x Pulau Seribu Asri

Menkeu Purbaya Siap Tindak Pimpinan Bea Cukai yang Tak Becus Bekerja

waktu baca 2 menit
Kamis, 21 Mei 2026 12:07 32 M Ary K

Viralterkini.id, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta pimpinan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dicopot apabila tidak mampu bekerja dengan baik.

Purbaya menegaskan dirinya akan menjalankan arahan presiden apabila hal tersebut menjadi perintah resmi. Namun, ia memastikan akan terlebih dahulu mengevaluasi kinerja pihak yang dimaksud sebelum mengambil keputusan.

“Tadi kalau kerjanya nggak bener disuruh copot aja? Nanti kita lihat deh. Kalau itu perintah, saya akan kerjakan. Saya nggak bisa lari dari perintah, tapi saya cek dulu ya,” ujar Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Pernyataan itu disampaikan setelah Presiden Prabowo memberikan peringatan keras kepada jajaran pemerintah, khususnya di lingkungan bea cukai, saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI terkait Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027.

Dalam pidatonya, Prabowo meminta agar pimpinan bea cukai yang tidak mampu menjalankan tugas segera diganti demi mempercepat pelayanan dan penyelesaian persoalan ekonomi nasional.

“Menteri Keuangan kalau pimpinan bea cukai tidak mampu segera diganti,” tegas Prabowo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Prabowo Soroti Kinerja Birokrasi

Prabowo menegaskan pemerintah tidak boleh bekerja lamban dan santai di tengah tuntutan masyarakat yang menginginkan pelayanan cepat serta kepastian hukum dan ekonomi.

“Bangsa dan rakyat menuntut pekerjaan yang cepat jangan kita jadi pemerintah yang santai, pemerintah yang leha-leha, pemerintah yang kumaha engke wae,” katanya.

Presiden juga meminta seluruh menteri dan kepala lembaga membersihkan birokrasi di instansinya masing-masing. Menurutnya, keluhan dunia usaha terkait praktik pungutan liar (pungli) dan penyalahgunaan kewenangan masih sering terjadi di berbagai sektor.

“Jangan ragu-ragu, yang melanggar, tindak. Sekali lagi, semua institusi pemerintah harus bekerja dengan baik. Kita harus menghilangkan korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan praktik yang menghambat perjalanan ekonomi kita,” ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah akan memperketat pengawasan terhadap kinerja aparatur negara, khususnya di sektor yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik dan aktivitas ekonomi nasional. (ma)

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri