dr. Anita Suryadi, Sp.KO, dokter spesialis kedokteran olahraga yang mewakili Rumah Sakit Husada sebagai narasumber dalam kegiatan health talk show tentang kesehatan dalam perayaan 10 tahun Unversitas Nasional Jakarta. Foto : Viralterkini.id/MAK Viralterkini.id, JAKARTA – Olahraga teratur memiliki peran penting dalam mencegah penyakit kronis sekaligus menjadi bagian dari terapi bagi pasien yang telah mengalami gangguan kesehatan. Hal tersebut disampaikan dr. Anita Suryadi, Sp.KO, dokter spesialis kedokteran olahraga yang mewakili Rumah Sakit Husada sebagai narasumber dalam kegiatan health talk show tentang kesehatan dalam perayaan 10 tahun Unversitas Nasional Jakarta.
Dalam kegiatan yang digelar di Auditorium Unversitas Nasional Jakarta, dr. Anita menjelaskan bahwa penyakit kronis, seperti penyakit jantung koroner, diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, kanker, osteoporosis, dan osteoartritis, membutuhkan perhatian serius karena dapat berlangsung dalam jangka panjang dan menimbulkan beban biaya kesehatan yang besar.

Menurutnya, pencegahan merupakan langkah penting yang perlu dilakukan masyarakat melalui penerapan pola hidup sehat secara konsisten.
“Bagaimanapun, lebih baik mencegah daripada mengobati. Karena itu, pola hidup sehat harus dijaga untuk mencegah penyakit kronis,” ujar dr. Anita.
Ia menjelaskan, terdapat lima pilar pola hidup sehat yang perlu diterapkan masyarakat. Pertama, menjaga pola makan dengan membatasi konsumsi gula, garam, serta makanan yang digoreng secara berlebihan. Pengendalian porsi makan juga penting agar asupan makanan tidak berlebihan.


Kedua, melakukan olahraga secara teratur dengan memperhatikan jenis, intensitas, dan dosis latihan yang sesuai dengan kondisi tubuh.
Dr. Anita menegaskan bahwa olahraga tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Sebagaimana penggunaan obat, aktivitas fisik perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan individu.
“Olahraga itu obat. Kalau dosisnya kurang, manfaatnya tidak optimal. Namun, kalau berlebihan, olahraga juga bisa berbahaya, mulai dari cedera ringan hingga cedera berat,” jelasnya.
Ketiga, menjaga kualitas dan durasi tidur. Secara umum, orang dewasa membutuhkan waktu tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam, meskipun kebutuhan setiap individu dapat berbeda.
Keempat, mengelola stres agar tidak berdampak buruk terhadap kesehatan. Kelima, menghindari perilaku tidak sehat, seperti merokok dan mengonsumsi alkohol.
Menurut dr. Anita, olahraga memiliki peran tersendiri dalam meningkatkan kebugaran tubuh yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh pilar kesehatan lainnya.
“Kalau ingin bugar, kuncinya adalah olahraga teratur. Tidak ada yang bisa menggantikannya,” tegasnya.
Olahraga Juga Bagian dari Terapi
Dr. Anita mengingatkan masyarakat yang telah didiagnosis mengalami penyakit kronis agar tidak mengabaikan kesehatan karena kesibukan sehari-hari.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala, konsultasi dengan dokter, kepatuhan mengonsumsi obat sesuai anjuran, serta penerapan pola hidup sehat harus berjalan beriringan.
Ia menekankan bahwa kondisi kesehatan tidak cukup dinilai hanya berdasarkan perasaan atau gejala yang dirasakan. Pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi tubuh secara lebih akurat.
“Kalau sudah terkena penyakit kronis, jangan mengabaikan kesehatan karena kesibukan. Harus rutin memeriksakan diri ke dokter dan tetap menjaga pola hidup sehat,” katanya.
RS Husada Elite Sport Clinic Hadirkan Layanan Kedokteran Olahraga
Dalam kesempatan tersebut, dr. Anita juga memperkenalkan layanan kedokteran olahraga di Rumah Sakit Husada melalui Husada Elite Sport Clinic.
Layanan ini mendukung kebutuhan kesehatan dan kebugaran, termasuk pendampingan aktivitas fisik serta pemulihan pasien sebelum maupun setelah menjalani operasi.
Menurutnya, latihan fisik dan fisioterapi menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Pasien tidak seharusnya menganggap proses penyembuhan selesai begitu operasi berakhir.
“Setelah operasi, latihan fisik dan fisioterapi tetap diperlukan. Proses pemulihan bisa berlangsung empat hingga enam bulan, tergantung kondisi dan kebutuhan pasien,” ungkapnya.
Pendekatan kedokteran olahraga tersebut juga tidak terbatas bagi atlet profesional. Masyarakat umum yang ingin meningkatkan kebugaran maupun membutuhkan latihan fisik sesuai kondisi kesehatannya dapat memperoleh pendampingan.
Kerja Sama dengan UNAS Fokus pada Pencegahan dan Pelayanan Kesehatan
Terkait kerja sama antara Universitas Nasional (UNAS) dan Rumah Sakit Husada, dr. Anita menyampaikan bahwa kolaborasi di bidang kesehatan dapat diarahkan pada upaya pencegahan penyakit serta peningkatan akses pelayanan medis.
Melalui kerja sama tersebut, upaya promotif dan preventif diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pelayanan pengobatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga berharap staf di lingkungan UNAS dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang baik melalui kolaborasi kedua institusi.
Dengan edukasi kesehatan, pemeriksaan rutin, dan penerapan olahraga yang tepat, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan sebelum penyakit kronis berkembang.
Dr. Anita menegaskan bahwa olahraga bukan sekadar aktivitas untuk meningkatkan kebugaran, melainkan juga bagian dari upaya menjaga kesehatan dan mendukung terapi medis apabila dilakukan dengan dosis serta pengawasan yang sesuai. (ma)