x Viralterkini

Satu Rumah, Beragam Kebutuhan: Ketika Penyimpanan Harus Mengikuti Perubahan Keluarga

waktu baca 3 menit
Selasa, 29 Sep 2026 12:20 32 Denny Pohan

Viralterkini.id, TANGERANG — Persoalan penyimpanan di rumah tidak selalu berkaitan dengan luas ruangan. Bertambahnya barang, perubahan aktivitas, hingga pertumbuhan anak membuat kebutuhan penyimpanan ikut berubah. Sistem penyimpanan pun dituntut tidak sekadar menampung barang, tetapi mampu beradaptasi dengan perubahan fungsi ruang.

Kondisi tersebut membuat pendekatan terhadap penyimpanan rumah semakin beragam. Barang yang digunakan setiap hari, pakaian, aksesori, mainan hingga perlengkapan hobi memiliki karakter dan frekuensi penggunaan yang berbeda sehingga tidak selalu efektif jika ditempatkan dalam satu sistem penyimpanan.

Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah menggabungkan penyimpanan tertutup untuk barang pribadi dengan sistem yang memberikan akses lebih mudah terhadap barang yang sering digunakan.

Dalam konteks tersebut, IKEA menempatkan sistem PAX dan TROFAST sebagai dua pendekatan penyimpanan dengan fungsi berbeda. PAX lebih diarahkan untuk kebutuhan pakaian dan barang pribadi, sedangkan TROFAST dapat digunakan untuk barang berukuran lebih kecil yang membutuhkan akses lebih cepat.

PAX memiliki konfigurasi yang dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan penyimpanan. Sistem tersebut dapat digunakan untuk pakaian yang digantung maupun dilipat, sekaligus menampung sepatu dan aksesori.

Sementara TROFAST menggunakan kombinasi rangka dan kotak penyimpanan yang dapat dilepas. Karakter tersebut membuatnya dapat digunakan untuk menyimpan mainan, buku, perlengkapan kerajinan maupun berbagai barang yang kerap digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Perbedaan fungsi tersebut menunjukkan bahwa penyimpanan rumah tidak harus dibangun dengan satu jenis furnitur untuk seluruh kebutuhan. Pemisahan berdasarkan jenis barang dan frekuensi penggunaan justru dapat membantu penghuni rumah mengatur ruang secara lebih praktis.

Kebutuhan tersebut semakin terlihat pada keluarga yang memiliki anak. Ruang yang awalnya digunakan sebagai tempat bermain dapat berubah menjadi ruang belajar ketika anak bertambah besar. Barang yang disimpan pun ikut bergeser, dari mainan dan perlengkapan kreatif menjadi buku, perlengkapan sekolah dan peralatan hobi.

Sistem penyimpanan yang fleksibel memungkinkan perubahan tersebut dilakukan tanpa harus mengubah seluruh tata ruang. Penyimpanan yang sebelumnya digunakan untuk mainan, misalnya, dapat dialihkan untuk perlengkapan sekolah atau barang pribadi ketika kebutuhan anak berubah.

Hal serupa terjadi pada kamar tidur orang dewasa. Koleksi pakaian dapat bertambah, hobi baru dapat muncul, sementara berbagai barang rumah tangga membutuhkan tempat penyimpanan tersendiri. Karena itu, pembagian fungsi penyimpanan menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga ruang tetap terorganisasi.

“Di IKEA, kami percaya bahwa penyimpanan bukan hanya tentang menyimpan barang pada tempatnya, melainkan tentang menciptakan solusi yang dapat membuat kehidupan sehari-hari di rumah menjadi lebih mudah dan menyenangkan,” ujar M. Yusuf Attorik, Interior Design Leader IKEA Indonesia.

Menurut dia, kombinasi sistem penyimpanan dapat disesuaikan dengan jenis barang, cara penggunaannya, serta perubahan kebutuhan penghuni rumah.

Pendekatan tersebut juga memperlihatkan bahwa desain penyimpanan memiliki kaitan erat dengan kebiasaan penghuni rumah. Barang yang paling sering digunakan idealnya berada pada lokasi yang mudah dijangkau, sedangkan barang yang lebih jarang digunakan dapat ditempatkan pada area penyimpanan yang lebih tertutup.

Bagi anak, akses yang mudah juga dapat membantu membangun kebiasaan untuk mengambil sekaligus mengembalikan barang ke tempatnya. Sementara bagi orang dewasa, pemisahan antara barang yang sering digunakan dan barang yang lebih jarang diakses dapat membantu menjaga keteraturan ruang.

“Fleksibilitas dari solusi ini memungkinkan setiap orang menciptakan kombinasi penyimpanan yang sesuai dengan rumah mereka saat ini, sekaligus memiliki kemungkinan untuk menyesuaikannya ketika kehidupan berubah,” kata Torik.

Pada akhirnya, penyimpanan rumah bukan hanya persoalan kapasitas. Cara barang dikelompokkan, seberapa sering digunakan, siapa yang menggunakannya, serta bagaimana kebutuhan penghuni berubah menjadi faktor yang menentukan apakah sebuah sistem penyimpanan dapat bertahan dalam jangka panjang.(DP)

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini