x Pulau Seribu Asri

Persija Takluk 1-2 dari Persib, Shin Tae-yong Soroti Kondisi Tim yang Belum Ideal

waktu baca 4 menit
Selasa, 4 Agu 2026 19:27 13 M Ary K

Viralterkini.id, GIANYAR – Persija Jakarta harus mengakui keunggulan rivalnya, Persib Bandung, dengan skor 1-2 pada semifinal Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Persib membuka keunggulan melalui Uilliam Barros Pereira pada menit ke-22. Enam menit berselang, Balsa Sekulic menggandakan keunggulan Persib menjadi 2-0.

Persija baru mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-86 melalui gol Kwon Chang-hoon. Namun, gol tersebut belum cukup untuk menyelamatkan Macan Kemayoran dari kekalahan. Persib pun memastikan langkah ke partai final.

Pelatih Persija, Shin Tae-yong, mengawali konferensi pers seusai pertandingan dengan memberikan apresiasi kepada Persib dan seluruh pemain yang telah bekerja keras.

“Pertama-tama, saya mengucapkan selamat kepada Persib Bandung. Kedua tim sudah bekerja keras sepanjang pertandingan,” ujar Shin Tae-yong.

Pelatih yang akrab disapa STY itu menilai Persija tetap mampu menunjukkan permainan yang baik meskipun banyak menurunkan pemain muda dan belum diperkuat komposisi terbaiknya.

“Hasil pertandingan ini tentu sangat disayangkan. Namun, kami harus menerimanya dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi agar Persija bisa terus berkembang ke depannya,” katanya.

Kondisi Persija Baru 30–40 Persen

STY mengakui dirinya datang ke pertandingan dengan target meraih kemenangan. Oleh karena itu, kekalahan tersebut jelas tidak sesuai dengan harapannya.

“Kami datang dengan target untuk menang, sehingga hasil ini jelas tidak memuaskan. Meski ada beberapa hal yang disayangkan, saya tetap menghormati seluruh keputusan wasit,” ucapnya.

Menurut STY, kondisi Persija saat ini belum ideal. Selain komposisi pemain utama yang belum lengkap, tingkat kebugaran tim juga masih jauh dari kondisi terbaik.

“Komposisi terbaik kami belum lengkap dan kondisi fisik tim saat ini baru sekitar 30–40 persen. Karena itu, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” jelasnya.

STY berharap Persija dapat menunjukkan perkembangan signifikan sebelum menjalani pertandingan pembuka liga pada 4 September 2026.

“Saya berharap pada pertandingan pembuka liga nanti, Persija sudah menunjukkan perkembangan yang jauh lebih baik,” tambahnya.

Arhan: Tim Masih Membutuhkan Waktu

Pratama Arhan menilai permainan Persija yang belum maksimal, khususnya pada babak pertama, disebabkan oleh waktu persiapan yang relatif singkat.

Menurutnya, para pemain masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan metode latihan dan taktik yang diterapkan Shin Tae-yong.

“Kami baru berkumpul dalam waktu yang tidak terlalu lama. Banyak pemain baru, termasuk pemain asing, yang masih beradaptasi dengan metode latihan dan taktik Coach Shin,” kata Arhan.

“Tim masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan taktik yang diinginkan pelatih. Pertandingan ini menjadi pembelajaran bagi kami untuk memperbaiki berbagai kesalahan menjelang kompetisi liga,” lanjutnya.

Arhan juga memberikan ucapan selamat kepada Persib yang berhasil mengamankan tempat di final.

“Pertama-tama, saya mengucapkan selamat kepada Persib yang berhasil melaju ke final. Bagi saya dan teman-teman, pertandingan ini menjadi pembelajaran agar kami bisa tampil lebih baik saat liga dimulai,” ujarnya.

Pengalaman Pertama STY Menghadapi Rivalitas Persija-Persib

Pertandingan tersebut menjadi pengalaman pertama Shin Tae-yong menghadapi rivalitas besar di level klub Indonesia. Menurutnya, Persib merupakan tim yang kuat dan pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi.

“Ini pengalaman pertama saya menghadapi rival besar di level klub Indonesia. Pertandingan berlangsung sangat baik. Persib merupakan tim yang kuat dan kedua tim sama-sama bekerja keras,” ungkap STY.

Ia menegaskan bahwa laga seperti ini harus dimanfaatkan Persija untuk terus berkembang dan memperbaiki kekurangan. Namun, STY menyayangkan pertandingan sebesar Persija melawan Persib harus berlangsung tanpa kehadiran penonton.

“Satu hal yang sangat disayangkan adalah pertandingan sebesar ini harus berlangsung tanpa kehadiran penonton,” katanya.

Arhan Berharap Rivalitas Hanya Berlangsung di Lapangan

Pratama Arhan turut menyampaikan harapannya mengenai rivalitas Persija dan Persib. Ia berharap persaingan kedua tim cukup berlangsung selama 90 menit di lapangan.

“Saya berharap rivalitas cukup berlangsung di lapangan selama 90 menit. Di luar lapangan, kami sebagai pemain tetap berteman, saling menyapa, dan saling menghormati,” tutur Arhan.

Pemain Persija tersebut juga berharap hubungan antarsuporter dapat terjalin dengan lebih baik sehingga pendukung kedua tim nantinya dapat hadir dan menyaksikan pertandingan dengan aman.

“Saya berharap para suporter juga bisa seperti itu. Rivalitas cukup di dalam pertandingan. Di luar lapangan, kita tetap bisa hidup berdampingan dengan baik seperti sahabat,” tutupnya. (ma)

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri