Viralterkini.id, JAKARTA – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta mengajak seluruh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk membangun budaya usaha yang ramah lingkungan melalui penerapan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Kepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, telah menerbitkan Instruksi Kepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta Nomor e-0004 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

Instruksi tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

“Isu lingkungan hidup kini menjadi tanggung jawab bersama. Sebagai sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian Jakarta, UMKM memiliki peran strategis dalam mengurangi timbulan sampah sekaligus membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan,” ujar Ratu dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).
Menurut Ratu, UMKM memiliki peran penting dalam menjaga kualitas lingkungan. Melalui gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber, seluruh pelaku UMKM di Jakarta diharapkan dapat membangun budaya usaha yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Penerapan budaya ramah lingkungan tersebut dapat dimulai melalui berbagai kebiasaan sederhana di tempat usaha.
“Misalnya dengan mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai, memanfaatkan kembali dan mendaur ulang material yang masih memiliki nilai ekonomi, serta menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari praktik usaha sehari-hari,” tuturnya.
Ratu meyakini, penerapan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber tidak hanya mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga membuka peluang terbentuknya ekosistem ekonomi sirkular.
Melalui konsep tersebut, sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan kembali sehingga mampu mengurangi jumlah sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir.
“Upaya ini dapat mendorong terciptanya ekonomi sirkular, di mana sampah yang masih memiliki nilai dapat dimanfaatkan kembali sehingga mengurangi beban yang masuk ke tempat pemrosesan akhir,” katanya.
Ratu memastikan gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber juga akan diterapkan di seluruh lingkungan Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta.
Prinsip pengurangan sampah akan diintegrasikan ke dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan Dinas PPKUKM, mulai dari bazar, pameran, promosi, pelatihan, hingga program pendampingan bagi pelaku usaha.
Selain itu, materi mengenai pengelolaan sampah dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai akan dimasukkan ke dalam program pembinaan UMKM di Jakarta.
“Kami ingin menanamkan bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar kewajiban, melainkan investasi untuk masa depan. Lingkungan yang sehat akan menciptakan ruang usaha yang lebih nyaman, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing UMKM Jakarta,” pungkasnya. (ma)
