Indonesia All Stars Siap Unjuk Gigi Hadapi Aston Villa. Ilustrasi Viralterkini Viralterkini.id, Jakarta – Indonesia All Stars siap menantang klub Liga Inggris, Aston Villa, dalam pertandingan persahabatan yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Skuad Indonesia All Stars hadir dengan komposisi menarik yang memadukan para pemain muda berbakat atau wonderkid dengan sejumlah bintang berpengalaman dari kompetisi domestik. Beberapa di antaranya merupakan pemain yang menjadi tulang punggung Tim Nasional Indonesia di berbagai kelompok usia.
Dua pemain dalam skuad ini juga pernah menimba ilmu di akademi klub elite Eredivisie Belanda, yaitu Ezra Walian yang merupakan jebolan Akademi Ajax Amsterdam dan Jordy Wehrmann, produk Akademi Feyenoord.
Pertandingan bertajuk Aston Villa Pre-Season Tour Indonesia 2026 yang dipromotori oleh Sound Rhythm tersebut dipastikan menjadi panggung istimewa bagi para pencinta sepak bola Tanah Air.


Legenda Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, dipercaya menjadi pelatih kepala Indonesia All Stars. Pengalaman sosok yang akrab disapa “Si Kurus” tersebut diharapkan dapat memberikan warna tersendiri bagi permainan tim.
Kurniawan mengaku para pemain Indonesia All Stars akan memperoleh banyak pengalaman dan pelajaran berharga ketika berhadapan dengan tim asuhan Unai Emery.
“Pemain-pemain Indonesia All Stars bakal mendapat banyak pelajaran saat menghadapi Aston Villa. Kami akan berupaya mengimbangi permainan mereka sebaik mungkin,” kata Kurniawan.
Kurniawan juga menjanjikan pertandingan yang menghibur bagi para penggemar yang hadir langsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Sejumlah pemain dalam skuad Indonesia All Stars telah mengenal gaya kepelatihan Kurniawan. Berbekal pengalaman panjang sebagai pemain dan pelatih, jebolan program pelatnas Timnas Primavera pada pertengahan 1990-an itu memiliki banyak pilihan untuk meracik komposisi terbaik menghadapi Aston Villa.
Posisi penjaga gawang Indonesia All Stars akan diisi oleh Kurniawan Kartika Ajie. Kiper Persita Tangerang tersebut dikenal memiliki kemampuan dalam mengantisipasi bola-bola mati.
Pesepak bola kelahiran 20 Juni 1996 itu telah memiliki pengalaman panjang di kompetisi nasional. Sebelum memperkuat Persita, Kartika Ajie pernah membela Persiba Balikpapan, Arema FC, dan Persik Kediri.
Di lini pertahanan, Brandon Scheunemann menjadi salah satu pemain yang patut mendapat perhatian. Bek jangkung berdarah Jerman yang lahir di Malang pada 9 Maret 2005 tersebut merupakan pemain keturunan yang membela Timnas Indonesia tanpa melalui proses naturalisasi karena lahir, tumbuh, dan mengembangkan karier sepak bolanya di Indonesia.
Brandon pernah memperkuat sejumlah klub nasional, antara lain PSIS Semarang, Persipura Jayapura, dan Arema FC. Ia juga sempat menjadi bagian dari skuad Timnas Indonesia U-23 pada ajang Piala AFF U-23 2025.
Pengalaman di lini belakang semakin lengkap dengan kehadiran Hasyim Kipuw. Pemain senior yang dapat beroperasi sebagai bek maupun gelandang bertahan tersebut dipercaya menjadi wakil kapten Indonesia All Stars.
Kipuw memulai karier profesional bersama Persija Jakarta. Sepanjang kariernya, ia pernah membela berbagai klub besar seperti Arema FC, Bhayangkara FC, Bali United, PSM Makassar, Barito Putera, hingga Persis Solo untuk musim 2026/2027.
Sektor tengah Indonesia All Stars juga dihuni pemain-pemain berkualitas. Salah satunya adalah Ezra Walian, pemain naturalisasi yang berpengalaman bermain sebagai gelandang serang, penyerang lubang, maupun penyerang tengah.
Pemain kelahiran Amsterdam, 22 Oktober 1997, tersebut merupakan jebolan Akademi Ajax Amsterdam. Pengalamannya di sepak bola Eropa diharapkan dapat membantu Indonesia All Stars menghadapi barisan pemain kelas dunia milik Aston Villa.
Ezra mencatatkan penampilan impresif bersama Persik Kediri pada Indonesia Super League musim 2025/2026. Ia juga pernah menjadi langganan Timnas Indonesia pada era kepelatihan Luis Milla.
Berkat performanya bersama Persik, Ezra sempat dipanggil pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, untuk mengikuti pemusatan latihan menjelang pertandingan uji coba pada periode Maret 2026.
Di lini tengah, Ezra akan berkolaborasi dengan dua pemain asing papan atas Indonesia Super League, yaitu gelandang PSIM Yogyakarta asal Portugal, Zé Valente, serta pengatur permainan Madura United asal Belanda, Jordy Wehrmann.
Jordy Wehrmann merupakan produk Akademi Feyenoord, salah satu klub besar Belanda yang dikenal konsisten melahirkan pemain berkualitas. Ia bahkan pernah berada dalam satu tim dengan mantan penyerang Manchester United dan Arsenal, Robin van Persie, pada musim 2018/2019.
