Ilustrasi: BGN Viralterkini.id – Badan Gizi Nasional (BGN) membeberkan alasan pemberian insentif sebesar Rp6 juta per hari kepada setiap dapur Program Makan Bergizi (MBG).
Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan bahwa hingga kini sekitar 24.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di seluruh Indonesia.
Jumlah tersebut merupakan hasil dari skema kolaborasi dengan berbagai organisasi dan mitra lokal.
“Melalui kemitraan ini, pelaksanaan Program Makan Bergizi menjadi lebih mudah. Saat ini sudah ada 24.000 SPPG dari Sabang sampai Merauke,” ujar Dadan dalam keterangan tertulis, Rabu (25/2).
Menurut Dadan, pola kemitraan memungkinkan pemerintah mempercepat pelaksanaan program tanpa harus sepenuhnya bergantung pada pembangunan fisik oleh negara.
Dengan melibatkan mitra, infrastruktur layanan dapat tersedia lebih cepat sehingga distribusi makanan bergizi kepada masyarakat tidak mengalami keterlambatan.
Selain itu, kolaborasi ini juga mengurangi beban investasi awal yang seharusnya ditanggung pemerintah jika seluruh fasilitas dibangun dan dikelola secara mandiri.
BGN menetapkan insentif Rp6 juta per hari untuk setiap SPPG atau sekitar Rp144 juta per bulan. Skema tersebut dinilai lebih efisien dibandingkan pembangunan dan pengelolaan dapur secara langsung oleh pemerintah yang membutuhkan biaya jauh lebih besar.
Dadan menegaskan bahwa kecepatan menjadi faktor utama dalam pelaksanaan program nasional. Ia menilai waktu sebagai aset strategis yang tidak dapat digantikan.
“Yang paling berharga dari proses kemitraan ini adalah the winning of time atau kecepatan waktu. Waktu adalah faktor yang tidak bisa dikembalikan. Karena itu, dalam Al-Qur’an disebutkan Wal ‘Ashr (Demi Waktu), dan hal ini sangat relevan,” katanya.
BGN memastikan percepatan pembangunan dan penguatan kemitraan akan terus dilakukan agar target nasional Program Makan Bergizi tercapai tepat waktu dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.
Pemerintah berharap keberadaan ribuan SPPG ini mampu memperluas akses masyarakat terhadap makanan bergizi sekaligus memperkuat ketahanan gizi nasional dalam jangka panjang. (**)
Tidak ada komentar