x Pulau Seribu Asri

Erick Thohir Tegaskan Nol Toleransi Pelecehan di Dunia Olahraga

waktu baca 3 menit
Jumat, 27 Feb 2026 01:49 20 Agung

Viralterkini.id, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir menyampaikan keprihatinan mendalam terkait dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang terjadi di lingkungan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk melindungi atlet dan mendorong penindakan tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran hukum.

Dalam pernyataan resminya, Erick Thohir menegaskan bahwa atlet merupakan aset bangsa yang harus dijaga martabat dan keamanannya.

Ia menyebut para atlet sebagai “pejuang modern” yang membawa nama baik Merah Putih di berbagai ajang nasional maupun internasional.

“Para atlet adalah anak-anak bangsa. Mereka berlatih dengan disiplin, berkorban dengan sepenuh hati, dan membawa Merah Putih dengan kebanggaan. Mereka harus dilindungi dan merasa aman. Mereka adalah marwah bangsa Indonesia,” ujar Erick Thohir.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul mencuatnya dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang melibatkan pelatih kepala tim panjat tebing Indonesia berinisial HB.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengaku telah mempelajari perkembangan kasus tersebut dan menyatakan empati kepada para atlet yang diduga menjadi korban serta keluarga yang terdampak.

Kemenpora juga memberikan dukungan penuh kepada FPTI yang telah mengambil langkah awal dengan membentuk tim investigasi internal untuk menelusuri dugaan tersebut secara rinci dan serius.

Pemerintah menilai langkah investigatif itu penting untuk memastikan proses berjalan transparan dan akuntabel.

Selain itu, Kemenpora menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan FPTI, atlet, dan keluarga yang terdampak. Dukungan yang diberikan tidak hanya dalam aspek administratif, tetapi juga mencakup pendampingan hukum dan psikologis bagi para korban.

Erick Thohir menegaskan keberpihakannya kepada seluruh atlet Indonesia, tanpa memandang cabang olahraga maupun level kompetisi.

Ia memastikan bahwa Kemenpora membuka pintu selebar-lebarnya bagi atlet yang pernah atau sedang menjadi korban pelecehan seksual maupun kekerasan fisik untuk melapor.

“Kalian tidak sendiri. Kami membuka pintu untuk mendengar, membantu, dan melindungi seluruh atlet Indonesia jika ada yang menjadi korban pelecehan atau kekerasan,” tegasnya.

Dalam pernyataan resminya, Kemenpora juga mengingatkan bahwa apabila terbukti terjadi pelecehan seksual atau tindak pidana kekerasan fisik, maka pelaku harus dijatuhi sanksi paling berat, termasuk kemungkinan sanksi seumur hidup dari dunia olahraga. Pemerintah menekankan bahwa tidak ada toleransi terhadap tindakan yang mencederai integritas dan keamanan atlet.

Lebih lanjut, jika ditemukan unsur pelanggaran hukum, termasuk pelanggaran terhadap Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, maka proses hukum harus berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kemenpora menegaskan bahwa penanganan kasus ini tidak boleh berhenti pada sanksi organisasi, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek pidana jika terbukti memenuhi unsur hukum.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena olahraga selama ini dipandang sebagai wahana pembangunan karakter generasi muda dan simbol kedigdayaan bangsa melalui prestasi.

Pemerintah menilai dedikasi dan pengorbanan atlet dalam mengharumkan nama Indonesia tidak boleh dinodai oleh tindakan tidak terpuji yang berpotensi melanggar hukum dan mencederai rasa aman.

Kemenpora juga mengingatkan seluruh induk organisasi cabang olahraga untuk menempatkan perlindungan atlet sebagai prioritas utama.

Setiap federasi diharapkan memiliki mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan yang jelas, termasuk sistem pelaporan yang aman dan berpihak kepada korban.

Langkah tegas pemerintah ini diharapkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pembinaan atlet di berbagai cabang olahraga.

Transparansi, akuntabilitas, serta komitmen terhadap perlindungan hak atlet dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga kepercayaan publik dan keberlanjutan prestasi olahraga nasional.

Erick Thohir menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa negara tidak akan tinggal diam terhadap segala bentuk pelecehan dan kekerasan di lingkungan olahraga. Ia memastikan Kemenpora akan mengawal perkembangan kasus ini hingga tuntas.

Kasus dugaan pelecehan di FPTI kini tengah dalam proses investigasi internal. Publik menanti hasil penyelidikan yang objektif dan tindakan tegas apabila pelanggaran terbukti terjadi.

Pemerintah berharap seluruh pihak terkait dapat bekerja sama demi memastikan keadilan bagi korban serta menciptakan lingkungan olahraga yang aman, bermartabat, dan bebas dari kekerasan. (ag/ma)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INSTAGRAM

21 hours ago
21 hours ago
21 hours ago
21 hours ago
23 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri