Rapat dipimpin Sekretaris Jenderal DPP PERBASI, Nirmala Dewi, dan dihadiri sejumlah pimpinan zona, antara lain Waketum Zona Sumatera Ronny Yenes, Waketum Zona Jawa Grace Evi Ekawati, Waketum Zona Bali dan Kalimantan Garuda Wiko, serta Waketum Zona Sulawesi, NTT, dan NTB Mohamad Salahuddin. Foto : Perbasi Viralterkini.id, Bali – Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) terus mematangkan strategi pengembangan bola basket nasional dengan memperkuat peran pimpinan zona. Langkah ini dinilai krusial mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang membutuhkan koordinasi efektif antar daerah.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Dewan Pengurus Pusat (DPP) PERBASI menggelar rapat konsolidasi bersama para Wakil Ketua Umum (Waketum) Zona pada akhir pekan lalu. Kegiatan ini berlangsung di sela-sela kunjungan kerja ke DPD PERBASI Bali.
Rapat dipimpin Sekretaris Jenderal DPP PERBASI, Nirmala Dewi, dan dihadiri sejumlah pimpinan zona, antara lain Waketum Zona Sumatera Ronny Yenes, Waketum Zona Jawa Grace Evi Ekawati, Waketum Zona Bali dan Kalimantan Garuda Wiko, serta Waketum Zona Sulawesi, NTT, dan NTB Mohamad Salahuddin.

Menurut Nirmala, penguatan peran pimpinan zona menjadi solusi strategis dalam memastikan program pusat dapat berjalan optimal di daerah.
“Memperkuat pimpinan di setiap zona menjadi solusi bekerja di negara besar seperti Indonesia. Dengan konsolidasi ini, diharapkan hubungan antar zona semakin solid dalam mengembangkan bola basket di masing-masing daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan, pimpinan zona merupakan ujung tombak percepatan implementasi program DPP agar dapat dirasakan langsung oleh DPD di seluruh wilayah. Hal ini sejalan dengan visi Ketua Umum DPP PERBASI, Budisatrio Djiwandono.
“Goal-nya tidak ada jarak antara DPP dan DPD. Kita semua dekat, satu, dan solid untuk pengembangan bola basket Indonesia,” tegasnya.
Dalam kepengurusan periode 2024–2028, DPP PERBASI membentuk lima zona utama yang dipimpin oleh para Waketum Zona, yakni Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan, Sulawesi-NTT-NTB, serta Papua dan Maluku yang dipimpin Kelvin Winata.
Selain memperkuat koordinasi, rapat konsolidasi juga membahas sejumlah langkah strategis, termasuk penyelarasan indikator kinerja atau key performance indicator (KPI) di setiap zona.
“Rapat ini bertujuan menyelaraskan indikator performa setiap zona untuk memperkuat ekosistem bola basket di seluruh Indonesia. Banyak terobosan yang dibahas, termasuk terkait KPI,” jelas Nirmala.
DPP PERBASI berharap soliditas antar zona ini mampu mendorong peningkatan prestasi basket nasional hingga ke level internasional. Salah satu target besar yang dicanangkan adalah menembus ajang Olimpiade, khususnya pada nomor basket 3×3.
Dengan konsolidasi yang semakin kuat, PERBASI optimistis pengembangan bola basket di seluruh daerah akan berjalan lebih maksimal dan berkelanjutan. (ma)