Para peserta bertanding dalam kejuaraan catur terbuka Percasi Halteng menyambut HUT ke-81 RI di Taman Kota Weda, Maluku Utara, Sabtu (15/8/2026). Foto: Dok. Percasi Halteng Viralterkini.id, WEDA — Riuh suasana Taman Kota Weda, Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada Sabtu (15/8/2026) terasa begitu bernyawa. Di bawah rimbunan pohon dan naungan bendera merah putih yang membentang, puluhan papan catur tergelar rapi. Jemari para peserta tampak menekuni deretan bidak di atas papan 64 petak, memetik perhatian warga yang tengah menghabiskan waktu akhir pekan.
Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Persatuan Catur Seluruh Indonesia Kabupaten Halmahera Tengah (Percasi Halteng) di bawah kepemimpinan Sofyan Senen, ST., M.M. menggelar kejuaraan catur terbuka.
Ajang ini menjadi bukti nyata komitmen Percasi Halteng yang secara konsisten dan berkelanjutan terus menjaring bibit-bibit atlet berprestasi dari tingkat tapak rumput. Untuk mendorong partisipasi luas, panitia membebaskan biaya pendaftaran, menyediakan kopi gratis bagi para peserta dan pengunjung, serta menyiapkan total hadiah menarik bagi para pemenang.
Pemilihan Taman Kota Weda sebagai tempat berlangsungnya turnamen membawa dampak positif yang signifikan bagi dinamika perkotaan. Taman kota tidak lagi sekadar menjadi tempat rekreasi pasif, melainkan bertransformasi menjadi wadah interaksi sosial yang produktif, inklusif, dan edukatif melalui olahraga otak.


Tak hanya menyegarkan fungsi taman publik, kehadiran 48 pecatur beserta ratusan warga yang antusias menyaksikan jalannya pertandingan turut memberikan dorongan ekonomi nyata bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar area taman kota. Pedagang makanan ringan, minuman, hingga kedai di sekeliling lokasi tampak ramai dikunjungi pembeli.
Ketua Percasi Halteng, Sofyan Senen, ST., M.M., menegaskan bahwa membawa catur ke ruang terbuka publik adalah strategi sengaja untuk mendekatkan olahraga ini kepada seluruh lapisan masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi warga.
“Kami ingin membumikan catur di Halmahera Tengah. Catur bukan sekadar permainan meja di dalam ruangan tertutup, tetapi sarana edukasi karakter bagi generasi muda dan simpul kebersamaan warga. Dengan pendaftaran gratis, fasilitas kopi gratis, serta hadiah apresiasi, kami ingin seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati ajang ini. Di Taman Kota Weda, kita tidak hanya menjaring calon master catur masa depan, tetapi juga menghidupkan ruang publik dan memberi dampak langsung bagi perputaran ekonomi pedagang UMKM lokal,” ujar Sofyan Senen, ST., M.M. di sela-sela pembukaan turnamen.
Lebih dari sekadar perayaan seremonial kemerdekaan, Percasi Halteng mengusung misi filosofis untuk menanamkan nilai-nilai fundamental catur bagi tumbuh kembang anak dan generasi muda di Halmahera Tengah. Di era digital yang dipenuhi disrupsi informasi, catur hadir sebagai media pelatihan kecakapan hidup (life skill) yang holistik:
Langkah Percasi Halteng dalam mendorong olahraga catur di tingkat daerah sejalan dengan praktik terbaik (best practices) global. Di berbagai negara maju, catur telah dijadikan instrumen strategis pembangunan sumber daya manusia:
Melalui sinergi pembinaan atlet, pemanfaatan ruang publik, serta dampak ekonomi bagi UMKM, gelaran kejuaraan catur Percasi Halteng di Taman Kota Weda ini menjadi angin segar bagi pembangunan generasi muda yang cerdas, tangguh, dan berkarakter di Halmahera Tengah. (Dano)