learning-english-doodle-set-language-school-in-sketch-style-online-language-education-course-hand-drawn-illustration-isolated-on-white-background-vector Viralterkini.id — Bahasa Inggris saat ini dikenal sebagai salah satu bahasa yang paling banyak digunakan di dunia. Jutaan orang menggunakan bahasa ini setiap hari untuk pendidikan, pekerjaan, dan komunikasi internasional. Namun, bahasa inggris yang kita kenal sekarang sebenarnya memiliki sejarah panjang yang berkembang selama berabad-abad.
Sejarah bahasa inggris dimulai sekitar abad ke-5 ketika tiga suku bangsa Jermanik, yaitu Angles, Saxons, dan Jutes, datang ke wilayah Britania. Mereka menyeberangi Laut Utara dari daerah yang sekarang dikenal sebagai Denmark dan Jerman Utara.

Pada saat itu, penduduk asli Britania menggunakan bahasa Celtic. Namun, setelah kedatangan suku-suku tersebut, banyak penutur bahasa Celtic terdorong ke wilayah barat dan utara, seperti daerah yang sekarang menjadi Wales, Skotlandia, dan Irlandia.
Suku Angles berasa dari wilayah yang disebut Englaland. Bahasa yang mereka gunakan disebut Englisc, yang kemudian menjadi asal dari kata England dan English.
Bahasa yang berkembang dari bahasa suku-suku Jermanik tersebut dikenal sebagai Old English. Bahasa ini sangat berbeda dari bahasa inggris modern, baik dari segi bentuk tulisan maupun cara pengucapannya.
Penutur bahasa Inggris saat ini kemungkinan akan kesulitan memahami Old English. Meski demikian, banyak kata dalam bahasa Inggris modern berasal dari periode ini. Sekitar setengah dari kata-kata yang sering digunakan dalam bahasa Inggris modern memiliki akar dari Old English. Contohnya adalah kata be, strong, dan water.
Old English digunakan hingga sekitar tahun 1100 Masehi.

Perubahan besar dalam bahasa Inggris terjadi pada tahun 1066, ketika William the Conqueror, Duke of Normandy, menaklukkan Inggris.
Para penakluk baru yang dikenal sebagai Norman membawa bahasa mereka sendiri, yaitu bentuk awal bahasa Prancis. Bahasa ini kemudian digunakan oleh kalangan kerajaan serta kelas penguasa dan pedagang.
Pada masa itu, terjadi semacam perbedaan bahasa berdasarkan kelas sosial. Masyarakat kelas bawah tetap menggunakan bahasa Inggris, sementara kalangan bangsawan dan penguasa menggunakan bahasa Prancis.
Pada abad ke-14, bahasa Inggris kembali menjadi bahasa yang dominan di Inggris. Namun, bahasa tersebut sudah dipengaruhi oleh banyak kata dari bahasa Prancis. Bahasa pada periode ini disebut Middle English.

Middle English juga merupakan bahasa yang digunakan oleh penulis terkenal Geoffrey Chaucer (1340-1400). Namun, bahasa tersebut masih cukup sulit dipahami oleh penutur bahasa Inggris modern.
Menjelang akhir periode Middle English, terjadi perubahan besar dalam cara pengucapan vokal yang dikenal sebagai Great Vowel Shift.
Pada abad ke-16, Inggris mulai menjalin kontak dengan banyak bangsa di dunia. Bersamaan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan pada masa Renaissance, banyak kata dan istilah baru masuk ke dalam bahasa Inggris.
Pada periode ini juga terjadi perkembangan penting lainnya, seperti buku menjadi lebih murah, semakin banyak orang belajar membaca, serta teknologi percetakan membantu menstandarkan ejaan dan tata bahasa.

Dialek London kemudia menjadi standar bahasa Inggris karena sebagian besar penerbit buku berada di kota tersebut. Pada tahun 1604, kamus bahasa Inggris pertama diterbitkan.
Perbedaan utama antara Early Modern English dan Late Modern English terletak pada jumlah kosakata yang semakin banyak.
Ada dua faktor utama yang menyebabkan bertambahnya banyak kata baru dalam bahasa Inggris. Pertama adalah Revolusi Industri dan perkembangan teknologi yang menciptakan kebutuhan akan istilah-istilah baru. Kedua adalah kekuasaan British Empire, yang pada masa kejayaannya mencakup sekitar seperempat wilayah bumi.
Bahasa Inggris kemudian menyerap banyak kata dari berbagai bahasa di dunia.
Sekitar tahun 1600, kolonisasi Inggris di Amerika Utara menghasilkan bentuk bahasa baru yang dikenal sebagai American English.
Beberapa kata dan pengucapan dalam bahasa Inggris Amerika sebenarnya mempertahankan bentuk bahasa Inggris yang lebih lama. Dalam beberapa hal, bahasa Inggris Amerika bahkan dianggap lebih mirip dengan bahasa Inggris pada masa William Shakespeare dibandingkan bahasa Inggris modern.
Bahasa Inggris Amerika juga dipengaruhi oleh bahasa lain, seperti Spanyol, Prancis, dan beberapa bahasa Afrika Barat. Contohnya adalah kata canyon, ranch, stampede, dan vigilante yang berasal dari bahasa Spanyol.
Saat ini terdapat banyak variasi bahasa Inggris di berbagai negara seperti: Australian English, New Zealand English, Canadian English, South African English, Indian English, Caribbean English dan masih banyak lainnya.
Hal in menunjukkan bahwa bahasa Inggris terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan budaya di berbagai wilayah dunia.
Penyebaran bahasa Inggris di seluruh dunia tidak lepas dari sejarah konolialisme Inggris. Pada masa kejayaannya, British Empire memiliki wilayah jajahan yang sangat luas di berbagai benua. Bahasa Inggris kemudia digunakan oleh tentara, pedagang, pelaut dan masyarakat di wilayah tersebut.

Seiring waktu, bahasa Inggris semakin sering digunakan dalam berbagai bidang seperti perdagangan internasional, pendidikan, teknologi, dan komunikasi antarnegara. Ketika orang dari negara yang berbeda bertemu, bahasa Inggris sering menjadi bahasa yang digunakan bersama.
Selain itu, pengaruh negara seperti Amerika Serikat dalam bidang film, musik, teknologi, dan internet juga membuat bahasa Inggris semakin dikenal di seluruh dunia.
Karena alasan tersebut, bahasa Inggris akhirnya berkembang menjadi Lingua Franca, yaitu bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi global oleh masyarakat dari berbagai negara. (rby)