x Pulau Seribu Asri

Dewa United Kalah Tipis dari Manila Digger & Fokus Memenangi Laga Di Kandang

waktu baca 3 menit
Minggu, 8 Mar 2026 20:30 30 M Ary K

Viralterkini.id, MANILA – Perjalanan Dewa United Banten FC di perempat final AFC Challenge League menghadapi ujian berat setelah takluk 0-1 dari wakil Filipina, Manila Digger FC pada leg pertama di Rizal Memorial Stadium, Kamis (5/3/2026) malam.

Sejak awal laga, kedua tim langsung tampil agresif dan berusaha mengambil inisiatif serangan. Namun, rapatnya lini pertahanan Manila Digger membuat para pemain Dewa United kesulitan menembus area berbahaya.

Sebaliknya, tuan rumah mengandalkan skema serangan balik cepat yang beberapa kali merepotkan lini belakang Banten Warriors.

Strategi tersebut terbukti efektif pada menit ke-21. Berawal dari skema counter attack, pemain Manila Digger, Kenji Nishioka, berhasil memaksimalkan peluang dan membawa timnya unggul 1-0. Gol itu menjadi satu-satunya yang tercipta hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Dewa United tampil lebih dominan. Anak asuh Jan Olde Riekerink terus menggempur pertahanan lawan dan menguasai jalannya pertandingan. Beberapa peluang berhasil diciptakan, namun disiplin pertahanan Manila Digger membuat upaya tersebut belum mampu menghasilkan gol penyeimbang hingga peluit panjang dibunyikan.

Usai pertandingan, Riekerink menilai laga ini merupakan pertemuan dua filosofi permainan yang berbeda.

“Pertandingan ini merupakan benturan dua gaya bermain yang berbeda. Saya pernah bekerja selama dua tahun di Afrika Selatan, sehingga memahami karakter tim dengan pemain yang kuat dalam duel dan memiliki daya juang tinggi,” ujarnya dalam sesi konferensi pers.

Menurut pelatih asal Belanda itu, karakter permainan seperti tersebut sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya. Namun, Dewa United membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri.

Persita vs Dewa United_Foto MAK (340)
Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink,Foto : Viralterkini.id/MAK

Ia mengakui dalam sekitar 30 menit pertama timnya kurang sigap mengantisipasi bola-bola panjang dari lawan.

“Setiap kali mereka mengirimkan umpan jauh, kami tidak cukup cepat mundur sekitar dua meter sebelum bola dilepaskan,” jelasnya.

Meski demikian, Riekerink melihat perkembangan positif menjelang akhir babak pertama. Para pemain mulai menemukan ritme permainan, yang kemudian berlanjut dengan dominasi pada babak kedua.

“Kami mampu mendominasi pertandingan dan, jika sedikit lebih beruntung, sebenarnya bisa menciptakan beberapa peluang,” katanya.

Meski kalah tipis, ia menegaskan peluang timnya masih terbuka pada leg kedua yang akan digelar di Jakarta.

“Kami memang tertinggal 0-1, tetapi bahkan jika laga pertama berakhir 0-0 pun kami tetap harus mencetak satu gol. Jadi situasinya tidak banyak berubah. Tugas pertama kami tetap sama, yaitu mencetak gol,” tegasnya.

Riekerink juga menjelaskan filosofi permainan Dewa United yang menekankan kolektivitas tim, penguasaan bola, serta pergerakan tanpa bola untuk membuka ruang.

Menurutnya, pendekatan tersebut sudah mulai terlihat jelas pada babak kedua.

“Jika kami dapat memainkan gaya tersebut sepanjang pertandingan, kami akan terus menciptakan peluang dengan cara yang sama,” tutupnya. (ma)

INSTAGRAM

22 hours ago
24 hours ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri