Tim Billiard Listrik Indonesia Peringkat Dua Dalam Geothermal Billiard Tournament 2026. Foto : GSI Viralterkini.id, JAKARTA – Geothermal Soccer Indonesia (GSI) resmi memulai rangkaian penyelenggaraan Geothermal Liga dan Geothermal World Cup 2026 melalui kegiatan Technical Meeting dan Geothermal Billiard Tournament yang digelar di FX Sudirman, Jakarta, Jumat malam (19/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya salah satu kompetisi olahraga paling unik di Indonesia yang memadukan olahraga dengan upaya edukasi dan publikasi sektor panas bumi kepada masyarakat luas.
Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai agenda yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan industri panas bumi, mulai dari perusahaan pengembang, kontraktor EPC, pemerintah, media, hingga mitra industri lainnya. Selain membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan kompetisi, para peserta juga mempererat hubungan antarpelaku industri melalui turnamen biliar yang dikemas dalam suasana santai dan penuh kebersamaan.
Puncak Geothermal Billiard Tournament 2026 menghadirkan pertandingan seru antara Listrik Indonesia dan Rekayasa Engineering. Pertemuan kedua tim ini menjadi laga yang dinantikan karena keduanya datang sebagai juara grup. Listrik Indonesia tampil sebagai juara Grup A, sementara Rekayasa Engineering keluar sebagai juara Grup B.

Partai final berlangsung ketat sejak awal pertandingan. Rekayasa Engineering sempat unggul lebih dahulu sebelum Listrik Indonesia berhasil bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada game kedua. Hasil tersebut memaksa kedua tim memainkan game ketiga sebagai partai penentuan juara.
Pada game ketiga, pertandingan berjalan alot dan penuh strategi. Listrik Indonesia tampil dominan dengan akurasi pukulan yang baik serta penempatan bola besar di area-area sulit di sekitar pocket. Adu taktik dan konsentrasi tinggi pun menjadi sajian utama sepanjang pertandingan.
Namun, dengan kesabaran dan ketenangan, Rekayasa Engineering berhasil keluar dari tekanan. Momentum kemenangan akhirnya datang ketika pemain Rekayasa Engineering sukses memasukkan bola 8 di ujung meja, sekaligus memastikan gelar juara Geothermal Billiard Tournament 2026.

Keberhasilan tersebut langsung disambut meriah oleh para pendukung Rekayasa Engineering yang bersorak gembira merayakan kemenangan timnya.
Meski gagal meraih gelar juara, pasangan Listrik Indonesia, Irwadhi Marzuki dan Damar Rusli, mengaku tetap bangga dengan perjuangan yang telah ditunjukkan sepanjang turnamen.
“Kami sudah berusaha dan sempat memimpin pertandingan di game ketiga. Tapi hasil berkata lain. Inilah pertandingan,” ujar Irwadhi Marzuki usai laga.
Senada dengan itu, Damar Rusli menilai pencapaian sebagai runner-up tetap menjadi hasil yang membanggakan bagi timnya.
“Peringkat kedua bukanlah tanda tidak berhasil, tetapi bukti perjuangan yang luar biasa hingga sampai babak final,” kata Damar.
Ia juga menegaskan bahwa nilai utama dari penyelenggaraan turnamen ini bukan sekadar soal kompetisi, melainkan memperkuat hubungan antarpelaku industri energi nasional.
“Tentu saja event olahraga seperti biliar ini baik diselenggarakan khusus untuk kalangan energi dan kelistrikan. Ini bukan soal menang atau kalah, tetapi yang utama adalah kebersamaan di antara insan energi di Indonesia,” tambahnya.
Geothermal Billiard Tournament 2026 diikuti oleh berbagai perusahaan pengembang panas bumi, kontraktor EPC, industri pendukung panas bumi, hingga media. Turnamen ini terbagi dalam dua kategori, yakni individual dan corporate. Untuk kategori corporate, setiap tim diperkuat oleh dua pemain yang bertanding secara berpasangan.
Melalui kegiatan ini, GSI berharap dapat mempererat sinergi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan sektor panas bumi sekaligus membangun semangat sportivitas yang akan menjadi fondasi menuju penyelenggaraan Geothermal Liga dan Geothermal World Cup 2026 yang akan bergulir dalam waktu dekat. (ma)
Berikut peserta :
Grup A: Media Grup, PT Bina Mitra Artha, Ormat 1, Listrik Indonesia, PT Tiger Energy Services ROI, EBTKE.
Grup B: PT Rekayasa Engineering, PT Apexindo Pratama Duta Tbk., PT Scientific Drilling International Indonesia, Ormat 2, PT Thopas Artha Nauli, dan PT Abhinaya.