Wehrmann kemudian menembus tim utama Feyenoord dan sempat merasakan atmosfer kompetisi Eredivisie. Perjalanan kariernya di Eropa berlanjut bersama FC Luzern di Swiss.
Bersama FC Luzern, Wehrmann turut meraih gelar juara Piala Swiss musim 2020/2021. Pengalaman tersebut menjadi nilai tambah dalam perjalanan karier pemain yang juga memiliki darah keturunan Indonesia dari garis keluarganya itu.
Sejak bergabung dengan Madura United pada 2024, Wehrmann tampil stabil sebagai motor permainan di lini tengah. Ia telah mencatatkan 50 penampilan dan menyumbangkan empat gol untuk Laskar Sape Kerrab.
Pengalaman bermain di berbagai kompetisi Eropa membuat Wehrmann diproyeksikan menjadi penggerak lini kedua Indonesia All Stars dalam mengimbangi agresivitas permainan The Villans.
“Aston Villa merupakan klub besar Inggris dan juara Eropa. Tentu saya merasa bahagia dan bangga bisa menjadi bagian dari skuad Indonesia All Stars yang akan menghadapi mereka akhir pekan ini,” ujar Wehrmann.
“Ini merupakan kesempatan luar biasa. Saya menghabiskan waktu bertahun-tahun bermain di Eropa dan sempat merasakan kompetisi UEFA Europa League bersama Feyenoord. Semoga dengan pengalaman tersebut, saya bisa memberikan kontribusi positif, membantu tim, sekaligus menikmati pertandingan,” lanjutnya.
Indonesia All Stars memiliki banyak pilihan pemain dengan karakter berbeda di lini depan. Salah satunya adalah penyerang muda Persipura Jayapura, Reno Salampessy.
Reno kerap disebut sebagai salah satu calon penerus legenda Persipura dan Timnas Indonesia, Boaz Solossa. Pemain kelahiran 22 Juni 2007 tersebut merupakan putra dari mantan bek Timnas Indonesia, Ricardo Salampessy.
Reno telah mencatatkan lima gol dan empat assist bersama Persipura di kompetisi kasta kedua. Ia juga menjadi bagian dari skuad Timnas Indonesia U-17 pada Piala AFF U-17 2026 di bawah asuhan Nova Arianto.
“Saya bangga Reno terpilih menjadi salah satu pemain Indonesia All Stars. Semoga putra saya bisa memberikan yang terbaik. Bisa berada dalam satu lapangan dengan klub besar merupakan pengalaman berharga yang tidak semua pesepak bola bisa dapatkan,” tutur Ricardo Salampessy.
Reno dikenal mampu bermain sebagai penyerang tengah maupun penyerang sayap kiri. Dalam pertandingan menghadapi Aston Villa, ia berpeluang berkolaborasi dengan dua kompatriotnya, Jeam Kelly Sroyer dan Ramai Rumakiek, yang telah beberapa kali memperkuat Timnas Indonesia di level junior maupun senior.
Lini depan Indonesia All Stars juga diperkuat Arkhan Kaka. Nama penyerang kelahiran Blitar, 2 September 2007, tersebut mencuri perhatian ketika tampil pada Piala Dunia U-17 2023.
Arkhan mewarisi bakat sang ayah, Purwanto, yang dikenal sebagai salah satu penyerang tajam di kompetisi nasional pada era awal 2000-an.
Selain Reno dan Arkhan, Indonesia All Stars masih memiliki pilihan pemain depan seperti Muhammad Khanafi, Terens Puhiri, Hokky Caraka, Jeam Kelly Sroyer, dan Ramai Rumakiek.
Aston Villa datang ke Indonesia dengan membawa kekuatan 30 pemain. Pelatih Unai Emery turut menyertakan sejumlah pemain andalan, termasuk Alejandro Garnacho yang didatangkan dengan status pinjaman dari Chelsea.
Pertandingan menghadapi Indonesia All Stars menjadi bagian dari persiapan Aston Villa menjelang dimulainya musim baru Premier League Inggris. Laga tersebut juga menjadi pemanasan menuju pertandingan bergengsi Piala Super Eropa melawan Paris Saint-Germain.
Selain bertanding, Aston Villa akan menggelar sejumlah kegiatan untuk memberikan pengalaman istimewa kepada para penggemarnya di Indonesia.
Salah satu agenda yang disiapkan adalah kesempatan melihat secara langsung trofi juara UEFA Europa League. Peserta kegiatan meet and greet juga berkesempatan berfoto bersama trofi kebanggaan klub tersebut.
Setelah menyelesaikan agenda di Jakarta, Aston Villa dijadwalkan melanjutkan tur Asia dengan menghadapi BG Pathum United di Thailand pada 4 Agustus 2026.
The Villans kemudian bertolak ke Hong Kong untuk berhadapan dengan Bayern München pada 7 Agustus 2026. Rangkaian tur pramusim tersebut menjadi bagian penting dari persiapan Aston Villa menuju UEFA Super Cup menghadapi Paris Saint-Germain pada pertengahan Agustus.
Pertemuan Indonesia All Stars melawan Aston Villa bukan hanya menjadi hiburan bagi para pencinta sepak bola, tetapi juga kesempatan berharga bagi pemain-pemain Indonesia untuk menguji kemampuan menghadapi salah satu klub papan atas Inggris.