Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Foto : Viralterkini.id/MAK Viralterkini.id, BANDUNG — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pentingnya menjaga kawasan bersejarah di Kota Bandung yang menjadi saksi perjalanan panjang pendidikan dan perjuangan bangsa.
Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan Meet & Greet Group 1 Bellarine Secondary College, Australia, di Pendopo Kota Bandung pada Senin (6/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Farhan menjelaskan bahwa kawasan yang kini menjadi bagian dari pusat pemerintahan Kota Bandung dulunya merupakan kompleks penting dengan nilai historis tinggi. Bahkan, salah satu bangunan di kawasan tersebut kini digunakan sebagai kantor Wali Kota.
“Kawasan ini dulunya dikenal sebagai kompleks pemerintahan dan sekarang salah satu bangunannya menjadi kantor saya. Dari sini, saya mengawal jalannya pemerintahan Kota Bandung,” ujar Farhan.
Ia mengungkapkan, bangunan-bangunan di kawasan tersebut mulai dibangun sejak tahun 1896 dan mengalami pengembangan sekitar tahun 1920. Pada masa itu, kawasan ini menjadi cikal bakal institusi pendidikan teknik pertama di Indonesia, yakni Technische Hoogeschool.
Seiring waktu, institusi tersebut berkembang menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB), yang kini dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi teknik terbaik di Tanah Air.
Selain sebagai pusat pendidikan, kawasan ini juga memiliki nilai arsitektur yang kuat. Berbagai bangunan dengan perpaduan gaya Eropa dan lokal, termasuk elemen arsitektur tradisional seperti joglo, masih berdiri kokoh dan menjadi bagian dari identitas Kota Bandung.
Namun, Farhan mengingatkan bahwa kawasan tersebut juga menyimpan sejarah kelam. Pada 1946, pasca Bandung Lautan Api, banyak bangunan di area itu terbakar. Warga saat itu terpaksa meninggalkan kota untuk mencegah Bandung jatuh ke tangan penjajah, yang berujung pada hangusnya sejumlah bangunan bersejarah.
“Peristiwa itu menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan kita dan membentuk identitas Kota Bandung hingga hari ini,” katanya.
Farhan menekankan, pelestarian kawasan bersejarah tidak hanya sebatas menjaga fisik bangunan, tetapi juga merawat nilai-nilai perjuangan yang terkandung di dalamnya.
“Menjaga kawasan ini bukan hanya soal merawat bangunan, tetapi juga menjaga sejarah dan semangat perjuangan yang diwariskan kepada kita,” pungkasnya. (ma)
