Abu Anak Krakatau Menjangkau Jakarta, Bandara Soetta Ditutup Sementara
waktu baca 3 menit
Minggu, 6 Sep 2026 01:03 38 Rainy Bintang
Viralterkini.id, Banten – Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak Jumat malam menghasilkan abu vulkanik dengan jangkauan luas. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebaran abu terdeteksi mencapai sebagian wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Lampung dan Bengkulu.
BMKG mengungkapkan hasil pemantauan per pukul 04.00 WIB, Minggu (6/9/2026), menunjukkan adanya dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
“Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 6 September 2026 pukul 04.00 WIB, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau,” demikian keterangan BMKG melalui situs resminya.
Klaster pertama terpantau bergerak dari permukaan hingga ketinggian 20.000 kaki dengan arah timur laut hingga selatan. Sebaran tersebut mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya.
Sementara itu, klaster kedua terdeteksi dari permukaan hingga ketinggian 50.000 kaki dan bergerak ke arah barat daya hingga barat laut. Wilayah yang tercakup meliputi sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.
Dampak erupsi turut memengaruhi operasional penerbangan. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyatakan Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara pada Minggu dini hari.
“Berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26, saat ini Minggu (6/9), Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara mulai pukul 01.30 WIB sampai dengan 05.30 WIB,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa.
Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan BMKG dan operator penerbangan untuk memantau dampak sebaran abu terhadap keselamatan serta operasional penerbangan.
Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Banten melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak pemantau gunung api di Bandung.
“Ya, kita tetap monitor. Melalui BPBD, BPBD koordinasi dengan pemantau yang ada di Bandung,” ujar Gubernur Banten Andra Soni di Kota Serang, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Andra, arah angin membawa abu vulkanik menuju sejumlah wilayah di Banten dan Jawa Barat. Pemerintah daerah terus mengawasi perkembangan situasi agar langkah mitigasi dapat dilakukan secara tepat.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik, tetapi meningkatkan kewaspadaan. Warga yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik disarankan memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah.
“Masyarakat diminta untuk menjauh dari radius yang dianjurkan, tiga kilometer dari lokasi,” tegas Andra.
Larangan tersebut berlaku bagi masyarakat, wisatawan, maupun nelayan. Mereka diminta tidak mendekati atau melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau sesuai rekomendasi Badan Geologi.
Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai kabar yang beredar melalui media sosial. Informasi mengenai aktivitas gunung api sebaiknya diperoleh dari Badan Geologi, PVMBG, BMKG, BPBD, dan lembaga resmi lainnya.
Berdasarkan laporan Badan Geologi Kementerian ESDM pada 5 September 2026, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Erupsi menerus terpantau disertai lontaran material vulkanik, semburan lava atau lava fountain, suara gemuruh, dan hujan abu.
Pemprov Banten menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Pemantauan dan koordinasi lintas instansi akan terus dilakukan selama aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung. (rby)
5 Poin Penting
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terdeteksi mencapai sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu.
BMKG mengidentifikasi dua klaster abu dengan ketinggian mencapai 20.000 kaki dan 50.000 kaki.
Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara pada Minggu (6/9/2026), pukul 01.30–05.30 WIB.
Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga, dengan aktivitas erupsi menerus dan lontaran material vulkanik.
Masyarakat diminta memakai masker, menjauhi radius tiga kilometer, tetap tenang, serta mengikuti informasi dari sumber resmi.