IMG_20260520_113211 Viralterkini.id, Jakarta, – Mengenang 5 tahun berpulangnya Jenderal TNI Purn Dr. H. Wismoyo Arismunandar, salah satu legenda olahraga Indonesia dan juga KONI. Wismoyo yang merupakan Ketum KONI Pusat masa bakti 1995-1999 dan 1999-2003 meninggal pada 28 Januari 2021. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menggelar haul memperingati 5 tahun kepergiannya. Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum Koni Pusat Letjend TNI (purn) Marciano Norman bersama jajaran koni serta Istri almarhum Siti Hardjanti.
Adanya kegiatan ini untuk mengenang dan memotivasi KONI dalam melanjutkan perjuangan Wismoyo Arismunandar untuk Indonesia. ‘Biar Mata Dunia Memandang Indonesia, Kita Dahsyat dan Perkasa’, sepotong kalimat Mars Patriot Olahraga karya almarhum yang menjadi makna serta tujuan perjuangan masyarakat olahraga prestasi.
“Semangat beliau tercermin dalam Mars Patriot Olahraga. Syair ‘Disiplin adalah nafasku’ menjadi cerminan nyata dari karakter dan keteguhan beliau. Beliau juga selalu menegaskan bahwa kehormatan adalah di atas segalanya,” terang Marciano Norman.
“Kami ini semua berjuang untuk melanjutkan cita-cita beliau yang belum bisa dicapai pada waktu itu. Oleh karena itu kami mohon izin & restu Ibu Wismoyo Arismunandar,” tegas Marciano.
Hal tersebut juga sejalan dengan Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo Subianto tentang prestasi olahraga. Tak hanya itu, prestasi olahraga juga representasi kemajuan sebuah bangsa yang berarti juga menjadi kehormatan suatu negara bangsa.
“Mari jadikan semangat beliau sebagai inspirasi untuk terus berjuang tanpa kenal lelah dan tidak pernah menyerah, demi menjadikan olahraga sebagai pemersatu bangsa dan sumber kebanggaan Indonesia melalui prestasi,” lanjut Marciano.
Istri Almarhum Wismoyo, Siti Hardjanti berterima kasih atas atensi KONI Pusat. Diceritakan sedikit tentang awal Wismoyo menentukan untuk memimpin KONI Pusat. Pada waktu beliau pensiun, oleh pemerintah beliau disuruh memilih antara Ketum KONI Pusat atau Dubes, begitu cerita Siti Hardjanti.
“Beliau seorang prajurit sejati, dari kecil ingin menjadi prajurit. Mungkin kalau jadi Dubes banyak duduk, padahal sehari-hari hidupnya di lapangan jadi beliau dengan tegas memilih menjadi Ketum KONI Pusat karena memimpin atlet yang hampir sama dengan prajurit, cita-citanya sama yaitu berjuang untuk nama bangsa,” jelas Siti Hardjanti.
“Indonesia dapat meraih juara yang diharapkan, para atlet harus memiliki semangat seperti prajurit, dengan jiwa korsa yang kuat, selalu bersatu, dan tetap gembira agar dapat mencapai hasil terbaik,” sambungnya.
Tentang Wismoyo Arismunandar
Almarhum Wismoyo merupakan peraih ‘KONI Lifetime Achievement Award’. Selaku Ketum KONI Pusat, Marciano Norman memberikan penghargaan tertinggi itu kepada Almarhum Wismoyo Arismunandar. Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada istri Almarhum Wismoyo, Siti Hardjanti pada Senin 19 Mei 2025.
“Kita selalu mengenang Pak Wismoyo sebagai Ketua Umum KONI Pusat,” kata Ketum KONI Pusat bercerita saat berkunjung ke kediaman Almarhum Wismoyo di Bambu Apus, Jakarta Timur.
“Kami selalu menjadikan Pak Wismoyo sebagai rujukan dalam membina olahraga prestasi Indonesia, kalau kita ingat kata-kata di lagu Mars Patriot, itu kata-kata beliau ke satuan-satuan hingga atlet-atlet,” sambungnya mengenang pria kelahiran Bondowoso, 10 Februari 1940.
Marciano tegaskan bahwa semangat Wismoyo Arismunandar selalu melekat pada Patriot Olahraga Indonesia. “Kesetiaan adalah Kebanggaanku, Disiplin Satu-satunya Nafasku, Demi Jayanya Sang Merah Putih, Kehormatan adalah Segalanya. Gemertak Tulang Mendidih Darahku, Semangat Berapi Membakar Batinku, Tuhan adalah Kekuatanku , Setiap Kuhadapi Lawanku. Biar Mata Dunia Memandang Indonesia, Kita Dahsyat dan Perkasa!”.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi (PB. PABSI) Mayjen TNI Mar Purn Djoko Pramono, juga turut memberikan kesan pesan terhadap Almarhum.
“saya sangat bangga pernah menjadi anak buah Pak Wismoyo. Meskipun saya berasal dari angkatan yang berbeda, saya banyak mencontoh kepemimpinan beliau karena beliau tidak pernah membeda-bedakan,” ungkap Djoko pramono.
Semasa aktif, Program Garuda Emas Wismoyo berhasil mengantarkan atlet-atlet Indonesia meraih prestasi;
– SEA Games XVII Chiang Mai Thailand 1995 peringkat 2 (77 emas, 67 perak, 77 perunggu)
– Olimpiade XXVI Atlanta Amerika Serikat 1996 peringkat 41 (1 emas, 1 perak, 2 perunggu)
– SEA Games XIX Jakarta Indonesia 1997 peringkat 1 (194 emas, 101 perak, 115 perunggu)
– Asian Games XIII Bangkok Thailand 1998 peringkat 11 (6 emas, 10 perak, 11 perunggu)
– SEA Games XX Bandar Seri Begawan Brunei 1999 peringkat 3 (44 emas, 43 perak, 58 perunggu)
– Olimpiade XXVII Sydney Australia 2000 peringkat 37 (1 emas, 3 perak, 2 perunggu)
– SEA Games XXI Kuala Lumpur Malaysia 2001 peringkat 3 (72 emas, 74 perak, 80 perunggu)
– Asian Games XIV Busan Korea Selatan 2002 peringkat 14 (4 emas, 7 perak, 12 perunggu)