x Pulau Seribu Asri

Fantastis! Sapi Kurban Presiden Tembus 1,3 Ton, Anggaran Capai Rp100 Miliar

waktu baca 3 menit
Rabu, 27 Mei 2026 15:17 21 M Ary K

Viralterkini.id, JAKARTA — Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk pengadaan 1.098 ekor sapi kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026. Anggaran tersebut bersumber dari APBN melalui bantuan kemasyarakatan presiden.

Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiontoro mengatakan besaran anggaran pengadaan sapi kurban berbeda di setiap daerah. Perbedaan harga dipengaruhi oleh bobot sapi serta lokasi pengadaan hewan kurban.

“Jadi, sumber anggarannya dari APBN melalui anggaran bantuan presiden, bantuan kemasyarakatan presiden. Jadi, harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga tentu mempengaruhi harga sapi. Jadi kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah. Kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp100-an miliar,” ujar Juri dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026).

Sebanyak 1.098 sapi kurban tersebut akan disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari bantuan Presiden Prabowo untuk perayaan Iduladha tahun ini.

Dari total tersebut, sebanyak 598 ekor sapi dialokasikan untuk pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Sementara 500 ekor lainnya diserahkan kepada pondok pesantren, lembaga pendidikan, lembaga sosial, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama.

“Pada tahun ini, dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026 ini, Bapak Presiden berkenan akan menyerahkan bantuan sapi kurban sebanyak 1.098 ekor sapi,” kata Juri.

Distribusi sapi kurban presiden menjangkau seluruh wilayah administrasi di Indonesia, meliputi 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

Namun demikian, pemerintah menemukan adanya kendala di sejumlah daerah yang tidak memiliki sapi dengan standar bobot sesuai ketentuan Presiden. Standar bobot sapi kurban Presiden berada pada kisaran 800 kilogram hingga 1,3 ton.

Karena terdapat 46 daerah yang tidak memiliki sapi dengan bobot sesuai standar tersebut, pemerintah melakukan penyesuaian distribusi dengan menambah sapi dari daerah lain.

“Standar bobot sapi presiden adalah 800 kilogram sampai 1,3 ton. Dan setiap daerah akan mendapatkan satu, sementara ada 46 daerah yang tidak ada sapi dengan bobot sebesar itu. Oleh karena itu, ada yang mendapatkan dua sapi untuk 46 daerah,” ungkapnya.

Pemerintah memilih sapi premium untuk program kurban Presiden tahun ini. Jenis sapi yang digunakan meliputi Simental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, Belgian Blue, hingga sapi Bali.

Seluruh sapi dipastikan memiliki bobot di atas 800 kilogram dan telah mengantongi surat keterangan kesehatan hewan. Pemerintah juga memastikan hewan kurban tersebut memenuhi syariat Islam, mulai dari usia yang telah lebih dari dua tahun, berjenis kelamin jantan, hingga tidak memiliki cacat.

“Selain itu juga sapi ini sesuai dengan syariat Islam untuk menjadi sapi kurban, umurnya sudah di atas dua tahun dan jantan serta tidak cacat,” terang Juri.

Juri menegaskan seluruh pengadaan sapi kurban berasal dari peternak lokal di berbagai daerah. Pemerintah melibatkan Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Pertanian, dinas peternakan daerah, hingga Asosiasi Peternak dan Penggemukan Sapi Indonesia dalam proses pengadaan.

“Sumber-sumber sapi tadi semuanya berasal dari peternak lokal, sehingga diharapkan mereka dapat menjadikan momentum ini untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sapi,” pungkasnya. (ma)

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri