TK/PAUD yang tampil dalam Karnaval dan Lomba Atraksi Budaya, bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-36 Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng). Foto : https://haltengkab.go.id/ Viralterkini.id, Weda – Keceriaan anak-anak TK/PAUD mewarnai Pendopo Falcino, Weda, dalam Karnaval dan Lomba Atraksi Budaya untuk memeriahkan HUT ke-36 Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng). Melalui penampilan mereka, perayaan hari jadi daerah menjadi ruang belajar untuk mengenal budaya, melatih keberanian, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap tanah kelahiran.
Wakil Bupati Halteng, Ahlan Djumadil, melepas langsung peserta karnaval yang diselenggarakan Panitia HUT bersama Bunda PAUD. Kegiatan tersebut turut dihadiri Bunda PAUD Halteng Ny. Rallia Asyari Ikram, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) beserta pengurus, pimpinan perangkat daerah, serta para kepala sekolah TK/PAUD.
Di balik kemeriahan acara, tersimpan pesan tentang pentingnya menjaga warisan budaya melalui pendidikan sejak usia dini. Anak-anak diperkenalkan pada kekayaan adat Gamrange yang meliputi Maba, Patani, dan Weda, serta keragaman budaya Maluku dan Maluku Utara.
Ketua Panitia, Arman Alting, mengatakan kegiatan ini bertujuan menanamkan kecintaan terhadap adat istiadat dan kearifan lokal. Karnaval dan atraksi budaya juga memberi kesempatan kepada anak-anak untuk berani tampil, mengembangkan kreativitas, serta membangun kepercayaan diri.

Bunda PAUD Halteng, Ny. Rallia Asyari Ikram, menegaskan bahwa pengenalan budaya merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter anak. Hal itu sejalan dengan tema HUT ke-36 Halteng, “Fagogoru Tangguh, Ekonomi Tumbuh, Halteng Maju”.
Menurutnya, pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan penyiapan sumber daya manusia yang berkarakter, cerdas, dan berbudaya. Kemajuan fisik serta pertumbuhan ekonomi perlu ditopang generasi yang memahami dan menghargai identitas daerahnya.
“Kita berharap anak-anak dapat mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budaya daerahnya sendiri. Nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur harus terus ditanamkan sejak dini agar tetap hidup dan menjadi bagian dari karakter generasi penerus Halmahera Tengah,” ungkapnya.
Pesan tentang masa depan generasi muda juga menjadi perhatian Wabup Ahlan Djumadil. Ia mengingatkan bahwa anak-anak yang mengikuti karnaval hari ini kelak akan mengambil peran dalam pembangunan daerah dan bangsa.
Karena itu, pembentukan karakter dan penanaman nilai budaya perlu dilakukan sejak dini sebagai bagian dari persiapan menyongsong Indonesia Emas 2045, bertepatan dengan satu abad kemerdekaan Republik Indonesia.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar dua hal sekaligus: mencintai budaya sendiri dan menghargai keberagaman. Tetaplah tumbuh dengan semangat Fagogoru, saling membantu, berbagi, dan bersahabat. Sebab, masa depan Halmahera Tengah dan Indonesia Emas 2045 berada di tangan anak-anak sekalian,” ujarnya.
Ahlan turut mengajak seluruh elemen masyarakat bersinergi membangun Halteng. Ia menyampaikan apresiasi kepada guru dan tenaga pendidik yang terus mendampingi anak-anak serta menanamkan nilai luhur dalam proses belajar.
Kepada peserta, ia berpesan agar mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, menjunjung sportivitas, dan menjadikan karnaval sebagai pengalaman berharga untuk belajar serta berkarya.
Melalui karnaval ini, perayaan HUT ke-36 Halteng menghadirkan ruang bagi generasi paling muda untuk ikut merawat identitas daerah. Dari keberanian tampil hingga belajar menghargai perbedaan, anak-anak membawa harapan agar kekayaan budaya Halteng terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (ma)