x Pulau Seribu Asri

IWIP Hilirisasi Debu, Jaga Kualitas Udara di Kawasan Industri dengan Teknologi ESP

waktu baca 3 menit
Kamis, 9 Apr 2026 14:41 262 Dano

Viralterkini.id, WEDA – PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) mempertegas kepemimpinannya dalam standar industri berkelanjutan melalui integrasi teknologi pengendalian emisi tingkat lanjut dan konsep ekonomi sirkular. Dengan mengimplementasikan teknologi Electrostatic Precipitator (ESP) serta program hilirisasi residu pembakaran, perusahaan memastikan kualitas udara di kawasan industri tetap terjaga selaras dengan regulasi lingkungan nasional.

​Manager Environmental IWIP, Yofi Safutra, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengelola operasional secara terukur dan bertanggung jawab, khususnya dalam menangani sisa pembakaran batubara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Teknologi ESP: Solusi Presisi Pengendalian Emisi

​Dalam menjaga kualitas udara, IWIP mengandalkan teknologi ESP sebagai garda terdepan. Sistem ini bekerja dengan memberikan muatan listrik pada partikel abu terbang (fly ash) hasil pembakaran, sehingga partikel tersebut dapat ditangkap dengan efisiensi tinggi sebelum mencapai cerobong udara.

“Penggunaan teknologi ESP ini memastikan partikel halus tidak terlepas ke udara bebas. Ini adalah upaya proaktif kami untuk memastikan emisi yang dihasilkan selalu berada jauh di bawah baku mutu yang ditetapkan pemerintah,” ujar Yofi melalui rilis resmi pada Kamis (9/4).

​Selain pengendalian udara, IWIP juga melakukan penanganan ketat terhadap abu dasar (bottom ash). Material yang lebih berat ini dikumpulkan langsung dari dasar tungku pembakaran dan disimpan di fasilitas khusus untuk mencegah dispersi debu ke lingkungan kerja maupun area sekitar.

Strategi Hilirisasi: Mengubah Residu Menjadi Nilai Tambah

​Terobosan utama IWIP terletak pada konsep “Hilirisasi Debu”. Melalui pendekatan reuse dan recycle, material Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) ditransformasikan menjadi bahan baku konstruksi yang mendukung pembangunan infrastruktur internal kawasan secara mandiri.

Hilirisasi residu pembakaran ini telah menghasilkan berbagai produk fungsional, di antaranya:

  • Produk Prefabrikasi: Batako, paving block, dan conblock.
  • Infrastruktur Hijau: Campuran substitusi beton untuk pembangunan pedestrian, taman, dan fasilitas olahraga karyawan.
  • Fasilitas Penunjang: Pemanfaatan pada proyek akomodasi dan berbagai proyek pemeliharaan infrastruktur di dalam kawasan.
Pekerja menunjukkan produk batako hasil olahan FABA (Fly Ash dan Bottom Ash) di kawasan IWIP. Melalui inovasi hilirisasi residu, sisa pembakaran batu bara ditransformasikan menjadi material konstruksi bernilai guna untuk pembangunan infrastruktur internal. Foto: dok. IWIP.

Komitmen Keberlanjutan yang Terukur

​Seluruh rangkaian proses pengelolaan FABA, mulai dari penangkapan hingga pemanfaatan kembali, dilakukan dengan pengawasan ketat sesuai dokumen lingkungan dan regulasi nasional yang berlaku. IWIP juga rutin melakukan pemantauan kualitas lingkungan secara berkala untuk menjamin transparansi operasional.

“Melalui penerapan teknologi hijau dan hilirisasi residu yang berkelanjutan, IWIP membuktikan bahwa pertumbuhan industri nasional dapat berjalan harmonis dengan perlindungan ekosistem. Kami berdedikasi untuk menciptakan standar industri yang bersih dan bertanggung jawab,” tutup Yofi. (Red)

VIRAL NETWORK

INSTAGRAM

1 day ago
1 day ago
1 day ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri