Presiden RI, Prabowo Subianto. Foto : istanaViralterkini.id, KARAWANG – Presiden Prabowo Subianto mengaku masih menyimpan kegelisahan karena Timnas Indonesia belum mampu menembus putaran final Piala Dunia. Menurutnya, keberhasilan tampil di turnamen sepak bola terbesar dunia merupakan simbol kehormatan dan kebanggaan suatu bangsa.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri peluncuran bahan bakar nabati B50 di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis, 9 Juli 2026.
Prabowo mengatakan berbagai capaian pembangunan nasional belum sepenuhnya membuatnya puas selama Timnas Indonesia belum berhasil berlaga di Piala Dunia.
“Yang masih kita sulit adalah masuk Piala Dunia. Jadi saya resah, terus terang saja saya resah. Kita bisa B50, tapi tidak bisa masuk Piala Dunia, saya masih tidak puas,” kata Prabowo, dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo menilai sepak bola tidak hanya berkaitan dengan olahraga dan hiburan. Prestasi sepak bola juga memiliki nilai strategis dalam membangun citra Indonesia di mata dunia.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh pihak yang berkaitan dengan pembinaan sepak bola nasional bekerja lebih keras agar target Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia dapat direalisasikan.
“Bagaimana caranya Indonesia masuk Piala Dunia. Saudara-saudara jangan anggap enteng, sepak bola itu kehormatan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyinggung Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang tidak terlihat hadir dalam acara peluncuran B50.
Prabowo kemudian meminta Boy Thohir menyampaikan pesan kepada Erick agar bekerja keras mewujudkan target tersebut.
“Siapa bertanggung jawab? Mana Erick Thohir? Boy? Kasih tahu adikmu ya,” ucap Prabowo.
Tidak hanya meminta peningkatan pembinaan, Prabowo juga menyoroti pentingnya dukungan pendanaan bagi kemajuan sepak bola Indonesia.
Ia meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan dukungan anggaran apabila dibutuhkan untuk meningkatkan prestasi Timnas Indonesia.
“Mana Menkeu? Apa yang diperlukan supaya kita bisa masuk Piala Dunia?” katanya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan perhatian pemerintah terhadap pengembangan sepak bola nasional, mulai dari pembinaan pemain, peningkatan kualitas kompetisi, hingga dukungan fasilitas dan pendanaan.
Harapan Prabowo agar Indonesia tampil di Piala Dunia muncul setelah perjuangan Timnas Indonesia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 berakhir.
Skuad Garuda tersingkir pada putaran keempat kualifikasi setelah menempati posisi ketiga Grup B tanpa memperoleh poin.
Timnas Indonesia kalah 2-3 dari Arab Saudi dan kemudian takluk 0-1 dari Irak. Hasil tersebut membuat Indonesia gagal melanjutkan langkah menuju putaran final Piala Dunia 2026.
Kendati demikian, perjalanan panjang dalam babak kualifikasi menjadi pengalaman penting bagi para pemain dan tim pelatih untuk meningkatkan kualitas Timnas Indonesia pada kompetisi internasional berikutnya.
Setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia kini mengalihkan fokus ke Piala AFF 2026.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, telah memanggil 50 pemain untuk menjalani pemusatan latihan di Bali pada 5–11 Juli 2026. Pemusatan latihan tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi turnamen sepak bola antarnegara Asia Tenggara.
Sebagian besar pemain yang mengikuti pemusatan latihan berasal dari klub-klub Super League. Sejumlah pemain diaspora yang saat ini berkarier di kompetisi domestik juga masuk dalam daftar pemanggilan.
Mereka antara lain Jordi Amat, Shayne Pattynama, Ragnar Oratmangoen, dan Sandy Walsh.
Selain itu, beberapa pemain andalan Super League seperti Beckham Putra, Rizky Ridho, Ricky Kambuaya, Yakob Sayuri, dan Yance Sayuri turut mengikuti proses seleksi.
Dari total 50 pemain tersebut, John Herdman akan memangkas jumlah pemain menjadi sekitar 25 atau 26 nama untuk didaftarkan dalam skuad final Piala AFF 2026.
Timnas Indonesia menargetkan gelar juara Piala AFF untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Turnamen sepak bola paling bergengsi di kawasan Asia Tenggara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026.
Piala AFF 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan Timnas Indonesia setelah gagal mengamankan tiket menuju Piala Dunia.
Prestasi pada turnamen tersebut juga dapat menjadi langkah awal untuk membangun skuad yang lebih kompetitif dalam menghadapi berbagai agenda internasional berikutnya.
Dengan dukungan pemerintah, federasi, klub, pemain, dan masyarakat, Prabowo berharap cita-cita melihat Timnas Indonesia berlaga di putaran final Piala Dunia dapat terwujud pada masa mendatang. (ma)