus diperlakukan sebagai klaim penyelenggara dan media yang dekat dengan pemerintah Iran. Sampai berita ini ditulis, belum tersedia audit independen yang dapat memastikan metodologi maupun jumlah akhir peserta.

Laporan Fars lainnya memperkirakan sedikitnya 15 juta orang menghadiri tiga hari rangkaian penghormatan di Teheran. Media tersebut juga menyebut perwakilan dari sekitar 100 negara turut hadir dalam rangkaian acara.

Pemakaman Menjadi Simbol Persatuan sekaligus Kekuatan Politik

Sejak pagi, sejumlah ruas jalan dilaporkan dipenuhi pelayat yang mengenakan pakaian hitam, membawa bendera Iran, foto Khamenei, serta berbagai simbol keagamaan.

Di beberapa lokasi, kendaraan yang membawa peti jenazah bergerak sangat lambat akibat padatnya kerumunan. Tangisan, lantunan doa, dan seruan politik terdengar sepanjang rute prosesi.

Pemerintah Iran menggambarkan besarnya kehadiran masyarakat sebagai bukti persatuan nasional serta kesetiaan kepada mendiang pemimpin mereka.

Namun, sejumlah pengamat menilai prosesi tersebut juga menjadi sarana pemerintah Iran untuk menunjukkan stabilitas dan kekuatan politik setelah kematian Khamenei. Di sisi lain, kelompok oposisi mempertanyakan apakah jumlah peserta benar-benar mencerminkan dukungan masyarakat secara keseluruhan.

Ali Khamenei memimpin Iran sejak 1989 dan menjadi tokoh dengan kewenangan tertinggi dalam struktur politik, militer, dan keagamaan negara tersebut. Kematiannya menandai berakhirnya masa kepemimpinan selama hampir empat dekade sekaligus membuka babak baru pemerintahan Iran di bawah Mojtaba Khamenei. (ma)

5gmakam1
Jutaan pelayat mengikuti rangkaian pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Iran dan Irak pada Juli 2026.. Foto : ist


LAINNYA
x Pulau Seribu Asri