x Viralterkini

BYD M6 DM Perluas Pilihan Elektrifikasi Mobil Keluarga di Jawa Timur

waktu baca 3 menit
Kamis, 27 Agu 2026 18:44 10 Denny Pohan

Viralterkini.id, SURABAYA,— Pilihan kendaraan elektrifikasi di Indonesia semakin beragam. Selain mobil listrik murni, teknologi plug-in hybrid atau Dual Mode mulai menjadi alternatif bagi konsumen yang membutuhkan karakter berkendara listrik sekaligus fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh.

Arah tersebut terlihat dari kehadiran BYD M6 DM di GIIAS Surabaya 2026. BYD menghadirkan M6 dalam dua pilihan teknologi, yakni M6 EV dan M6 DM. M6 EV sepenuhnya menggunakan tenaga listrik, sedangkan M6 DM mengadopsi sistem electric-first, dengan motor listrik sebagai penggerak utama dan mesin berbahan bakar memberikan dukungan ketika diperlukan.

Konsep tersebut menjadi relevan untuk kendaraan keluarga karena pola mobilitas pengguna tidak hanya berlangsung di dalam kota. Perjalanan antarkota dengan jarak lebih panjang membutuhkan fleksibilitas yang berbeda, sehingga pilihan teknologi penggerak menjadi bagian penting dalam menentukan kendaraan.

M6 DM merupakan pengembangan dari perjalanan M6 di Indonesia yang dimulai pada 2024. BYD menyebut lebih dari 26.000 keluarga telah menggunakan M6 di Indonesia. M6 DM kemudian diperkenalkan pada Mei 2026 sebagai perluasan pilihan teknologi pada lini MPV tersebut.

Respons pasar terhadap teknologi tersebut juga mulai terlihat. Berdasarkan data perusahaan, penjualan M6 DM telah melampaui 3.200 unit hingga Juli 2026. Model ini juga memperoleh penghargaan “The Most Inspiring PHEV of the Year 2026”.

Di sisi lain, BYD tetap mengembangkan M6 EV. Generasi terbaru M6 EV Standard yang diproduksi di Indonesia menggunakan baterai 58 kWh dengan jarak tempuh hingga 450 kilometer. Motor listriknya menghasilkan tenaga maksimum 150 kW dan torsi 310 Nm, dengan akselerasi 0–100 kilometer per jam dalam 7,9 detik.

Kombinasi M6 EV dan M6 DM memperlihatkan pendekatan BYD yang tidak bertumpu pada satu jalur elektrifikasi. Konsumen dapat memilih kendaraan listrik murni atau teknologi plug-in hybrid sesuai pola penggunaan dan kebutuhan perjalanan.

Jawa Timur menjadi salah satu pasar penting dalam strategi tersebut. BYD menyebut lebih dari 5.000 keluarga di Jawa Timur telah menggunakan produknya sejak 2024, sementara pangsa pasar kendaraan listrik perusahaan di wilayah tersebut mencapai 36 persen pada 2026. Secara nasional, BYD dan DENZA mencatat penjualan 32.800 unit sepanjang Januari–Juli 2026.

Pertumbuhan pengguna juga diikuti ekspansi jaringan. Bersamaan dengan GIIAS Surabaya 2026, BYD meresmikan DENZA Darmo dan BYD Mojokerto. Dengan tambahan tersebut, jaringan BYD Group di Jawa Timur mencapai sembilan lokasi, setelah sebelumnya hadir di Gresik, Madiun, dan Banyuwangi.

Perluasan jaringan menjadi bagian penting dalam perkembangan kendaraan elektrifikasi karena pertumbuhan populasi kendaraan harus diimbangi akses terhadap layanan purna jual dan dukungan teknis.

Kehadiran M6 DM di GIIAS Surabaya 2026 pada akhirnya menunjukkan perubahan lanskap elektrifikasi di Indonesia. Persaingan tidak lagi hanya berkaitan dengan jumlah kendaraan listrik, tetapi juga kemampuan produsen menyediakan teknologi yang sesuai dengan pola mobilitas masyarakat.

Bagi segmen kendaraan keluarga, M6 DM menawarkan pendekatan berbeda: mempertahankan karakter penggerak listrik sebagai bagian utama, tetapi tetap menyediakan fleksibilitas mesin untuk kondisi perjalanan tertentu. Perkembangan ini menunjukkan bahwa transisi menuju elektrifikasi berlangsung melalui lebih dari satu jalur teknologi.(DP)

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini