x Viralterkini

LEPAS L8 PHEV dan E4 EV Perluas Pilihan Elektrifikasi di Jawa Timur

waktu baca 3 menit
Kamis, 27 Agu 2026 18:31 14 Denny Pohan

Viralterkini.id, SURABAYA,— Persaingan kendaraan elektrifikasi di Jawa Timur mulai bergerak ke arah yang lebih beragam. Tidak hanya kendaraan listrik berbasis baterai (BEV), teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) juga menjadi alternatif bagi konsumen yang membutuhkan fleksibilitas jarak tempuh.

Kondisi tersebut terlihat dari kehadiran LEPAS L8 PHEV dan E4 EV di GIIAS Surabaya 2026. Kedua model membawa pendekatan berbeda terhadap elektrifikasi, sekaligus menjadi bagian dari strategi LEPAS memperluas pasar di luar Jakarta.

Jawa Timur memiliki peran penting dalam peta industri otomotif nasional. Berdasarkan data GAIKINDO yang disampaikan LEPAS, provinsi ini menyumbang sekitar 9,1 persen terhadap penjualan kendaraan nasional. Populasi kendaraan penumpang yang disebut mencapai sekitar 5,58 juta unit turut mencerminkan besarnya kebutuhan mobilitas di kawasan tersebut.

Surabaya dan kota-kota lain di Jawa Timur memiliki pola penggunaan kendaraan yang beragam. Mobil digunakan untuk aktivitas perkotaan, perjalanan antarkota, hingga perjalanan keluarga dengan jarak relatif panjang. Kondisi ini membuat pilihan teknologi elektrifikasi semakin bergantung pada kebutuhan pengguna.

L8 PHEV menawarkan pendekatan berbeda dibandingkan E4 EV. L8 menggabungkan mesin pembakaran internal dengan motor listrik, sedangkan E4 sepenuhnya menggunakan tenaga listrik dari baterai.

LEPAS L8 PHEV menempatkan fleksibilitas sebagai salah satu karakter utama. Teknologi plug-in hybrid memungkinkan kendaraan digunakan dalam mode elektrifikasi, sementara mesin pembakaran internal tetap menjadi sumber tenaga ketika perjalanan membutuhkan jarak tempuh lebih panjang.

L8 diklaim memiliki combined range lebih dari 1.300 kilometer. Angka tersebut menjadi salah satu aspek yang relevan bagi pengguna yang menghadapi pola perjalanan campuran, terutama antara mobilitas harian di kota dan perjalanan antarkota.

Model ini juga dibekali fitur bantuan parkir seperti Remote Parking Assist (RPA) dan Automated Parking Assist (APA). Pada sisi kabin, L8 menggunakan Front Cloud-Feel Seats yang dirancang untuk menunjang kenyamanan penumpang.

Sementara L8 menggabungkan dua sumber tenaga, E4 mengambil pendekatan berbeda dengan sistem penggerak listrik sepenuhnya.

LEPAS E4 EV menggunakan baterai berkapasitas 67 kWh dengan jarak tempuh hingga 600 kilometer berdasarkan standar CLTC. Spesifikasi tersebut menempatkannya sebagai kendaraan yang ditujukan untuk penggunaan listrik penuh, termasuk perjalanan dengan jarak yang lebih jauh.

Kemampuan pengisian cepat menjadi salah satu aspek teknis E4. Sistem DC fast charging 130 kW diklaim mampu mengisi baterai dari 30 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 20 menit.

E4 juga memiliki kemampuan melewati genangan dengan kedalaman hingga 525 milimeter. Kemampuan ini dapat memberikan fleksibilitas ketika kendaraan menghadapi kondisi jalan dengan genangan, meski penggunaannya tetap harus mempertimbangkan kondisi lingkungan dan batas kemampuan kendaraan.

L8 PHEV dan E4 EV dikembangkan menggunakan LEX Platform. Arsitektur tersebut menjadi fondasi pengembangan kedua model dengan perhatian pada stabilitas kendaraan, ruang kabin, kekedapan serta efisiensi energi.

Penerapannya kemudian disesuaikan dengan karakter masing-masing model. L8 mengandalkan konfigurasi PHEV untuk memberikan fleksibilitas sumber tenaga, sedangkan E4 memaksimalkan karakter kendaraan listrik berbasis baterai.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi tidak berkembang dalam satu format. Konsumen memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga produsen mulai menghadirkan beberapa pendekatan teknologi untuk menjawab pola penggunaan yang beragam.

Kehadiran L8 PHEV dan E4 EV di Surabaya juga memperlihatkan upaya LEPAS membangun pasar di luar Jakarta. Jawa Timur memiliki basis konsumen yang besar dengan karakter mobilitas yang tidak seragam.

Vice Country Director LEPAS Indonesia Temmy Wiradjaja mengatakan Jawa Timur menjadi salah satu wilayah penting dalam pengembangan bisnis LEPAS di Indonesia. Menurut dia, perkembangan minat konsumen terhadap teknologi baru membuka ruang bagi kendaraan dengan pilihan sistem elektrifikasi yang berbeda.

Bagi pasar Jawa Timur, L8 dan E4 menawarkan dua pendekatan yang berbeda. L8 dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang menginginkan kombinasi tenaga listrik dan mesin pembakaran, sementara E4 ditujukan bagi konsumen yang siap beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik.

Kehadiran kedua model di GIIAS Surabaya 2026 mencerminkan semakin beragamnya arah elektrifikasi kendaraan penumpang di Indonesia. PHEV dan BEV kini berkembang berdampingan, dengan karakter penggunaan yang menyesuaikan kebutuhan konsumen dan kondisi infrastruktur di setiap wilayah.(DP)

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini