x Viralterkini

The Jakmania Dilarang Hadiri Enam Laga Tandang Persija, I.League Soroti Keamanan Stadion

waktu baca 4 menit
Rabu, 21 Okt 2026 14:46 21 M Ary K

Viralterkini.id, Jakarta – Kerusuhan suporter pada pertandingan Persita melawan Persija Jakarta berujung sanksi larangan menghadiri laga tandang bagi The Jakmania. Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam konferensi pers I.League, hukuman dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI tersebut berlaku untuk enam pertandingan tandang Persija.

Sanksi itu menjadi salah satu pembahasan utama dalam konferensi pers yang digelar mendadak di kantor pusat I.League. Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, hadir bersama Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, untuk menjelaskan penegakan disiplin sekaligus evaluasi keamanan pertandingan.

Ferry menjelaskan, pemberian hukuman merupakan bagian dari upaya mencegah kerusuhan berulang. Pelanggaran serupa dapat berujung pada sanksi yang lebih berat, terutama apabila kembali melibatkan kelompok suporter yang sama.

Penindakan terhadap oknum pemicu keributan juga menjadi perhatian. Pembatasan akses menonton pertandingan dapat dipertimbangkan sesuai ketentuan yang berlaku agar pelanggaran tidak terus berulang.

Keharmonisan suporter Persita dan Persija disaat pertandingan Persita vs Persija di Banten International Stadium, Foto : Viralterkini.id/MAK

Enam Pertandingan Tandang Terdampak

Dalam keterangan konferensi pers tersebut, larangan kehadiran suporter Persija disebut mencakup enam pertandingan berikut:

  1. Dewa United vs Persija — 31 Oktober 2026.
  2. PSM Makassar vs Persija — 21 November 2026.
  3. Bhayangkara FC vs Persija — 4 Desember 2026.
  4. Isenmulang FC vs Persija — 8 Desember 2026.
  5. Persijap Jepara vs Persija — 22 Desember 2026.
  6. PSS Sleman vs Persija — 26 Desember 2026.

Hukuman tersebut membatasi kehadiran The Jakmania dalam mendukung langsung Persija di stadion lawan selama periode yang ditetapkan.

Selain itu juga Komite Disiplin PSSI resmi menjatuhkan hukuman denda finansial dengan rincian Persita Tangerang dikenai denda sebesar Rp40 juta karena dinilai lalai menjaga ketertiban, sedangkan Persija Jakarta harus membayar total denda Rp90 juta akibat kericuhan suporter serta aksi pelemparan flare dan petasan.

Pengamanan Suporter Tandang Dievaluasi

Insiden pada laga Persita melawan Persija menjadi sorotan karena pertandingan sempat terhenti pada babak kedua. Padahal, menurut penjelasan Ferry, pertandingan sebelumnya berlangsung relatif lancar.

Ferry menyebut, sebelum pertandingan tidak terdapat indikasi keributan berdasarkan informasi dari kepolisian. Panitia pelaksana kemudian memberikan ruang bagi suporter tandang untuk hadir karena situasi dinilai tidak bermasalah.

Namun, kericuhan yang terjadi menunjukkan perlunya evaluasi terhadap pengamanan pertandingan, termasuk pengendalian jumlah penonton, koordinasi dengan aparat keamanan, serta kesiapan panitia pelaksana menghadapi gangguan.

Potensi konflik akibat rivalitas antarklub juga perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan kehadiran suporter tamu. Rekomendasi kepolisian menjadi salah satu dasar penilaian, terutama untuk pertandingan dengan risiko keamanan tinggi.

Selain kasus Persija, I.League turut membahas evaluasi pelanggaran disiplin dan kerusuhan suporter lainnya, termasuk insiden dalam pertandingan PSGC Ciamis melawan PSIS Semarang.

Pengurangan Poin Masih Berupa Wacana

Dalam konferensi pers tersebut, Ferry turut menyampaikan dukungan terhadap langkah tegas Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, untuk memperkuat efek jera atas kekerasan suporter.

Salah satu opsi yang dibahas adalah pengurangan poin bagi klub apabila suporternya terbukti melakukan pelanggaran kekerasan serius di area stadion. Namun, keterangan yang disampaikan belum merinci ketentuan maupun mekanisme penerapannya.

Dengan demikian, wacana pengurangan poin tersebut perlu dibedakan dari sanksi larangan menghadiri pertandingan tandang yang disebut telah dijatuhkan kepada suporter Persija.

Ferry juga menyampaikan bahwa keputusan Komdis dapat diajukan banding sesuai prosedur yang berlaku.

Rangkaian insiden ini menegaskan pentingnya koordinasi antara klub, suporter, panitia pelaksana, federasi, dan aparat kepolisian. Penegakan disiplin perlu berjalan beriringan dengan perbaikan pengamanan agar kerusuhan dapat dicegah sebelum mengganggu pertandingan dan membahayakan penonton. (ma)

5 Poin Penting

  1. The Jakmania dikenai larangan menghadiri enam laga tandang Persija menyusul kerusuhan pada pertandingan Persita melawan Persija.
  2. Enam laga yang disebut terdampak berlangsung pada Oktober–Desember 2026, menghadapi Dewa United, PSM Makassar, Bhayangkara FC, Isenmulang FC, Persijap Jepara, dan PSS Sleman.
  3. I.League menyoroti evaluasi pengamanan suporter tandang, terutama pengendalian penonton, pemetaan risiko, dan koordinasi dengan kepolisian.
  4. Pengurangan poin masih berupa wacana sanksi yang lebih tegas, dengan ketentuan dan mekanisme penerapan yang belum dijelaskan secara terperinci.
  5. Keputusan Komdis dapat diajukan banding sesuai prosedur, sementara evaluasi kedisiplinan juga mencakup insiden PSGC Ciamis melawan PSIS Semarang.

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini