Lifter DKI Jakarta, Lisa Indriyani, berhasil mempersembahkan medali emas pertama bagi kontingen DKI Jakarta dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Angkat Besi Senior Pupuk Indonesia 2026. (foto: PABSI). Viralterkini.id, Jakarta — Lifter DKI Jakarta, Lisa Indriyani, berhasil mempersembahkan medali emas pertama bagi kontingen DKI Jakarta dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Angkat Besi Senior Pupuk Indonesia 2026 yang berlangsung di GOR Saparua pada 17–19 April 2026. Prestasi tersebut diraih Lisa saat tampil di kelas 49 kilogram, yang merupakan kelas baru dalam regulasi Federasi Angkat Besi Dunia atau International Weightlifting Federation (IWF).
Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting bagi Lisa, yang sebelumnya meraih medali perak pada kelas 45 kilogram di ajang Pekan Olahraga Nasional 2024. Pada Kejurnas kali ini, ia harus beradaptasi dengan kelas baru yang menuntut penyesuaian berat badan sekaligus strategi bertanding yang berbeda.
Dalam persaingan di kelas 49 kg, Lisa menghadapi dua rival kuat, yakni Adelia Prasasti dari Lampung dan Tita Nurcahya Meliani dari Jawa Barat. Ketiganya terlibat persaingan ketat sejak awal pertandingan.
Pada nomor angkatan snatch, Lisa tampil impresif dengan mencatatkan angkatan terbaik 72 kilogram. Hasil tersebut cukup untuk mengungguli kedua pesaingnya sekaligus mengamankan medali emas pertama bagi tim angkat besi DKI Jakarta di ajang ini.
Namun, pada nomor clean and jerk, persaingan berlangsung semakin sengit. Lisa harus mengakui keunggulan lawan-lawannya dan finis di posisi ketiga, sehingga meraih medali perunggu di nomor tersebut. Sementara itu, pada total angkatan, ia berhasil mengamankan medali perak setelah mengumpulkan total angkatan yang kompetitif.
Meski tidak mendominasi seluruh nomor, capaian tersebut tetap menjadi bukti konsistensi dan daya saing Lisa di level nasional. Terlebih, keberhasilan ini merupakan yang pertama kalinya sejak ia naik ke kelas 49 kilogram.
Lisa mengakui bahwa perpindahan kelas bukan hal yang mudah. Ia harus menambah berat badan sekitar empat kilogram untuk dapat bersaing secara optimal di kelas baru tersebut. Proses adaptasi ini membutuhkan waktu, disiplin, serta penyesuaian program latihan.
“Ini adalah kelas baru dan kemungkinan di PON 2028 nanti akan dipertandingkan. Saya harus menaikkan berat badan saya sebanyak empat kilogram. Tentunya bukan perjuangan yang mudah,” ujar Lisa.
Ia menambahkan bahwa Kejurnas Angkat Besi 2026 menjadi momen penting untuk mengukur kemampuan sekaligus memantau calon pesaing yang akan dihadapi pada ajang Pekan Olahraga Nasional 2028 mendatang. Pengalaman bertanding di level nasional dinilai sangat penting dalam menyusun strategi jangka panjang.
“Usai kejurnas saya akan berlatih kembali untuk memperbaiki kekurangan, terutama di angkatan clean and jerk yang harus lebih tajam,” katanya.
Terpisah, Ketua Pengurus Provinsi PABSI DKI Jakarta, Emmy Noerhayati, menyampaikan apresiasi atas pencapaian Lisa. Ia menilai Lisa merupakan salah satu atlet andalan yang saat ini tengah dipersiapkan melalui program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) untuk menghadapi PON 2028.
Menurut Emmy, performa Lisa di Kejurnas menjadi indikator positif dalam proses pembinaan atlet DKI Jakarta. Ia berharap Lisa mampu menjaga konsistensi performa hingga ajang Pra-PON dan PON mendatang.
“Saya berharap ia bisa menjaga performanya hingga Pra-PON dan PON 2028 mendatang. Bahkan, saya berharap ia mampu mencetak rekor nasional,” ujar Emmy.
Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi tersebut, Emmy juga memberikan bonus langsung kepada Lisa. Langkah ini diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi atlet untuk terus meningkatkan performa.
Kejurnas Angkat Besi Senior Pupuk Indonesia 2026 sendiri diikuti ratusan atlet dari berbagai provinsi di Indonesia dan menjadi bagian penting dalam sistem pembinaan nasional. Ajang ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga sarana evaluasi bagi atlet dan pelatih dalam meningkatkan kualitas latihan.
Prestasi Lisa Indriyani diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda lainnya, khususnya di DKI Jakarta, untuk terus berlatih dan berprestasi. Dengan dukungan pembinaan yang berkelanjutan, Indonesia diharapkan mampu terus melahirkan lifter-lifter tangguh yang dapat bersaing di tingkat internasional.
Keberhasilan ini sekaligus mempertegas posisi DKI Jakarta sebagai salah satu daerah yang konsisten melahirkan atlet angkat besi berkualitas. Dengan persiapan yang matang menuju PON 2028, peluang untuk meraih prestasi lebih tinggi pun semakin terbuka lebar. (ag/ma)