x Pulau Seribu Asri

Iran Mengamuk! Teheran Klaim Selat Hormuz Milik Mereka, AS dan Israel Diblokade Total

waktu baca 2 menit
Minggu, 17 Mei 2026 07:06 22 M Ary K

Viralterkini.id, TEHERAN – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Wakil Presiden Iran, Mohammad Reza Aref, menegaskan bahwa Selat Hormuz merupakan milik Iran dan tidak akan pernah diserahkan kepada pihak mana pun.

Pernyataan keras itu muncul di tengah keputusan Teheran menutup akses Selat Hormuz bagi Amerika Serikat, Israel, serta sekutu-sekutunya.

“Kami tidak akan menyerahkan Selat Hormuz dengan harga berapa pun,” kata Aref, Jumat (15/5/2026).

Ia menegaskan bahwa jalur perairan strategis tersebut sejak awal merupakan bagian dari kedaulatan Iran.

“Selalu menjadi milik kita, meskipun untuk beberapa waktu kita tidak memanfaatkan dengan baik apa yang menjadi milik kita,” ujarnya.

Langkah Iran memperketat kontrol di Selat Hormuz dilakukan setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan blokade yang menargetkan kapal dan pelabuhan Iran pada April lalu.

Teheran menilai tindakan Washington melanggar ketentuan gencatan senjata yang dimediasi Pakistan dan mulai berlaku sejak 8 April 2026 sebelum diperpanjang secara sepihak oleh AS.

Iran juga menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz sampai blokade yang disebut ilegal dicabut dan perang dinyatakan benar-benar berakhir secara permanen.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global melewati kawasan tersebut, sehingga setiap ketegangan di wilayah itu langsung berdampak terhadap harga energi internasional.

Media pemerintah Iran, Press TV, melaporkan bahwa konflik yang dipicu AS dan Israel memicu kritik luas di dalam negeri Amerika Serikat akibat melonjaknya harga energi.

Situasi ini juga disebut mendorong Iran untuk meninggalkan pendekatan diplomatik lama dan mulai menegaskan kontrol penuh atas lalu lintas pelayaran di Teluk Persia, termasuk hak mengatur dan mengendalikan kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Ketegangan terbaru ini memicu kekhawatiran dunia terhadap potensi gangguan pasokan energi global dan meningkatnya risiko konflik terbuka di kawasan Timur Tengah. (ma)

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri