x Viralterkini

Prabowo Bawa Tiga Pesan di KTT BRICS 2026: Indonesia Mandiri, Negara Berkembang Bersatu

waktu baca 4 menit
Selasa, 15 Sep 2026 00:26 52 M Ary K

Viralterkini.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto membawa pesan tentang kemandirian Indonesia dan pentingnya persatuan negara-negara berkembang dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di New Delhi, India, Sabtu–Minggu, 12–13 September 2026.

Indonesia menekankan tiga agenda utama, yakni memperkuat ketahanan nasional, menyatukan suara negara-negara Global South, serta mendorong kerja sama nyata BRICS dan tata kelola dunia yang lebih adil.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pandangan tersebut disampaikan Prabowo dalam sesi terbatas bertajuk “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism”.

“Indonesia hadir dengan visi untuk memperkuat tata kelola global yang inklusif sekaligus menyatukan suara negara-negara berkembang dalam memperjuangkan kepentingan dan masa depannya,” kata Teddy dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2026).

Pangan, Energi, dan Pendidikan Jadi Fondasi Kemandirian

Pesan pertama Indonesia menyoroti pentingnya kemampuan negara memenuhi kebutuhan dasar rakyat. Ketahanan pangan, energi, dan pendidikan dipandang sebagai fondasi untuk menghadapi perubahan situasi global.

Menurut Teddy, Presiden menekankan bahwa kekuatan dari dalam negeri menentukan kemampuan Indonesia mengambil keputusan secara mandiri.

“Kekuatan sebuah negara bermula dari kemampuannya memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya—pangan, energi, dan pendidikan. Dengan fondasi yang kuat, Indonesia tidak akan bergantung atau mudah didikte oleh kekuatan tertentu,” ujar Teddy.

Pemenuhan kebutuhan dasar tersebut menjadi modal bagi Indonesia untuk menentukan arah pembangunan sekaligus berperan aktif dalam hubungan internasional.

Serukan Persatuan Global South, Hidupkan Semangat KAA

Pesan kedua berfokus pada persatuan negara-negara berkembang atau Global South. Dalam kesempatan itu, Prabowo merujuk pada semangat Konferensi Asia-Afrika (KAA) sebagai landasan solidaritas dan perjuangan bersama.

“Mengutip pepatah ‘Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh’, Presiden mengingatkan kembali pentingnya spirit Konferensi Asia-Afrika. Negara-negara Global South kini berdiri setara untuk memperjuangkan kepentingan dan masa depannya sendiri,” tutur Teddy.

Persatuan tersebut dinilai penting agar aspirasi negara berkembang mendapat tempat yang setara dalam pembentukan kebijakan dan tatanan internasional.

Melalui pesan ini, Indonesia menekankan perlunya negara-negara Global South mengambil peran dalam menentukan masa depan bersama.

Dorong Potensi BRICS Menjadi Kerja Sama Nyata

Pada pesan ketiga, Prabowo mendorong BRICS mengubah potensi besarnya menjadi kolaborasi yang memberikan manfaat langsung bagi pembangunan negara anggota dan negara berkembang.

Menurut keterangan Teddy, kekuatan BRICS yang mewakili sekitar separuh populasi dunia perlu diwujudkan melalui penguatan ketahanan pangan dan energi serta perluasan akses terhadap sumber daya pembangunan.

“BRICS mewakili separuh populasi dunia. Kekuatan ini harus diubah menjadi kerja sama yang nyata: memperkuat ketahanan pangan dan energi, menghubungkan pasar, modal, teknologi, sumber daya, dan pengetahuan, serta membuka peluang pembangunan yang lebih besar bagi negara-negara berkembang,” jelas Teddy.

Kolaborasi tersebut diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi negara berkembang untuk meningkatkan kapasitas ekonomi dan memenuhi kebutuhan masyarakatnya.

PBB Tetap Jadi Pusat Multilateralisme

Selain memperkuat kerja sama BRICS, Prabowo turut mendorong tata kelola global yang lebih adil, representatif, dan responsif.

Presiden menegaskan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus tetap menjadi pusat sistem multilateralisme. Namun, lembaga tersebut perlu diperkuat agar mampu mewakili kepentingan negara-negara secara lebih luas dan merespons tantangan dunia.

“Melalui keanggotaan di BRICS, Indonesia terus bergerak aktif mewujudkan tatanan dunia yang lebih adil, setara, dan damai bagi seluruh bangsa,” kata Teddy.

Ketiga pesan tersebut memperlihatkan arah yang dibawa Indonesia dalam forum BRICS: memperkuat fondasi nasional, membangun solidaritas negara berkembang, dan memperluas kerja sama untuk mendukung pembangunan serta perdamaian. (ma)

5 Poin Penting

  1. Prabowo membawa tiga agenda utama. Dalam KTT BRICS 2026 di New Delhi, Indonesia menekankan ketahanan nasional, persatuan Global South, serta kerja sama BRICS dan tata kelola global yang lebih adil.
  2. Kemandirian dimulai dari kebutuhan dasar. Pangan, energi, dan pendidikan menjadi fondasi agar Indonesia kuat menghadapi dinamika global dan mampu menentukan arah pembangunan sendiri.
  3. Semangat KAA menjadi rujukan persatuan. Prabowo mengajak negara-negara berkembang memperkuat solidaritas agar memiliki posisi setara dalam memperjuangkan kepentingannya.
  4. BRICS didorong menghasilkan manfaat konkret. Prioritas kolaborasi mencakup ketahanan pangan dan energi serta keterhubungan pasar, modal, teknologi, sumber daya, dan pengetahuan.
  5. Indonesia mendukung penguatan PBB. PBB diharapkan tetap menjadi pusat multilateralisme dengan tata kelola yang lebih representatif dan responsif terhadap tantangan global.

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini