x Pulau Seribu Asri

Wiljan Pluim Bongkar Skandal Paspor, Sentil Praktik Naturalisasi di Indonesia

waktu baca 4 menit
Kamis, 9 Apr 2026 19:15 56 Agung

Viralterkini.id, Jakarta – Mantan gelandang Wiljan Pluim buka suara terkait skandal paspor yang mencuat di Liga Belanda dan berdampak pada sejumlah pemain, termasuk yang memiliki keterkaitan dengan Timnas Indonesia.

Pengakuan eks pemain PSM Makassar itu sekaligus menyingkap dugaan praktik tidak transparan dalam proses naturalisasi pemain selama ia berkarier di Indonesia.

Skandal paspor tersebut dilaporkan melibatkan lebih dari 20 pemain yang kini menghadapi masalah kelayakan tampil di kompetisi Liga Belanda.

Tidak hanya pemain berdarah Indonesia, kasus ini juga menyeret sejumlah nama dari Suriname dan Tanjung Verde.

Akibatnya, beberapa pemain tidak dapat tampil dalam sejumlah pertandingan terakhir karena status administrasi mereka dipertanyakan.

Dari sekian banyak pemain yang terdampak, baru satu nama yang dinyatakan lolos dari masalah tersebut, yakni kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes.

Sementara itu, investigasi terkait pemain lainnya masih terus berlangsung.

Pluim yang memiliki pengalaman panjang bermain di Indonesia pada periode 2016 hingga 2023 bersama PSM Makassar, serta sempat memperkuat Borneo FC Samarinda pada 2024, mengaku tidak terkejut dengan mencuatnya skandal tersebut.

Ia menilai praktik kepemilikan paspor ganda sudah lama menjadi isu yang beredar di kalangan pemain.

Dalam wawancaranya, Pluim mengungkap bahwa dirinya pernah mendapat tekanan dari oknum federasi dan klub untuk menjalani proses naturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Dengan masa tinggal lebih dari lima tahun, ia memang memenuhi syarat administratif untuk mendapatkan paspor Indonesia.

Menurut Pluim, tawaran tersebut disertai sejumlah keuntungan, terutama dari sisi karier. Dengan status sebagai pemain lokal, ia tidak perlu bersaing dalam kuota pemain asing yang dibatasi di kompetisi domestik.

“Jika Anda bermain untuk klub yang sama selama lima tahun, Anda otomatis memenuhi syarat untuk mendapatkan paspor,” ujar Pluim.

“Saya ditekan oleh federasi dan klub untuk mengambil paspor tersebut. Dengan begitu, Anda menjadi pemain lokal dan itu sangat menguntungkan karena klub hanya diperbolehkan memiliki jumlah pemain asing tertentu.”

Meski demikian, Pluim memilih menolak tawaran tersebut. Ia mempertimbangkan konsekuensi besar yang harus dihadapi, yakni kehilangan kewarganegaraan Belanda.

Regulasi di Indonesia tidak memperbolehkan kewarganegaraan ganda bagi orang dewasa, sehingga keputusan menjadi WNI berarti harus melepas paspor asalnya.

“Di Indonesia Anda hanya diperbolehkan memiliki satu paspor. Saya ingin kembali ke Belanda setelah karier saya berakhir, jadi saya memutuskan untuk tidak melakukannya,” katanya.

Lebih jauh, Pluim mengaku sempat kebingungan dengan praktik yang terjadi di lapangan. Ia menyebut adanya indikasi pemain yang tetap menyimpan identitas negara asal meski telah memiliki paspor Indonesia.

“Secara teknis itu tidak diperbolehkan, tetapi ada yang mengatakan selama Anda menyimpan kartu identitas Belanda, Anda tetap bisa masuk tanpa visa. Hal-hal seperti itu terasa tidak benar bagi saya,” ungkapnya.

Pengakuan Pluim memperkuat dugaan adanya celah atau praktik toleransi dalam pengelolaan status kewarganegaraan pemain di Indonesia.

Ia bahkan menyebut situasi tersebut seperti berjalan di bawah “janji palsu” yang seolah tidak akan menjadi masalah selama tidak terungkap ke publik.

Menurutnya, nilai seorang pemain di Indonesia bisa meningkat signifikan jika memiliki status sebagai pemain lokal.

Namun, faktor tersebut tidak cukup untuk membuatnya mengambil risiko hukum dan administratif yang besar.

“Di Indonesia, nilai Anda bisa meningkat dengan paspor lokal. Tapi itu bukan faktor bagi saya. Saya sudah bermain cukup lama dan tidak perlu membuktikan apa-apa lagi,” tegasnya.

Kasus ini pun memunculkan sorotan terhadap tata kelola naturalisasi pemain oleh federasi, termasuk PSSI.

Meski belum ada pernyataan resmi terkait tudingan tersebut, isu ini berpotensi menjadi perhatian serius karena menyangkut kredibilitas kompetisi dan tim nasional.

Skandal paspor di Liga Belanda kini menjadi pintu masuk untuk mengungkap praktik serupa di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dengan semakin ketatnya regulasi FIFA terkait administrasi pemain, setiap pelanggaran berpotensi berujung pada sanksi berat.

Pernyataan Pluim menjadi salah satu suara penting dari pelaku yang pernah berada langsung di dalam sistem.

Pengalamannya memberikan gambaran bahwa persoalan ini bukan sekadar isu administratif, melainkan juga menyangkut integritas dalam pengelolaan sepak bola profesional.

Hingga kini, proses investigasi masih terus berjalan di Eropa. Sementara di Indonesia, publik menanti respons resmi dari federasi terkait tudingan yang disampaikan oleh Pluim. (ag/ma)

VIRAL NETWORK

INSTAGRAM

1 day ago
1 day ago
1 day ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri