Selebrasi Persijap atas kemenangan melawan Persita di Banten International Stadium, Minggu (10/05). Foto : Viralterkini.id/Ady Sesotya Viralterkini.id, Banten – Persita Tangerang dibuat tak berkutik saat dipermalukan Persijap Jepara dengan skor telak 0-3 pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 di Banten International Stadium, Minggu (10/5/2026) sore.
Kekalahan memalukan di kandang sendiri itu memperpanjang tren buruk Persita dalam dua bulan terakhir. Tim berjuluk Pendekar Cisadane yang sempat tampil meyakinkan di awal musim kini terlihat kehilangan identitas permainan dan mulai limbung di penghujung kompetisi.
Persijap tampil brutal dan efektif. Gol pembuka dicetak Dicky Kurniawan Arifin pada menit ke-25 yang langsung membuat mental pemain Persita goyah. Setelah itu, Sudi Abdallah menggandakan keunggulan pada menit ke-74 sebelum Carlos Henrique Franca Freires menutup pesta gol dua menit berselang.
Pelatih Persita, Carlos Pena, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya usai pertandingan. Ia menilai kesalahan sendiri menjadi penyebab utama kehancuran timnya.
“Kami memulai permainan lebih baik dan menciptakan peluang, tetapi kesalahan yang seharusnya tidak terjadi membuat kami tertinggal 0-1. Saya paham karakter tim saya, ketika lawan mencetak gol lebih dulu, kami menghadapi tembok besar untuk bisa bangkit,” ujar Pena dalam konferensi pers.
Pena juga secara terang-terangan mengakui lini depan Persita sedang mengalami krisis tajam. Menurutnya, tim kehilangan sosok predator di kotak penalti yang mampu menjadi pembeda dalam situasi sulit.
“Secara pertahanan kami kuat, tetapi di lini serang kami kehilangan sosok pembunuh di kotak penalti yang bisa membuat perbedaan. Kami sudah mencoba banyak opsi, namun keran gol kami masih tersumbat,” tambahnya.
Situasi Persita semakin rumit karena badai cedera dan akumulasi kartu yang menghantam sejumlah pemain inti. Meski begitu, Pena memastikan timnya tetap memburu hasil maksimal dalam dua laga tersisa melawan Malut United dan Persis Solo.
Kapten Persita, Muhamad Toha, mengungkapkan timnya sebenarnya sempat memiliki momentum untuk bangkit di babak kedua. Namun lagi-lagi miskomunikasi menjadi petaka.
“Di babak pertama kami punya kesempatan mencetak gol duluan, tapi malah kebobolan. Di babak kedua kami coba lagi menyamakan kedudukan, tapi ada kesalahan komunikasi dengan penjaga gawang. Kami harus memetik pelajaran berharga dari kekalahan ini,” kata Toha.
Laga juga diwarnai kartu kuning untuk Javlon Guseynov pada menit ke-82.
Bagi Persijap, kemenangan sensasional ini menjadi suntikan besar dalam perjuangan keluar dari ancaman degradasi. Tambahan tiga poin membuat tim asal Jepara melonjak dan semakin menjauh dari zona merah.
Sementara itu, Persita tetap tertahan di papan tengah klasemen. Kekalahan telak ini menjadi alarm keras bagi Pendekar Cisadane yang mulai kehilangan konsistensi di akhir musim. (ma)