Ketua Steering Committee Piala Presiden 2025, Maruarar Sirait. Foto : Viralterkini.id/MAK Viralterkini.id, SURABAYA – Format pertandingan Piala Presiden 2026 sempat menjadi perbincangan setelah beredar surat di media sosial yang menyebut babak semifinal ditiadakan. Namun, dalam konferensi pers di Surabaya, Minggu (2/8/2026), panitia menegaskan bahwa semifinal tetap digelar dengan lokasi pertandingan dipindahkan ke Bali.
Surat yang beredar sebelumnya diklaim dikeluarkan Panitia Piala Presiden 2026 di Jakarta pada 1 Agustus 2026 dan ditandatangani Ketua Panitia Pelaksana, Tsanara Amany.
Dalam surat tersebut disebutkan bahwa juara dari masing-masing grup akan langsung bertanding di partai final. Jika format itu diterapkan, Persib Bandung sebagai juara Grup A akan menghadapi juara Grup B, Persebaya Surabaya.
Sementara itu, Arema FC yang menempati peringkat kedua Grup A disebut akan berhadapan dengan Persija Jakarta, runner-up Grup B, dalam pertandingan perebutan tempat ketiga.

Kabar tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan karena format turnamen berubah ketika fase grup telah selesai. Setiap tim juga hanya akan menyisakan satu pertandingan apabila babak semifinal benar-benar ditiadakan.
Namun, informasi tersebut tidak sejalan dengan keputusan resmi yang disampaikan panitia dalam konferensi pers. Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, memastikan babak semifinal tetap berlangsung sesuai bagan turnamen.
Persib Bandung akan menghadapi Persija Jakarta pada semifinal pertama, sedangkan Persebaya Surabaya bertemu Arema FC pada pertandingan lainnya. Kedua pertandingan dijadwalkan berlangsung pada Selasa (4/8/2026).
Pemenang dari masing-masing pertandingan akan melaju ke babak final. Adapun dua tim yang kalah akan bertanding dalam perebutan tempat ketiga. Partai final dan perebutan tempat ketiga dijadwalkan berlangsung pada Kamis (6/8/2026).
Panitia juga memutuskan memindahkan lokasi pertandingan semifinal hingga final ke Bali. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan rivalitas tinggi antara tim-tim yang bertanding.
Sejak awal turnamen, lokasi semifinal memang belum ditetapkan. Panitia masih menunggu hasil akhir fase grup untuk melihat kemungkinan pertemuan antarklub.
Maruarar mengungkapkan bahwa Surabaya sebelumnya menjadi salah satu kandidat lokasi pertandingan. Namun, setelah melihat komposisi tim yang lolos, Bali akhirnya dipilih sebagai tempat penyelenggaraan.
“Tadinya maunya Surabaya, dengan pertimbangan kotanya katanya aman, bersih. Saya usulkan tempatnya di Bali. Kami putuskan semifinal dan final di Bali,” kata Maruarar dalam konferensi pers.
Menurut Maruarar, penyelenggaraan pertandingan di Bali juga diharapkan memberikan dampak positif bagi kegiatan ekonomi dan pariwisata daerah tersebut.
“Sepakat ya, bekerja dan liburan. Jangan liburan dulu baru bekerja. Bayangkan kalau semifinal dan final di Surabaya, puluhan ribu orang akan ke Surabaya. Hotel-hotel, restoran pasti akan ramai,” ujarnya.
Dalam konferensi pers itu, Maruarar turut menghubungi Ketua Umum PSSI Erick Thohir melalui sambungan telepon. Erick menyatakan persetujuannya terhadap keputusan pemindahan lokasi pertandingan.
“Semifinal dan final sesuai arahan Erick tempatnya adalah di Bali. Pak Pieter Tanuri ada di situ, tidak tertekan kan Pak Pieter?” ucap Maruarar.
“Saya setuju. Di PSSI tidak ada tekan-menekan, semua kompromis,” jawab Erick.
Persib Bandung melaju ke semifinal setelah tampil sempurna sepanjang fase penyisihan. Maung Bandung memuncaki klasemen Grup A dengan sembilan poin dari tiga kemenangan.
Persib mengawali turnamen dengan mengalahkan Arema FC 1-0. Pada pertandingan kedua, Persib kembali menang 1-0 atas klub asal Brunei Darussalam, DPMM FC.
Tim asal Bandung tersebut kemudian menutup fase grup dengan kemenangan 1-0 atas Tampines Rovers dari Singapura. Arema FC finis sebagai runner-up Grup A dengan koleksi enam poin dari dua kemenangan.
Di Grup B, Persebaya Surabaya juga mencatatkan hasil sempurna. Bajul Ijo menyapu bersih tiga pertandingan dengan kemenangan dan mengoleksi sembilan poin.
Persija Jakarta mengamankan posisi kedua Grup B dengan empat poin. Jumlah tersebut sama dengan raihan juara bertahan Port FC, tetapi Persija unggul dalam produktivitas gol.
Dengan demikian, isu yang menyebut Persib dan Persebaya langsung bertemu di final tidak terbukti dalam pengumuman resmi panitia. Sesuai bagan Piala Presiden 2026, keduanya masih harus melewati pertandingan semifinal sebelum berpeluang bertemu di partai puncak. (ma)