x Pulau Seribu Asri

Persipura Kena Sanksi Berat Komdis PSSI, Ketua Umum Persipura : Satu Musim Tanpa Penonton Sangat Memberatkan

waktu baca 3 menit
Minggu, 17 Mei 2026 08:26 21 M Ary K

Viralterkini.id, JAYAPURA – Persipura Jayapura memastikan akan mengajukan banding atas sanksi berat yang dijatuhkan Komite Disiplin PSSI menyusul insiden kericuhan usai laga play off promosi Pegadaian Championship 2025/2026 melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Jumat (8/5/2026).

Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano, menilai hukuman yang dijatuhkan Komdis PSSI sangat memberatkan, khususnya larangan menggelar pertandingan kandang dengan penonton selama satu musim penuh pada kompetisi 2026/2027.

“Kita akan ajukan banding atas sanksi yang diberikan Komdis PSSI kepada Persipura,” ujar pria yang akrab disapa BTM itu saat dihubungi, Jumat (15/5/2026) malam.

Komdis PSSI menjatuhkan lima sanksi sekaligus kepada Persipura terkait sejumlah pelanggaran disiplin yang terjadi setelah pertandingan. Total denda yang harus dibayarkan mencapai Rp240 juta.

Sanksi pertama berupa denda Rp125 juta akibat penyalaan flare, pelemparan smoke bomb, dan ledakan petasan di berbagai tribun stadion setelah pertandingan selesai.

Kemudian, Persipura dijatuhi hukuman paling berat berupa larangan menggelar pertandingan kandang dengan penonton selama satu musim pada kompetisi 2026/2027.

Panitia pelaksana pertandingan juga dikenai denda Rp20 juta karena dinilai gagal menjaga keamanan dan ketertiban pertandingan.

Selain itu, Komdis menjatuhkan denda Rp15 juta akibat pelemparan botol air minum ke lapangan serta Rp50 juta karena banyaknya suporter yang masuk ke area lapangan usai laga berakhir.

BTM berharap Komdis PSSI dapat melihat persoalan tersebut secara lebih bijaksana dan menyeluruh sebelum menjatuhkan hukuman berat kepada klub berjuluk Mutiara Hitam tersebut.

Menurutnya, pengamanan yang dilakukan panitia pelaksana bersama aparat keamanan selama pertandingan berlangsung berjalan baik hingga laga selesai.

“Perangkat pertandingan dan pemain semuanya aman, tidak terluka dan segala macam serta tidak dicederai. Itu dilakukan oleh panitia,” katanya.

Ia juga memastikan tim tamu mendapatkan pengawalan maksimal hingga meninggalkan stadion.

“Baik tim Persipura maupun tim tamu tetap mendapatkan pengawalan dan perlindungan maksimal hingga pertandingan selesai,” lanjut BTM.

Meski mengakui kericuhan yang terjadi menjadi perhatian serius manajemen, BTM menilai fakta bahwa tidak ada korban luka maupun cedera harus menjadi pertimbangan penting bagi Komdis PSSI.

“Tim aman, tidak ada yang terluka dan tidak ada yang cedera. Itu yang paling penting,” ujarnya.

Menurutnya, hukuman tanpa penonton selama satu musim akan berdampak besar terhadap kondisi finansial klub, terutama dari pemasukan tiket pertandingan dan dukungan langsung suporter di stadion.

“Kalau satu musim tanpa penonton tentu sangat berat bagi tim. Pemasukan dari supporter dan penonton juga menjadi bagian penting bagi klub,” tegasnya.

Karena itu, Persipura berharap ada keringanan hukuman, misalnya hanya satu atau dua pertandingan tanpa penonton atau bentuk sanksi lain yang lebih ringan.

“Kami berharap ada keringanan, mungkin satu atau dua pertandingan saja tanpa penonton atau bentuk sanksi lain yang lebih ringan,” ucapnya.

BTM juga mengingatkan seluruh suporter Persipura agar tetap menjaga disiplin dan sikap saat memberikan dukungan kepada tim di stadion agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Supporter memang sangat fanatik dan penuh semangat. Tapi kami minta semua lebih jeli dan disiplin supaya tidak terjadi lagi sanksi berat seperti ini,” tutupnya. (ma)

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri