x Pulau Seribu Asri

UEFA Kritik FIFA Usai Balogun Diizinkan Tampil di Piala Dunia 2026

waktu baca 3 menit
Jumat, 10 Jul 2026 07:17 36 Iskandar S.E

Viralterkini.id JAKARTA – Wakil Presiden UEFA, Laura McAllister, mengecam keputusan FIFA yang mengizinkan penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, tampil pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Menurutnya, keputusan tersebut berpotensi membuka ruang intervensi politik dalam penegakan aturan sepak bola.

Balogun menerima larangan bermain satu pertandingan setelah wasit mengganjarnya kartu merah saat Amerika Serikat menghadapi Bosnia-Herzegovina pada fase grup.. Namun, FIFA kemudian menangguhkan sanksi tersebut sehingga sang striker tetap dapat memperkuat timnya melawan Belgia.

Laporan yang menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara pribadi menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino sebelum FIFA menangguhkan hukuman Balogun memicu kontroversi.

UEFA menilai keputusan tersebut memiliki preseden buruk dalam turnamen besar. UEFA menilai pembatalan sanksi melalui intervensi di luar mekanisme kompetisi sebagai langkah yang sulit dipahami dan tidak dapat dibenarkan.

McAllister mengingatkan bahwa kasus Balogun dapat menjadi preseden buruk bagi masa depan sepak bola internasional.

“Anda menciptakan kubangan kotor yang mengerikan untuk masa depan karena siapa pun kini dapat mengajukan banding,” kata McAllister kepada BBC Radio Wales.

Ia khawatir pemimpin politik di berbagai negara akan menggunakan kasus tersebut sebagai alasan untuk memengaruhi keputusan disiplin di masa mendatang.

“Pemimpin politik mana pun bisa mengangkat telepon dan mengatakan sudah ada preseden untuk mengubah hukuman pemain. Menurut saya, itu sangat berbahaya.”

McAllister menegaskan UEFA memiliki aturan kompetisi yang jelas dan konsisten dalam menjatuhkan sanksi kepada pemain.

“Menciptakan lingkungan yang memungkinkan hukuman di lapangan diubah, benar ataupun salah, merupakan langkah yang sangat berbahaya.”

Menurut McAllister, Infantino berada dalam posisi sulit karena harus menjaga hubungan dengan Trump sebagai pemimpin negara tuan rumah Piala Dunia 2026.

“Dalam situasi normal tentu akan muncul pertanyaan mengenai kepemimpinan Gianni Infantino. Namun sepak bola saat ini bukan berada dalam situasi yang normal,” ujarnya.

Ia memahami FIFA membutuhkan dukungan pemerintah Amerika Serikat demi kelancaran penyelenggaraan turnamen. Meski demikian, McAllister menilai hubungan tersebut telah melewati batas.

“Saya memahami Gianni Infantino perlu memastikan Donald Trump mendukung turnamen ini. Namun menurut saya situasinya sudah kebablasan dan ia terjebak dalam pusaran hubungan tersebut.”

Profesor Kebijakan Publik Universitas Cardiff itu juga menilai Trump memperoleh peran yang terlalu besar dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

“Trump telah diberi status yang jauh melampaui pemimpin negara tuan rumah. Seolah-olah ia ikut menentukan jalannya turnamen.”

Ia menegaskan keputusan disiplin seharusnya menjadi kewenangan penuh badan pengatur sepak bola, bukan pihak lain.

Terlepas dari kontroversi tersebut, Amerika Serikat tetap gagal melangkah lebih jauh. Balogun tampil saat menghadapi Belgia, tetapi timnya tersingkir setelah kalah 1-4 di Seattle.

Usai pertandingan, gelandang Belgia Nicolas Raskin mengaku timnya merasa keputusan penangguhan hukuman Balogun tidak adil. Sementara itu, akun resmi Timnas Belgia di Instagram turut menyindir Amerika Serikat dengan mengunggah foto Romelu Lukaku yang melakukan selebrasi menangkupkan telinga.(***)

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri