Bupati Halmahera Tengah Ikram M. Sangadji didampingi jajaran pimpinan daerah saat meresmikan secara simbolis program bantuan lima unit Rumah Layak Huni (RLH) bagi warga, Weda, Senin (25/5/2026). Foto: ist
Viralterkini.id, WEDA — Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, terus berupaya mengintervensi angka kemiskinan dan ketimpangan sosial melalui pemenuhan infrastruktur dasar bagi masyarakat di akar rumput.
Langkah nyata tersebut ditandai dengan penyerahan secara resmi 5 unit rumah layak huni (RLH) oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Halmahera Tengah kepada warga yang berhak menerima. Prosesi peresmian dan serah terima tersebut bertempat di Kota Weda, Senin (25/5/2026) sore WIT.
Acara peresmian dipimpin langsung oleh Bupati Halmahera Tengah Ikram M. Sangadji, dengan didampingi oleh Wakil Bupati Ahlan Djumadil dan Sekretaris Daerah (Sekda) Bahri Sudirman.
Kehadiran jajaran pimpinan tertinggi daerah ini menegaskan keseriusan pemerintah kabupaten dalam mengawal program-program prioritas yang menyentuh langsung aspek kesejahteraan masyarakat.
Di sela-sela peninjauan unit bangunan dan prosesi penyerahan kunci, Bupati Ikram M. Sangadji memberikan arahan khusus yang menyentuh sisi humanis kepemilikan aset.
Ia menegaskan bahwa rumah bantuan tersebut bukan merupakan milik individu secara sepihak, melainkan menjadi hak bersama antara suami dan istri.
”Rumah ini milik bersama suami dan istri. Ini adalah bentuk tanggung jawab, kebersamaan, dan komitmen dalam membangun keluarga yang harmonis dan sejahtera,” ujar Bupati.
Bupati menjelaskan, rumah tinggal bukanlah sekadar bangunan fisik untuk berlindung dari cuaca, melainkan hulu dari kesejahteraan warga. Dari hunian yang sehat dan aman, produktivitas ekonomi keluarga dapat dipacu, kualitas kesehatan terjaga, dan masa depan pendidikan anak-anak dapat dirajut dengan lebih baik.
Penyediaan hunian yang layak menjadi kebijakan prioritas pemerintah daerah guna memastikan setiap warga memiliki standar hidup yang bermartabat.
Ia juga menegaskan bahwa komitmen pemerintah daerah untuk mengangkat derajat hidup warga tidak akan berhenti pada momentum peresmian ini saja.
”Komitmen kami untuk meningkatkan kesejahteraan warga tidak akan berhenti pada penyerahan lima unit rumah ini saja. Ini adalah stimulan. Pemerintah daerah hadir untuk memastikan bahwa keadilan sosial dan pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan langsung oleh setiap kepala keluarga, terutama mereka yang selama ini belum tersentuh fasilitas hunian yang aman dan sehat. Kami akan terus memperluas cakupan program ini secara bertahap dan konsisten,” Ujar Doktor jebolan IPB ini mempertegas kebijakannya.
Program intervensi ini disambut emosional oleh warga penerima manfaat. Bagi mereka yang selama ini hidup dalam keterbatasan ekonomi, memiliki hunian yang kokoh, aman, dan memenuhi standar kesehatan semula dinilai sebagai hal yang sulit dijangkau.
Salah seorang warga penerima bantuan tampak tidak dapat membendung rasa harunya saat menerima kunci rumah secara simbolis dari jajaran pimpinan daerah. Sambil menyeka air mata, ia mengungkapkan bagaimana bantuan ini memberikan rasa aman yang mendalam bagi keluarganya.
”Kami seperti mendapat mukjizat. Selama ini kami hanya tinggal di tempat seadanya, selalu cemas setiap kali hujan besar datang. Sekarang, anak-anak bisa tidur dengan tenang dan belajar di rumah yang layak. Bantuan ini benar-benar mengubah hidup kami, memberikan kami semangat baru untuk bekerja lebih giat demi masa depan anak-anak. Terima kasih banyak kepada Pemerintah Daerah,” tuturnya dengan suara bergetar.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkimtan Kabupaten Halmahera Tengah Abdullah Yusuf menjelaskan bahwa pelaksanaan proyek pembangunan 5 unit RLH ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat lokal dalam tahap konstruksi.
Skema padat karya ini sengaja diterapkan agar terjadi transfer keterampilan (skill) sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung berupa pendapatan bagi warga sekitar selama proses pembangunan berjalan.
Program penataan kawasan permukiman ini dijalankan secara integratif melalui dua skema utama, yakni pembangunan unit baru bagi keluarga yang belum memiliki hunian mandiri, serta rehabilitasi atau pemugaran bagi rumah tidak layak huni (RTLH) agar memenuhi syarat keselamatan dan standardisasi teknis.
Untuk memastikan keberlanjutan program, Pemkab Halmahera Tengah berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan pembinaan pasca-serah terima agar aset yang telah diberikan dapat dirawat dengan baik dan memberikan dampak positif yang panjang bagi taraf hidup keluarga penerima.
Agenda peresmian yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan peninjauan langsung kondisi fisik bangunan rumah. Turut hadir di lokasi acara untuk memberikan dukungan penuh, Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Tengah Junaidi Alting, bersama beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, tokoh masyarakat, serta warga setempat. (Red)